BANDUNG (SINDO) – Konsumen kereta api Bandung–Jakarta dan sebaliknya akan menikmati tarif perjalanan jauh lebih murah dibanding sebelumnya.

Mulai Jumat (7/3) mendatang, PT KA menurunkan tarif KA Parahyangan kelas bisnis serta kelas eksekutif dan KA Argo Gede rata-rata 30%. Kepala PT KA Daerah Operasi (Daop) II Bandung Saeful Echwan menyebutkan, tarif KA Argo Gede yang sebelumnya Rp65.000 menjadi Rp45.000, KA Parahyangan kelas eksekutif dari Rp50.000 menjadi Rp35.000, dan KA Parahyangan kelas bisnis untuk dewasa turun dari Rp30.000 turun menjadi Rp20.000. Harga tiket untuk anak-anak yang menumpang KA Parahyangan menjadi Rp15.000 dari sebelumnya Rp24.000.

Tarif baru ini berlaku setiap hari. Untuk KA Argo Gede, pukul 04.00 WIB-19.30 WIB dan KA Parahyangan pukul 06.00 WIB- 18.30 WIB. Saeful mengakui, pihaknya menurunkan tarif KA Parahyangan dan KA Argo Gede karena jumlah penumpang semakin merosot setelah pengoperasian Tol Cipularang. PT KA harus menghadapi persaingan keras dengan jenis angkutan lain di bidang jasa transportasi, seperti bus dan travel.

”Okupansi penumpang KA Argo Gede sangat minim, hanya sekitar 25–30% dari jumlah tempat duduk yang ada. Penurunan tarif ini kami berlakukan agar tingkat okupansi penumpang kembali meningkat,” ujarnya dalam jumpa pers di Stasiun KA Bandung kemarin. Dia menjamin kualitas pelayanan terhadap penumpang dan kebersihan gerbong KA tidak akan merosot, meski pihaknya melakukan banting harga.

”Kenyamanan justru akan kami maksimalkan. On time performance (berangkat tepat, datang tepat) juga tetap prioritas,” janjinya. Saeful optimistis, dengan tarif baru, volume penumpang KA akan terdongkrak ke kisaran 75% per rangkaian seperti saat masa jaya KA Bandung–Jakarta dulu. PT KA, lanjut dia, akan melakukan evaluasi setiap dua pekan untuk mengetahui penurunan tarif ini berhasil meningkatkan jumlah penumpang atau justru gagal.

Dalam jumpa pers kemarin, Saeful juga mengatakan, KA Parahyangan yang berangkat dari Stasiun Bandung pukul 13.00 WIB dan 17.15 WIB akan berhenti di Stasiun Cimahi untuk mengangkut penumpang dan di Stasiun Bekasi untuk menurunkan penumpang. ”Jadi, calon penumpang yang berdomisili di Kota Cimahi tidak perlu lagi ke Bandung untuk naik KA ke Jakarta. Demikian juga dengan penumpang dari Bandung yang menuju ke Bekasi, tidak perlu lagi naik sampai Stasiun Gambir atau Jatinegara,” ungkap Saeful.

Setiap hari, KA Argo Gede melakukan enam kali perjalanan dari Bandung dan enam perjalanan dari Jakarta. Setiap rangkaiannya membawa empat hingga lima gerbong eksekutif plus. Sementara itu, KA Parahyangan melakukan perjalanan lima kali sehari, baik dari Bandung maupun dari Jakarta. Setiap rangkaian KA Parahyangan membawa dua gerbong kelas eksekutif dan tiga gerbong kelas bisnis. Setiap gerbong kelas eksekutif berkapasitas 50 tempat duduk, sedangkan kelas bisnis 64 tempat duduk.

Di tempat terpisah, Guru Besar Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) ITB Prof BS Kusbiantoro mengatakan, penurunan tarif KA sebenarnya hanya solusi jangka pendek. Ini pun titik tekannya lebih untuk mendongkrak pendapatan karena PT KA sebagai badan usaha milik negara (BUMN) harus meraup keuntungan. ”Untuk jangka panjang, (penurunan tarif) tidak akan menyelesaikan masalah. Yang benar-benar harus dibenahi justru peningkatan pelayanan dan kenyamanan penumpang,” ujarnya. (yenny hardiyanti)

Sumber : Koran Sindo

About these ads