April 2008


Oleh Adi Junjunan Mustafa

Filem Ayat-ayat Cinta (AAC) sudah membukukan suksesnya di pasaran. Tak kurang HNW (Hidayat Nur Wahid), SBY, JK dan para petinggi lain negeri ini ikut menyemarakan hadirnya filem cinta* bernuansa islami.

Saya sendiri termasuk yang menyambut senang hadirnya filem tersebut. Sambutan masyarakat Indonesia pada filem AAC menunjukkan bahwa pasar siap menyambut hangat gagasan-gagasan sineas dengan tawaran budaya islami. Ini bisa mengimbangi life-style kebarat-baratan yang lebih banyak diekspose lewat filem atau sinetron.

Di tengah sukses AAC ini, ada satu hal yang saya pikir mesti jadi pertimbangan penting buat para sineas dan budayawan muslim, yaitu agar para pemain filem atau sinetron bisa menampilkan kepribadian yang selaras pada saat main filem dan di luar filem. Terus terang buat saya AAC yang sukses itu menjadi semu dan bahkan palsu, saat kemudian melihat para pemeran Aisha, Maria dan yang lainnya tak berkerudung di keseharian.

Saya teringat tentang ucapan Rasulullah saw. saat ditanya para sahabat ketika beliau bercanda. Kata beliau, “… akan tetapi yang aku sampaikan adalah kebenaran.” Artinya dalam canda pun seorang muslim disunnahkan untuk tidak berbohong. Nah, sunnah ini mesti menjadi rujukan bagi para artis muslim dan muslimah. Semestinya mereka menjaga keselarasan kepribadian yang baik yang mereka tampilkan saat berakting dan dalam keseharian.

Hal yang sama saya pikir berlaku juga pada para produsen kerudung. Saat mereka memilih selebritis untuk pada iklan, sebaiknya diperhatikan betul kepribadian para selebritis itu. Saya perhatikan pada beberapa iklan kerudung Majalah Ummi, masih ada selebritis yang di keseharian tidak berkerudung tampil sebagai model. Saya berbaik sangka, barangkali ini adalah jalan dari para produsen kerudung untuk perlahan mengajak para modelnya akhirnya berbusana muslimah.

Ada beberapa permasalahan yang bisa ditampilkan memenuhi tuntutan peran dalam filem atau sinetron. Akan tetapi untuk masalah kerudung atau masalah menutup aurat, saya melihat mesti ada perlakuan yang berbeda. Menutup aurat bagi muslimah dan muslim bukanlah permasalahan sederhana. Ini adalah kewajiban penting, sebab terkait dengan jati diri pribadi dan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai agamanya.

WaLlaahu a’lamu bish shawwab.

Salam,
Adi J. Mustafa

* Saat berdiskusi dengan beberapa teman, ada yang bertanya di mana sih letak ayat-ayat cintanya? Tentu saja maksudnya adalah ayat-ayat Quran yang menjadi inspirasi cinta. Terus terang saya sendiri tidak menemukan kuatnya pesan ayat-ayat Quran ini dalam filem. Kalau membaca novelnya, buat saya ayat-ayat cinta itu justru terasa pada Maria saat membaca hafalan surat Maryam di trem. Atau bisa jadi, ayat-ayat itu tersirat pada semangat Fakhri belajar qira’ah sab’ah -sisi penting yang juga tak terasa dalam filem-. Lewat Syaikh yang mengajar qira’ah inilah Fakhri akhirnya bisa bertemu dengan Aisha.

Secara tidak terduga harga minyak mentah dunia jatuh USD3 per barel. Penyebabnya, suplai minyak yang melonjak.

Harga minyak mentah di Pasar New York Merchantile jenis Light Sweet terpantau diposisi USD115, 51 per barel. Jumlah itu jauh menurun dibanding pergerakan kisaran harga yang berada di USD118-119 per barel.

“Penurunan ini adalah penurunan yang dramatis,” ujar analis senior perminyakan Platts, Linda Rafield, seperti dikutip Associated Press (AP), Rabu (30/4/2008).

Berdasarkan data Departemen Energi Amerika Serikat, kebutuhan minyak turun 8,5 persen.

Di saat yang bersamaan data Inggris menyatakan bahwa dalam minggu ini suplai minyak. Kejatuhan harga minyak juga dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (USD).

Mata uang Negeri Paman Sam menguat sebagai ekspektasi pasar atas pemangkasan The Fed rate yang diproyeksikan tidak akan seagresif awal tahun ini. Saat ini The Fed tengah menggelar rapat membahas kebijakan monter AS. (Okezone)

Pemerintah menyiapkan skenario kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi rata-rata sebesar 28,7% untuk mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2008. Dalam skenario itu, harga BBM bersubsidi akan dinaikkan per 1 Juni 2008. Dokumen yang beredar di kalangan anggota DPR menyebutkan, skenario kenaikan harga mencakup tiga jenis BBM bersubsidi,yakni premium naik Rp1.500 (33,33%) menjadi Rp6.000 per liter dari sebelumnya Rp4.500 per liter.

Solar naik Rp1.200 (27,90%) menjadi Rp5.500 per liter dari harga saat ini Rp4.300, serta minyak tanah menjadi Rp2.500 per liter, atau naik Rp500 (25%) dari harga sekarang Rp2.000. Berdasarkan dokumen itu, pilihan menaikkan harga BBM paling memungkinkan dari sisi administrasi maupun dampak sosial ekonomi dibandingkan opsi lain seperti penggunaan kartu pintar (smart card) dan pemberian subsidi terbatas.

Opsi menaikkan harga BBM rata-rata sebesar 28,7% pada Juni 2008 berpotensi menghemat anggaran hingga Rp21,491 triliun. Apabila ditambah sisa dana cadangan risiko APBN-P, total penghematan mencapai Rp25,877 triliun. Sebaliknya, apabila pemerintah tidak melakukan langkah apa pun (do nothing) terkait kenaikan harga minyak dunia,kekurangan pembiayaan APBN-P 2008 akan mencapai Rp31,5 triliun.

Dalam dokumen itu diungkapkan, dana penghematan Rp25,877 triliun akan didistribusikan sejumlah pos, antara lain pembiayaan program bantuan langsung tunai (BLT) Rp11,5 triliun, dan tambahan cadangan risiko Rp3 triliun. Kemudian pengurangan defisit 0,2% produk domestik bruto (PDB) menjadi 1,9% sebesar Rp8,37 triliun,dan tambahan anggaran beras untukwargamiskin(raskin) Rp3triliun.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Menteri Negara PPN/ Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan bahwa pemerintah belum memutuskan kenaikan harga BBM bersubsidi pada 1 Juni 2008. ”Ah, kata siapa itu? Sampai sejauh ini,kita belum ada opsi kenaikan harga BBM bersubsidi,” ujarnya di Gedung Bappenas Jakarta kemarin. Di tempat terpisah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa pilihan menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan opsi terakhir pemerintah.Pemerintah akan mengkaji secara hati-hati opsi tersebut.

”Saya ingin kita semua melakukan analisis dampaknya (kenaikan BBM) dan bagaimana menanggu langinya,” ujar Presiden seperti dikutip Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat di Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin. Kadin bertemu Presiden SBY untuk mempresentasikan usulan dunia usaha tentang kebijakan peningkatan produksi pangan,energi, dan mineral.

Menurut Hidayat, Kadin berharap pemerintah menaikkan harga BBM maksimal 30% dan dilakukan sekaligus. Kenaikan harga BBM, kata Hidayat, telah dihitung secara matang dan sudah dibahas secara informal di antara para menteri terkait. ”Menaikkan harga BBM,saya kira, 100% merupakan keputusan politik. Karena ini keputusan politik, menteri tidak ada yang berani ngomong,” ujarnya. Pemerintah saat ini sedang menganalisis dampak kenaikan harga BBM.

Hidayat mengatakan, kenaikan harga BBM sulit dihindari karena dengan harga minyak dunia yang mendekati USD120 per barel, subsidi akan membengkak hingga Rp260 triliun.” Ini merupakah hal yang tidak mungkin lagi terpikul oleh pemerintah,”katanya. Menurut Hidayat, berbagai program penghematan seperti diversifikasi minyak tanah ke gas dan pemberlakuan smart card pun tidak akan mampu mengubah secara signifikan subsidi dalam APBN.

”Kami meminta kita bersikap realistis.Tapi,kalau toh dilakukan sekaligus (kenaikan BBM) saya minta kepada Presiden agar kelompok masyarakat miskin diberi bantuan tunai langsung,”katanya. Di tempat lain,Wakil Ketua Panitia Anggaran (Panggar) DPR Harry Azhar Azis mengharapkan pemerintah mempertimbangkan opsi kenaikan harga BBM bersubsidi. Kenaikan harga minyak dunia yang terus berlanjut bisa mengancam daya tahan APBN-P 2008.

”Dengan catatan bahwa penghematan yang diperoleh pemerintah dari kenaikan tersebut dialokasikan seluruhnya untuk menjaga kestabilan masyarakat berpenghasilan rendah,”ujar dia. Pengalokasian anggaran untuk masyarakat miskin itu dapat dilakukan dengan memperbesar BLT dan raskin. ”Jangan dulu dialokasikan ke sektor lain, fokuskan ke situ (masyarakat miskin),” katanya.

Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) UI Chatib Basri mengatakan,kenaikan harga BBM bersubsidi perlu segera dilakukan.Sebab, saat ini pemerintah dituntut mampu membiayai pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Namun,Chatib menyarankan agar kenaikan harga BBM tidak terlalu tinggi.Tujuannya agar bisa disesuaikan dengan daya beli masyarakat.

” Paling tidak 10% atau 20%. Kalau 10% kita bisa hemat Rp9 triliun,kalau 15% bisa hemat Rp20 triliun,” ujarnya. Menurut Chatib, selain bisa menghemat anggaran, kenaikan harga BBM juga berpeluang menekan konsumsi berlebih. Kenaikan juga berpeluang menekan praktik penye lundupan BBM bersubsidi.

Spekulasi

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu mengatakan, harga minyak Indonesia di pasar internasional (Indonesian crude price/ ICP) sepanjang kuartal I 2008 mencapai USD103 per barel. Bagi Anggito, saat ini harga minyak dunia mengandung unsur spekulasi dan tidak seluruhnya mencerminkan keseimbangan harga antara permintaan dan penawaran.

‘’Harga yang terjadi saat ini karena faktor spekulasi dan rumor.Sebenarnya tidak mencerminkan kondisi fundamental, meskipun akhirnya spekulasi yang jadi,’’ kata Anggito di Jakarta kemarin. Untuk itu, pemerintah terus melakukan berbagai simulasi sesuai dengan perkembangan di pasar dunia. ‘’Pokoknya semua antisipasi kami lakukan. Semua perhitungan juga kami lakukan. Kami lakukan berbagai simulasi sesuai perkembangan,’’ ujarnya.

Anggito meragukan ramalan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bahwa harga minyak bisa mencapai USD200 per barel tahun ini.Menurut dia,angka itu mengandung unsur spekulasi.‘’ Ya tidak mesti begitu juga. Karena penjual juga tergantung konsumennya. Kalau pembelinya tidak mampu beli, tidak mungkin menjual tinggi-tinggi,’’ katanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah hingga kini masih konsisten menjalankan opsi-opsi pengamanan yang ditetapkan APBN-P 2008, kendati harga minyak dunia sudah menembus USD119 per barel.‘’Pokoknya sama dengan pengamanan APBN-P yang sudah pernah dijelaskan kemarin-kemarin,’’ kata Sri Mulyani.

Sementara itu, untuk menyikapi kenaikan harga minyak dunia, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan sejumlah upaya seperti menekan konsumsi,merasionalkan harga, dan meningkatkan produksi minyak dalam negeri.Namun,upaya peningkatan produksi minyak ini masih terhambat oleh beberapa faktor,di antaranya masalah fiskal, lingkungan, otonomi daerah, kehutanan, dan yang paling utama adalah tank top.

”Tank top itu produksi minyak kita yang tidak bisa kita lift, tapi ada dalam storage. Tank top itu produksinya terus berjalan, tetapi tidak ada kapal (tanker) yang mengambil, tidak ada yang membeli,” ungkap Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam keterangan pers seusai rapat koordinasi produksi minyak dan gas di Kantor Wakil Presiden, Jakarta,kemarin.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Presiden M Jusuf Kalla ini Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (BP Migas) melaporkan, jika setengah dari tank topbisa diangkat (lifted), maka Indonesia akan memperoleh tambahan produksi minyak sekitar 30.000 barel per hari. Selanjutnya, produksi minyak tambahan tersebut bisa dimasukkan dalam penerimaan negara. (Koran-Sindo)

Oleh H. M. Didi Turmudzi

MENYIMAK kegiatan pemuda Muslim beberapa dasawarsa terakhir, saya semakin optimistis bahwa kiamat belum segera datang pada abad ini akibat tidak ada lagi orang yang bersedia memperjuangkan Islam. Wallahualam, hanya Allah Yang Mahatahu kapan tepatnya kiamat akan terjadi.

Tidaklah berlebihan apabila kita memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada generasi muda Muslim sekarang yang terus gigih melakukan perjuangan di tengah semakin gencarnya tekanan dari kalangan non-Muslim. Mereka, khususnya Barat, seperti tidak pernah berhenti mencari celah dan menunggu momentum umat Islam berbuat kesalahan dan anarkis. Begitu umat Islam terjebak, telunjuk mereka secara beramai-ramai akan menunjuk muka umat Islam sembari berteriak, “Terorissss…!”

Anton Winardi dalam bukunya Konsep Negara & Gerakan Islam Baru — Menuju Negara Modern Sejahtera telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi penggambaran peta perjuangan dakwah kaum Muslimin, baik yang berjuang melalui pembentukan partai politik maupun pembentukan organisasi massa dan LSM. Anton berhasil secara apik melukiskan peta perbedaan maupun kesamaan antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir (HT).

Apresiasi banyak diberikan kepada para aktivis PKS dan HT. Mereka pada umumnya digambarkan sebagai generasi muda yang sangat peduli terhadap Islam dan menyadari sepenuhnya posisi kaum Muslimin yang sehasta demi sehasta dan sejengkal demi sejengkal menjadi kacung dan akhirnya menjadi “bancakan” masyarakat Barat. Kesadaran ini sangat penting, mengingat sejak bangsa Indonesia berkenalan dengan bangsa Barat empat abad yang lalu, mereka senantiasa memperlakukan bangsa ini tak lebih sebagai budak dan sapi perahan. Selama berabad-abad, mereka menjajah Indonesia dan negara-negara dunia ketiga. Lepas dari penjajahan secara teritorial, mereka kemudian memasang perangkap dengan berbagai pinjaman dan utang, sehingga pada akhirnya semua kekayaan milik bangsa ini mereka kuasai tanpa menyisakan sedikit pun untuk rakyat, kecuali kesengsaraan dan penderitaan. Tak pernah ada niat baik dari mereka kecuali mengajak masyarakat dunia ketiga masuk ke dalam lubang kadal sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad saw. >> Selengkapnya…

Penyelesaian yang diusulkan untuk mengubah dampak pemanasan global dengan menyemprotkan partikel sulfat ke dalam stratosfer bumi justru berpotensi membuat keadaan jauh lebih buruk. Pasalnya, usaha mendinginkan bumi dengan menciptakan sejenis penghalang sinar matahari itu akan membuat lubang ozon kian membesar. ”Studi kami memperlihatkan bahwa jika sulfur masuk ke atmosfer, kita akan menghadapi penipisan ozon yang lebih besar dibandingkan sebelumnya,” ujar Simone Tilmes dari National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colodaro.

Studi yang telah dipublikasikan di jurnal Science edisi terbaru itu berawal dari ide untuk menyuntikkan sulfur. Ide ini diusulkan oleh sejumlah ilmuwan cuaca sebagai bagian penyelesaian yang potensial bagi pemanasan global. Tilmes mengungkapkan, gagasan tersebut dimaksudkan untuk meniru dampak letusan besar gunung berapi. Letusan semacam itu di waktu lalu telah mengirim asap sulfur penghalang sinar matahari ke lapisan atas atmosfer yang dikenal dengan nama stratosfer sehingga mendinginkan temperatur bumi. Ozon di stratosfer menyediakan lapisan pelindung jauh di atas permukaan bumi dan mencegah radiasi berbahaya sinar matahari.

Lapisan ozon di Kutub Selatan telah menipis terus-menerus, sehingga menciptakan lubang musiman di atas Kutub Selatan. ”Kami mengetahui bahwa partikel akan menghasilkan pendinginan planet ini,” ujar Tilmes. Namun demikian, kata Tilmes, pendinginan semacam itu dapat menimbulkan dampak yang tak diinginkan. Ia menambahkan, penyuntikan sulfat dapat bereaksi dengan gas klorin di wilayah kutub yang dingin, sehingga memicu reaksi kimia yang akan menambah tipis lapisan ozon di atmosfer.

Tilmes dan rekannya mengkaji secara khusus dampak dari rencana untuk memperbaiki lubang di lapisan ozon di atas wilayah kutub. Mereka menyimpulkan bahwa penyuntikan sulfat secara rutin selama masa beberapa dasawarsa mendatang akan merusak antara seperempat hingga tiga perempat lapisan ozon di atas Kutub Utara.

Di Kutub Selatan, rancangan penyuntikan sulfat akan menunda pemulihan lubang ozon selama 30 hingga 70 tahun, atau setidaknya hingga dasawarsa terakhir abad ini. Tilmes dan rekannya menggunakan pengukuran melalui komputer. ”Tapi, temuan ini tak menutup pintu bagi gagasan pendinginan buatan planet ini dengan cara itu. Kami hanya mengibarkan bendera peringatan,” jelasnya. (Republika)

Oleh Hadi S Alikodra

Pencurian kayu oleh ‘mafia kayu’ Malaysia kini ramai dibicarakan di Jakarta. Indonesia kesal terhadap sikap Pemerintah Malaysia yang pura-pura tidak tahu perbuatan para pengusaha kayunya, padahal pengusaha kayu lapis dan furnitur asal negeri jiran itu tengah naik daun. Ironisnya, buruh pabrik pengolahan kayu itu sebagian besar adalah warga negara Indonesia (TKI). Aneh, para pencuri justru mempekerjakan ‘pemiliknya’.

Sudah lama para pemerhati kehutanan mengetahui kerusakan hutan di Kalimantan, antara lain dipicu pencurian kayu yang dicukongi oknum pengusaha di Malaysia.

Namun, aparat keamanan sulit sekali menangkap para pencuri kayu dari Malaysia. Di pihak lain Kalbar dan Kaltim yang paling berdekatan dengan Malaysia tampaknya kurang antusias memberantas para pembalak liar tersebut. Aksi tersebut telah merusak sejumlah taman nasional, misalnya Taman Nasional Meratus, Tanjung Puting, Gunung Palung, Danau Sentarum, Betung Kerihun, dan Kayan Mentarang. Rusaknya taman nasional ini tidak saja merugikan Indonesia, tapi juga merugikan dunia ilmu pengetahuan.

Setelah banjir sering melanda wilayah Kaimantan, belakangan perhatian Jakarta terhadap kerusakan hutan di Pulau Borneo makin besar. Wapres Jusuf Kalla, misalnya, sempat kesal terhadap maraknya pembalakan liar di Kalimantan. Bahkan belum lama ini, Kapolri Sutanto dan Menhut M.S. Ka`ban meninjau langsung lokasi penangkapan 21 kapal pembawa kayu ilegal di kawasan Ketapang, Kalbar pekan pertama bulan ini. Yang mengejutkan, ada dugaan kasus penangkapan ini melibatkan orang penting di Kalbar.

Saat ditangkap, kapal bermasalah itu mengangkut 12.000 m3 kayu curian sehingga negara dirugikan sedikitnya Rp280 miliar. Menurut rencana kayu ilegal itu akan dibawa ke Serawak. Polisi sudah menutup enam lokasi pengolahan kayu. Di sana ditemukan tumpukan kayu olahan. Kapolri dan Menteri Kehutanan sepakat kasus tersebut harus diselesaikan secara hukum hingga ke akarnya.

Malaysia adalah negara pengekspor utama kayu tropis dunia. Negeri serumpun yang punya hutan produksi 11,8 juta hektare itu mampu mengekspor kayu yang sangat besar ke Uni Eropa, yaitu 5 juta meter kubik kayu bulat dan 3 juta meter kubik kayu gergajian tiap tahun. Malaysia juga mengekspor kayu tropis ke China sebesar 4,5 juta meter kubik per tahun.

Prestasi Malaysia sebagai pengekspor kayu tropis yang amat besar itu patut dipertanyakan. Lebih heran lagi, belakangan China juga tumbuh menjadi pengekspor kayu tropis ke Eropa, Amerika, dan Jepang.

Pertanyaannya, dari mana asal kayu tropis China? Greenomics, lembaga kajian kehutanan independen di Jakarta, sangat menyayangkan kenapa AS, Eropa, dan Jepang percaya saja bahwa kayu tropis dari China itu memenuhi standar internasional, dalam arti kayu tersebut diperoleh dari hutan produksi lestari, padahal kedua negari itu tidak mempunyai hutan tropis yang luas dan mampu menghasilkan produk kayu tropis sebanyak itu.

Amerika, misalnya, mengimpor kayu tropis dari China dan Malaysia sebesar US$23,3 miliar per tahun, Uni Eropa US$13,2 miliar, dan Jepang US$11,8 miliar. Dari mana kayu tropis yang diekspor Malaysia dan China tersebut?

Memilih diam

Melihat maraknya pencurian kayu dari Indonesia, AS, Eropa, dan Jepang seharusnya curiga. Akan tetapi, mereka memilih diam. Karena itu, Greenomics menuduh negara-negara maju munafik.


>> Selengkapnya…

Oleh Edy A. Effendi

Angin pagi dan rintik hujan membasahi lapangan Simpruk, Kompleks Pertamina, Kebayoran Lama. Sosok lelaki berbadan tegap itu menatap dengan nanar lapangan sepak bola yang dilumuri rintik hujan. Dia biarkan kumis dan jenggotnya tak beraturan, dengan tinggi badan 175 cm dan berat 65 kg. Juga rambutnya yang panjang.

“Kita pulang saja. Cuaca tak memungkinkan kita latihan pagi ini,” ujarnya lirih, sambil membuka pintu mobilnya. Mobil Troover tahun 1992 warna metalik itu pun bergerak perlahan. Dan di antara deru mesin mobil, juga tegur sapa para penjaja koran, sayup-sayup terdengar nyanyian:

Hutanku rusak langitku bocor makanan yang aku makan tercemar … Suara dalam lirik lagu Hijau yang agak berat dan parau itu keluar dari lelaki bernama Virgiawan Listanto , yang lebih dikenal dengan Iwan Fals itu.

Lagu dan album Hijau itu, yang ia buat hanya beberapa jam, konon album termahal yang pernah ada dalam industri musik kita. Kabarnya album Hijau itu laku Rp 300 juta. “Entahlah. Aku nggak tahu kalau sudah masuk ke persoalan itu. Laguku laku atau tidak, itu soal kedua. Yang pertama, fungsiku mencipta dan menyanyikannya,” tutur Iwan ketika didesak soal kebenaran angka jutaan pada album Hijau.

Sosok Iwan Fals memang tak bisa lepas dari rimba perbincangan musik Indonesia kontemporer. Terutama syair yang ia tebarkan ke wilayah publik, yang selalu diwarnai kegalauan, kegamangan jiwa, dan pemberontakan hati nurani yang tulus terhadap gejolak yang ada di sekitarnya. Dan respons yang ia berikan, adalah jelmaan dari pengembaraan hati nurani yang jujur, tanpa pretensi dan gangguan beban dari kekuatan yang ada di sekelilingnya.

Maka, tak heran, akibat kejujuran yang ia sebar melalui syair-syairnya itu, Iwan sering berbenturan dengan “tembok-tembok kekuasaan”. Ia pun “dicekal” di mana-mana. Puncak perbenturan itu terjadi pada 1989, saat tur pertunjukkan 100 kota Iwan digagalkan oleh Kapoltabes Palembang.

Air mata Iwan pun menggenang saat membuka lembaran kelabu di tahun 1989 itu. Dan ia mendesah dengan suara yang agak parau, “Buatku sungguh aneh. Aku kan cuma bawa gitar kayu dan tali senar. Tak ada bahayanya dibanding tank,” ujarnya ketika menutup pintu mobil, sambil mempersilakan kami berbincang di ruang tamu rumahnya, di kawasan Bintaro. Di Garasi rumah itu, tampak mobil lain Iwan, Daihatsu Taft, warna biru.

Pemegang Dan II Karate ini cuma ingin bersaksi bahwa lirik lagu yang ia ciptakan bukan anggur atau jeantonic yang dapat memberikan kenikmatan bagi peminumnya, melainkan hanya setetes air putih –penyuci akal yang tanpa hati. Dan ia tak berpretensi apa-apa. “Kalau mau dicekal, silakan saja. Tapi itu tidak akan mence~kal imajinasi dan kreativitasku,” papar Iwan dengan nada tegas.

Bagi suami Rossana (36), serta ayah Galang Rambu Anarki (14) dan Anisa Cikal Rambu Bassae (11), kejadian itu memberikan kekuatan baru dalam menapaki garis hidup yang ia tempuh –garis hidup di jalur musik. Sosok yang pernah diklaim sebagai Bob Dylan-nya Indonesia ini makin yakin bahwa musik adalah sesuatu yang serius dan penuh dengan irama kehidupan yang menghentak.

Ziarah Batin. Kehidupan jalanan membawa Iwan terdampar di setiap lembah yang penuh kemuraman. “Aku sempat terbuai minuman, mabok-mabokan, dan ganja. Tapi itu dulu. Hanya saja aku selalu menemukan jalan keluar. Hubunganku dengan Dia lebih kuat dari semuanya. Aku bisa nangis dan sujud sama Dia,” ujar Iwan. Sekarang? “Ya, tidak rutin-lah. Sekarang perutku agak tidak tahan dengan minuman.”

Iwan merasakan betul sentuhan batin Rendra. “Aku lebih baik dibilang terpengaruh Mas Willy (panggilan akrab Rendra –Red. ) ketimbang siapa pun, termasuk Bob Dylan.” Iwan memang pernah terlibat di Bengkel Teater Rendra. Menurut Iwan, “Mas Willy dan teman-teman Bengkel Teater juga memberi ingatan perihal detail dan soal kedalaman pada lagu-laguku.”

Memasuki paruh tahun 1990-an, Iwan kelihatan makin “alim”. “Aku mulai shalat. Meski masih cemang-cemong (bolong-bolong), ya.. paling tidak shalatku merupakan bagian kontemplasiku,” ungkap penyanyi yang menjadi idola anak muda ini. Hanya saja, sampai sekarang, menurut pengakuan Iwan, ia masih sulit bangun pagi untuk shalat Subuh.

“Yos –panggilan sang istri– yang rajin shalat. Bahkan, untuk kegiatan lain, seperti setiap Senin sore, di rumah ada guru mengaji, aku nggak ikut. Hanya Yos, Galang, dan Cikal saja. Kalau aku ikut, bisa-bisa aku yang ngajarin guru ngaji untuk nyanyi,” ucapnya, diiringi derai tawa dan kepulan asap rokok kretek Djarum 76-nya.

Dunia Ngamen. Lewat pergulatan panjang dan benturan-benturan hidup yang dilaluinya, Iwan Fals, yang dilahirkan 3 September 1961 di Jakarta, dan menikah pada usia 19 tahun, menjalani hidup penuh kontroversi.

Anak kelima dari sembilan bersaudara pasangan Kol (Purn.) Harsoyo dan Lies ini meminati dunia tarik suara sejak masa kanak-kanak. Harmonika yang diberi oleh uyut , neneknya ibu, adalah awal perkenalan Iwan dengan perangkat musik. Ia pun menyanyi dan mencipta syair lagu ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Tamat SD, ia sempat mukim di Jeddah, selama 9 bulan, mengikuti orang tua angkat. “Aku sempat sekolah di sana. Muridnya cuma tiga. Karena muridnya sedikit, aku nggak bisa nyontek . Bosan, dan akhirnya kembali ke Indonesia,” papar Iwan sambil bercanda.

Di bangku SMP 5 Bandung, gitar hadiah orang tuanya juga memberi andil dalam perjalanan hidup Iwan. “Dunia ngamen aku jalani ketika masih duduk kelas satu SMP. Itu karena uang saku bulanan cuma Rp 10.000. Itu kurang sekali waktu itu. Terpaksa ngamen . Dari pagi sampai magrib bisa dapat Rp 4.000. Lalu keterusan,” aku Iwan mengenang masa lalunya.

Suatu ketika ia ngamen di kompleks Akabri, Jalan Sahardjo, Jakarta, di saturumah yang ramai oleh ibu-ibu arisan, Iwan tersentak. Ternyata ibunya salahsatu dari peserta arisan di kompleks Akabri tersebut. Ia pun dihardik.

Namun ayahnya mendukung aktivitas Iwan. “Aku dapat dukungan dari Bapak, meski mulanya dia juga nggak suka. Dia nanya , apa aku yakin dengan jalan hidup yang kuambil. Aku bilang, ‘Ya.’”

Usai SMP, Iwan sempat mengenyam SMA di Yogyakarta, meski akhirnya menyelesaikan di ibu kota pada tahun 1979. Dan ngamen jalan terus. “Aku pernah disiram kopi panas, ketika ngamen di daerah Bandung. Ya.. aku terima saja. Kita kan nggak diundang. Harus siap menghadapi risiko,” kenang Iwan sambil mengumbar senyum.

Iwan pun sempat menikmati bangku kuliah di Sekolah Tinggi Publisistik, Jakarta (kini IISIP) –tak selesai– sembari terus ngamen . Sejak di sarang wartawan inilah namanya mulai menghiasi halaman media massa. Dan album pertamanya, Oemar Bakri (1981), meledak.

Suara azan di siang hari ikut serta menyemarakkan perbincangan kami. Yos bergegas ke kamar mandi, membasuh wajah dan menyucikan bagian badannya yang lain, untuk shalat Zuhur. Cikal pulang sekolah. Dan Galang, sudah empat hari tak terlihat di rumah. Dua pembantunya, mondar-mandir. Sementara di luar rumah, dua orang pekerja kebun memunguti daun-daun yang berserakan di taman, sambil memangkas ranting-ranting pohon.

“Meski rumah kontrakan, aku betah. Insya Allah, enam bulan lagi kami pindah ke rumah sendiri, di Desa Leuwiang, Pondok Gede,” ungkap Iwan, yang sedang membangun rumah bertingkat dua di area tanah seluas 3.000 meter. Ia ingin tenang menjelang pemilu. Menyaksikan perubahan. “Banyak orang bilang aku Golput. Padahal setiap pemilu, aku tusuk semua gambar kontestan yang ada. Karena kebetulan aku suka warna dasar kuning, hijau, dan merah…,” gurau Iwan, menutup perbincangan kami.(Rileks.com)

Next Page »