Mei 2008


Aurora-Alaska

Mempunyai blog di internet dan selalu rutin mengirim tulisan ke sana, diyakini efektif melatih keterampilan menulis dan menganalisis. Keterampilan tersebut sangat berguna, namun juga mesti dikembangkan agar memberi manfaat ke orang lain.

Hal itu dikemukakan Yahya Kurniawan, penulis buku komputer yang juga pembuat blog (blogger) di sela-sela workshop How To Make A Blog, di Jogja Expo Center (JEC), Jumat (30/5).

“Kalau rutin mengisi blog, kita lambat laun terlatih menulis, baik informasi maupun opini-opini. Selain itu, kita bisa mendapat banyak manfaat. Misalnya membuka blog dari seorang pakar yang tulisannya tentang meluruskan sebuah isu,” ujar Yahya. (KOMPAS tekno)

Inilah sisi positif menjadi seorang Blogger. Sangat dianjurkan untuk dipahami oleh mereka yang membenci Blogger atau yang menganggap Blogger = Hacker = Cracker.
Selamat berblogger ria !


سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا إنه هو السميع البصير

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Al Israa’ : 1)

“Glory to (Allah) Who did take His servant for a Journey by night from the Sacred Mosque (Al Masjidil Haram) to the farthest Mosque (Al Masjidil Aqsa), whose precincts We did bless,- in order that We might show him some of Our Signs: for He is the One Who heareth and seeth (all things).” (Al Israa’ : 1)

Tidak terasa sudah tiga bulan lebih membuat Blog di WordPress (dot) com ini. Karena berbagai alasan (termasuk menghemat energi) sementara postingan di weblog/website ini saya hentikan dulu. Terima kasih kepada anda yang telah mengunjungi atau nyasar ke Blog saya ini. Sementara hanya akan terjadi update pada bagian Al Qur’an dan Indeks Surat saja.

Terima kasih..

Oleh Renny H.Y.R.

PADA zaman dulu kita kenal empat kategori penyakit, yaitu penyakit anak-anak, penyakit orang tua, penyakit orang miskin, dan penyakit orang kaya. Penyakit anak-anak yang terkenal adalah cacar air, gondongen, cacingan dan kutuan. Penyakit orang tua adalah pikun, tidak bisa berjalan, dan TBC. Sementara penyakit orang miskin adalah gatal-gatal, borok-borok, dan kurang gizi. Penyakit orang kaya yang sering kita dengar adalah jantung dan darah tinggi. Tidak pernah terpikir bahwa kategori ini akan menjadi terbalik-balik di zaman modern ini.

Simak saja. Penyakit orang kaya saat ini adalah borok-borok, terutama orang kaya yang jadi pejabat. Akan tetapi, diagnosisnya bukan dibuat oleh para dokter, melainkan oleh ICW atau KPK. Selain borok-borok, orang kaya juga kurang gizi akibat terlalu sering makan enak. Lalu muncul kumpulan gejala penyakit baru yang disebut sindrom metabolik yang ditandai dengan lingkar perut yang membesar (obesitas perut), darah tinggi, gula darah tinggi (diabetes melitus/DM), dan hiperkolesterol. Akibat penyakit tersebut, mereka harus diet. Jadinya ironis, secara finansial mereka mampu, tetapi tubuhnya tak mau menerima lagi.

Pergeseran

Para pakar berkumpul di hotel berbintang lima untuk mendiskusikan fenomena ini dan mencari obat yang paling canggih untuk mengobatinya. Para mikroba (bakteri, virus, protozoa, dll.) berpacu dalam melodi untuk menemukan kiat-kiat menghadapi obat-obatan mutakhir buatan manusia. Mereka lebih berhasil karena lebih mudah mencapai kata sepakat dibanding manusia. Akibatnya, penyakit seolah “bandel”, mengalami perubahan pola serangan, gejala, dan respons pengobatan.

Menurut data buku Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2005, usia harapan hidup penduduk mulai bergeser. Kalau dulu tahun 2001 adalah 71 tahun, pada tahun 2005 menjadi 72,56 tahun. Semakin tinggi usia harapan hidup akan terjadi pergeseran pola penyakit menjadi penyakit degeneratif (penyakit akibat penuaan) dan berakibat pada peningkatan pola pembiayaan kesehatan.

Pergeseran morbiditas penyakit ini diikuti dengan kenaikan konsumsi obat-obatan canggih yang cukup tinggi menyedot biaya. Celakanya, banyak dokter yang belum “sadar biaya”. Contoh yang paling mudah, tak sedikit dokter yang tidak tahu berapa sebenarnya harga 10 buah antibiotik generik golongan Ciprofloxacin (Rp 3.400,00) dibanding dengan 10 buah antibiotik paten dengan isi yang sama merek X yang berharga puluhan kali lipat (Rp 120.000,00).

Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, tentunya akan menambah kronis penyakit masyarakat.

Penderitaan ini akan bertambah parah apabila ditambah ketidakpedulian dokter terhadap pilihan obat dan pemeriksaan penunjang medis (laboratorium, radiologi, dll.) bagi pasien. Sudah dapat dipastikan, kenaikan BBM akan memicu kenaikan-kenaikan lainnya antara lain kenaikan harga barang, bahan, jasa, dan yang utama kenaikan tekanan darah.

Balada Apandi

Apandi adalah penduduk Babakan Duri. Dia mengeluh susah dan nyeri buang air kecil. Dengan obat tradisional, Apandi tak kunjung sembuh bahkan sudah dua hari tak dapat kencing sama sekali. Oleh keluarganya, Apandi segera dilarikan ke rumah sakit terdekat dan dipasangi selang/kateter sebagai alat bantu kencing. Kemudian dokter menyarankan untuk dilakukan operasi karena ada batu di saluran kencingnya. Faktor biaya menjadi beban berat bagi Apandi. Tukang tambal ban ini tercatat sebagai penduduk miskin.

Rumah sakit terdekat adalah rumah sakit (RS) swasta, maka Apandi dihadapkan pada dua pilihan. Segera pindah RS atau mencari dana jutaan untuk operasi. Dengan kateter terpasang di saluran kencing, Apandi terpaksa menyewa angkot untuk pindah ke RS lain yang seharusnya dapat menerima orang miskin. Namun sayang, Apandi ditolak karena kamar bagi orang miskin di RS yang ditujunya hanya sedikit dan itu pun sudah penuh.

Apandi terpaksa melakukan road show ke beberapa RS. Tentu saja ini membutuhkan biaya tersendiri, belum lagi dalam kondisi demikian, Apandi tidak dapat menambal ban dan tetap harus menanggung ongkos berobat. Praktis ibarat ban sepeda, Apandi benar-benar kempis, menempel satu sama lain, baik saku, kulit, maupun tulangnya.

Berbekal surat miskin saja, walau lengkap, ternyata belum aman. Pergantian prosedur penanganan orang miskin tidak hanya membuat bingung orang miskin, tetapi juga RS. Soalnya, RS di kota harus membuat MoU dulu dengan kabupaten untuk dapat melayani orang miskin dari kabupaten. Bila tidak, klaim tagihan tidak dapat dibayarkan.

Masih banyak Apandi-Apandi lain yang miskin, yang menderita kelumpuhan sekeluarga atau kutil liar di sekujur tubuh, atau kelainan katup jantung. Hal ini membuat kita tercenung, mengapa penyakit orang miskin sekarang aneh-aneh?

Penolakan

Bagi orang miskin yang nomaden, jalan panjang harus ditempuh untuk dapat mencicipi pelayanan Askeskin yang sekarang telah berganti nama, prosedur, dan alur penanganannya.

Pengalaman di lapangan memperlihatkan, di samping persyaratan administratif yang tidak lengkap, penolakan klaim dapat terjadi apabila setelah diklarifikasi oleh yang berwenang terdapat perbedaan persepsi terhadap diagnosis, terapi, atau tindakan medis yang berakibat pada besaran nilai rupiah klaim. Ada RS yang memang nakal menggelembungkan klaim sampai miliaran rupiah, tetapi ada pula RS yang semula berniat tulus untuk membantu melayani orang miskin. Namun, karena muncul penolakan klaim akibat berbagai sebab dan perhitungan tarif yang rendah akhirnya membuat RS jera berhubungan dengan pelayanan bagi orang miskin.

RS kerap diancam untuk dibubarkan apabila tidak mau melayani orang miskin. RS pemerintah sibuk membangun paviliun bertingkat bak apartemen mewah yang tentunya bukan untuk menampung rakyat miskin. RS swasta lebih suka merujuk ke RS pemerintah daripada bermain pingpong atas klaim tagihan yang ujung-ujungnya menjadi piutang tak tertagih atau piutang macet. Walhasil? Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, orang miskin tidak boleh sakit!***

Penulis, Direktur Pelayanan Kesehatan PT CMP-RS Pindad. (Pikiran-Rakyat)

Intel Corporation, produsen processor komputer terkemuka dunia, siap membantu program pengadaan komputer murah dan hemat energi di Indonesia. Komitmen itu diungkapkan Craig Redford Barrett, chairman Intel, saat bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden kemarin (15/5).

Setelah pertemuan, Barrett mengungkapkan kegembiraannya bisa menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Intel dan Depdiknas soal pengadaan komputer murah dan hemat energi.

“Kami menghasilkan kerja sama yang sangat baik untuk memperbesar kapasitas komputer dan pembelajaran komputer untuk dunia pendidikan di Indonesia,” kata Barret.

Menurut Barret, dalam pertemuan tersebut, didiskusikan prospek komputer-komputer murah yang diluncurkan pada Juni nanti. “Kami akan membantu pengadaan processor untuk program tersebut,” ujar Barrett.

Saat bertemu dengan presiden, Barrett didampingi, antara lain, Country Manager Intel Indonesia Budi Wahyu Jati dan Business Development Manager Intel Indonesia Arya Sanjaya. SBY didampingi Mensesneg Hatta Radjasa, Seskab Sudi Silalahi, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkominfo Mohammad Nuh, dan Kepala BKPM M. Lutfi.

Mohammad Nuh menambahkan, untuk pengadaan komputer murah tersebut, pemerintah menyediakan anggaran Rp 1 triliun. Ini khusus komputer murah bagi sekolah-sekolah. Harga komputer tersebut nanti dibandrol USD 200 atau sekitar Rp 1,85 juta. “Tendernya dibuka untuk pabrikan lokal di Indonesia. (Produk) ini tidak dijual untuk umum. Tidak ada di Glodok (pusat elektronik di Jakarta),” kata Nuh.

Anggaran Rp 1 triliun itu, ungkap Nuh, tidak mengusik dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang merupakan komponen bantuan langsung tunai (BLT) bidang pendidikan. Tapi, diambil dari pos pengadaan ATK (alat tulis kantor) Depdiknas.

Meski murah, kata Nuh, kualitas komputernya dijamin unggul. Processor-nya dibantu oleh Intel. “Nanti memakai processor Intel Atom yang larinya kencang, namun hemat energi,” ujarnya. “Software-nya dibantu Bill Gates secara gratis, memakai produk terbaru Microsoft,” tambah Nuh. (Jawa Pos)

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie mengatakan bahwa keputusan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) akan dilakukan setelah evaluasi kesiapan pelaksanaan bantuan langsung tunai (BLT) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu dikemukakan oleh Menko Kesra kepada wartawan seusai sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Rabu, yang berlangsung selama lebih kurang 10 jam, 11.00 WIB-21.30WIB.

“Presiden memberikan pengarahan agar program-program ini (BLT) dilaksanakan dengan baik,…dan meminta laporan program ini siap pada pekan ketiga bulan ini untuk dievaluasi sebelum menetapkan keputusan lain,” katanya. Lebih lanjut, Menko Kesra mengatakan evaluasi kesiapan program BLT akan dilakukan pada 23 Mei 2008.

Pada kesempatan itu Menko Kesra juga memaparkan bahwa dana yang disiapkan untuk BLT sebesar Rp14,1 triliun untuk tujuh bulan selama 2008 dengan sasaran 19,1 juta rumah tangga miskin yang masing-masing memperoleh sebesar Rp100 ribu per bulan. Program BLT tersebut diharapkan dilanjutkan selama 2009 setelah mendapat persetujuan DPR.

Keputusan menaikkan harga BBM diambil setelah kenaikan harga minyak dunia mengakibatkan tambahan subsidi BBM sebesar lebih dari Rp100 triliun. Kenaikan subsidi tersebut telah mempengaruhi keseimbangan postur APBN dimana subsidi BBM yang diterima masyarakat kaya mencapai Rp186 triliun karena 70% subsidi BBM dinikmati oleh 40% masyarakat terkaya

padahal program-program penanggulangan kemiskinan hanya Rp60 triliun.

Beberapa waktu terakhir di Indonesia telah muncul berbagai spekulasi kapan pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga BBM yang memicu terjadinya kelangkaan BBM di sejumlah daerah dan kepanikan di kalangan masyarakat.

Menkokesra: Persiapan BLT Sudah Rampung

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Aburizal Bakrie memastikan persiapan BLT sudah rampung. Tinggal kapan dilakukan.

Kepastian itu dikatakan Menko Kesra Aburizal Bakrie, sesaat setelah Rapat Kabinet Paripurna dihentikan untuk istrirahat, makan dan Shalat Magrib, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/5). Rapat diskors selama satu jam dan dilanjutkan kembali pukul 19.00 WIB.

Dikatakan Ical, sapaan Aburizal, syarat utama kelancaran bantuan langsung tunai (BLT) pertama, pencetakan kartu, dan kapan diberikannya. “Kartu sudah siap. Tinggal kapan diberikan kepada yang terkait,” kata Ical.

Tetapi, Ical mengingatkan, tidak hanya BLT yang menjadi fokus pemerintah, juga adanya penambahan penerima raskin. Yakni, untuk TNI/Polri yang masuk golongan di bawah tamtama, PNS yang masuk dalam golongan rendah, atau golongan satu dan dua.

“Jadi minimal ada 19,1 juta KK yang terima BLT dan ditambah 5 juta KK penerima raskin,” ungkap Ical.

Berapa besaran BLT, Ical belum bisa memastikan. Apa jumlahnya masih Rp100 ribu atau lebih. Karena masih dibahas intensif. Saat ini, lanjut Ical, pemerintah juga menfokuskan bagaimana mengentaskan kemiskinan. Ada tiga program pengentasan kemiskinan. Pertama, cluster keamanan sosial, kedua, cluster pemberdayaan sosial, dan ketiga, cluster usaha mikro kecil

Dijelaskan Ical, cluster pertama itu ada bos (bantuan operasional sekolah), raskin (ada tambahan baru penerima raskin).

“Cluster ini, yaitu BLT dan penambahan jumlah penerima raskin. Prinsipnya, sebanyak mungkin uang untuk cluster pertama ini,” kata Ical.

Cluster kedua, lanjutnya, PNPM Mandiri (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri). Pemerintah memasukan PNPM Mandiri dalam anggaran 2008/2009 sebanyak Rp13,5 triliun, termasuk kredit usaha rakyat (KUR). “Kita harapkan jumlahnya akan bertambah menjadi Rp14 triliun, sejak dicanangkan jumlah KUR mencapai 400 ribu kreditor,” harap Ical. (Media Indonesia)

Oleh Adi Junjunan Mustafa

Allah swt menyatakan bahwa Dia akan mengangkat beberapa derajat kedudukan sebagian orang-orang beriman dan orang-orang yang menggali ilmu (QS. Al Mujadilah:11). Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Di balik kewajiban ini ada jaminan pahala dan kedudukan mulia bagi mereka yang menjalankannya. Bagaimana tidak, dengan ilmulah umat manusia akan dapat memecahkan berbagai masalah kehidupan. Dengan ilmu pula manusia akan memperoleh kesejahteraan dalam hidupnya [1]. Maka amat mulialah mereka yang terus-menerus gigih menggali ilmu untuk kemashalahatan umat manusia.

Diantara profil pembelajar yang luar biasa adalah Imam Syafi’i [2]. Beliau adalah salah satu dari empat imam dalam mahdzab fiqih Islam, yang pemikirannya hingga saat ini menjadi ilmu yang terus bermanfaat bagi umat Islam dan umat manusia pada umumnya.

Imam Syafi’i terlahir dalam keadaan yatim pada tahun 150H. Kehidupan beliau di masa kecil relatif sulit. Akan tetapi beliau sudah hafal Qur’an pada usia 9 tahun. Imam Syafi’i pun tetap gigih belajar ilmu tafsir dan ilmu hadits kepada para imam/ulama di Makkah, seperti Imam Sufyan bin Unayyah dan Imam Muslim bin Khalid al-Zinji [3]. Untuk mencatat ilmu yang dipelajarinya, beliau sering memungut kertas-kertas bekas di kantor pemerintahan kala itu. Pada akhirnya catatan-catatan ini pun tidak lagi beliau perlukan, sebab dengan kebulatan tekadnya beliau berhasil menghafal semua ilmu yang beliau pelajari.

Pada usia 15 tahun Imam Syafi’i sudah memiliki ilmu yang amat mendalam, hingga sudah memperoleh ijazah untuk memberikan fatwa bersama para imam di Masjidil Haram. Beliau ditawari menjadi mufti di Makkah, tetapi menolak. Bahkan beliau sampaikan kepada para gurunya untuk mengijinkan beliau belajar ke Madinah, untuk berguru kepada Imam Malik yang amat termashur. Para guru dan juga Walikota Makkah pun merestui keinginan Imam Syafi’i. Imam Syafi’i memang memiliki obsesi untuk menjadi murid penulis kitab Al-Muwaththa yang amat terkenal. Bahkan sebelum beliau berangkat ke Madinah, dengan meminjam kepada sahabatnya, beliau telah berhasil menghafalkan al-Muwaththa di luar kepala [4]. >> Selengkapnya…

Berbahan Pengawet Thimerosal, Dituding Sebabkan Autisme
Pemberian vaksin kepada anak-anak yang bertujuan meningkatkan kekebalan tubuh malah dirasa bermasalah. Ibu-ibu di Amerika Serikat merasa bahwa vaksin dengan bahan pengawet thimerosal yang diberikan kepada anak-anak mereka telah memicu sindrom autisme.

Thimerosal adalah senyawa organomerkuri. Di AS, thimerosal biasa digunakan untuk antiseptik dan antifugal. Kandungan merkuri thimerosal bisa mencapai 49 persen.

Ibu-ibu yang merasa dirugikan kemarin mengajukan gugatan ke pengadilan. Pengacara mereka berusaha menunjukkan bahwa bahan pengawet yang menggunakan merkuri dapat memicu gejala autisme.

Sebagai bukti nyata, seorang anak laki-laki dari Portland, Oregon, akan menjalani serangkaian tes untuk membuktikan hal itu. Pengacaranya menyatakan bahwa bocah tersebut sebelum divaksinasi dalam kondisi sehat, bahagia, dan normal.

Tapi setelah divaksinasi dengan thimerosal, kondisinya mengalami kemunduran. Jika hal itu terbukti benar, ratusan keluarga tersebut akan mendapatkan uang kompensasi.

Secara keseluruhan, hampir 4.900 keluarga telah mengajukan klaim ke Pengadilan Federal AS (pengadilan yang menangani klaim melawan pemerintah AS, Red). Mereka menyatakan bahwa vaksin tersebut menyebabkan autisme dan masalah-masalah saraf pada anak-anak mereka.

Pengacara dari keluarga yang mengajukan gugatan menyatakan bahwa mereka akan menunjukkan bukti bahwa suntikan vaksin yang mengandung thimerosal menyebabkan endapan merkuri di otak. Zat merkuri tersebut telah membangkitkan sel otak tertentu yang memicu autisme sehingga anak cenderung acuh. “Di beberapa anak, ada cukup merkuri untuk membuat pola neuroinflammatory kronis yang dapat memicu penyakit autisme regresif,” ujar Mike Williams, salah seorang pengacara para ibu tersebut.

Badan ahli khusus dari pengadilan telah menginstruksi penggugat untuk melakukan tes untuk membuktikan teori penyebab autisme tersebut. Mereka juga menunjuk tiga ahli untuk menangani kasus itu.

Tiga kasus di kategori pertama pernah didengar dan diajukan tahun lalu, namun sampai saat ini belum ada keputusannya. Kasus yang disidangkan kemarin difokuskan pada teori kedua tentang penyebab autisme.

Teori tersebut menyatakan bahwa thimerosal yang terdapat dalam vaksin menyebabkan autisme. Para pengacara keluarga itu berharap bisa meyakinkan para ahli bahwa thimerosal menyebabkan peradangan yang memicu autisme regresif.

Namun, banyak di antara anggota komunitas medis merasa skeptis terhadap klaim tersebut. Mereka takut klaim itu akan mengakibatkan beberapa orang tidak melakukan vaksinasi atas anak-anaknya. “Yang saya sayangkan adalah orang-orang yang antivaksin akan beralih dari satu hipotesis ke hipotesis berikutnya tanpa menengok kasus di belakangnya,” ujar Dr Paul Offit, direktur pusat pendidikan vaksinasi di rumah sakit anak Philadelphia.

Sebenarnya, beberapa tahun belakangan thimerosal telah dihilangkan dari standar vaksinasi anak-anak, kecuali dalam vaksin flu yang tidak dikemas dalam satu dosis. Pusat pengendalian penyakit AS (Centers for Disease Control/CDC) menyatakan bahwa vaksin flu yang mengandung thimerosal hanya tersedia dalam jumlah yang terbatas.

Pada 2004, institut obat-obatan di AS telah mengadakan penelitian tentang penggunaan thimerosal dalam vaksin. Berdasar penelitian tersebut, tidak ada bukti-bukti nyata yang menunjukkan bahwa penggunaan thimerosal dapat memicu autisme pada anak-anak.

Meski demikian, ratusan keluarga yang menuntut mempunyai pendapat berbeda. Berdasar pengalaman, anak-anak mereka menderita gejala autisme setelah pemberian vaksin dengan thimerosal tersebut.

Website yang dirilis pengadilan menunjukkan bahwa lebih dari 12.500 klaim telah diajukan sejak program vaksinasi dengan thimerosal pada 1987. Dari keseluruhan klaim tersebut, 5.300 klaim adalah kasus autisme dan lebih dari USD 1,7 miliar (Rp 15,7 triliun) telah dibayarkan. Website itu juga menyatakan bahwa saat ini lebih dari USD 2,7 miliar (Rp 24,94 triliun) dana yang berasal dari pajak pertambahan nilai telah disediakan untuk meng-cover jika terjadi masalah dalam program vaksinasi. (Jawa Pos)

Next Page »