Anda sangat lelah. Bahkan di meja kerja pun, Anda bisa tertidur lelap. Sebaliknya, saat Anda berbaring di tempat tidur pada malam hari justru sulit untuk memejamkan mata. Akhirnya Anda terbangun lebih cepat dan tidak mendapatkan tidur cukup.

Hal itu sangat umum dihadapi orang yang sulit tidur. Sehingga seringkali menjadi alasan untuk mengonsumsi obat tidur dan obat lainnya untuk mengatasi insomnia, kebiasaan ngorok, berjalan selagi tidur dan sebagainya.

Masalah tidur yang paling umum biasa disebut insomnia. Menurut National Institutes of Health masalah yang berkaitan dengan tidur tersebut menganggu sekitar 10% dari penduduk Amerika Serikat.

Sekitar setengah dari angka tersebut, akar penyebabnya adalah masalah penyakit termasuk dari sisi psikologis atau kebiasaan tertentu seperti minum kopi.

Ada beberapa hal perlu Anda ketahui mengenai tidur untuk membantu istirahat lebih baik, antara lain:

1. Tidur 7-8 jam per hari sudah mencukupi.

Sebagian besar orang berpikir bahwa kehilangan waktu tidur adalah hal yang biasa. Lembaga non profit National Sleep Foundation mengatakan, rata-rata kebutuhan penduduk Amerika Serikat tidur selama tujuh jam setiap malam dan hal itu tidak cukup. Sedangkan, studi dari University of Maryland
tahun ini mengungkap, kebiasaan penduduk untuk tidur sekitar delapan jam sangat mencukupi.

2. Kebutuhan tidur semakin sedikit seiring usia.

Manusia akan mati jika tidak tidur sama sekali. Para peneliti mengatakan, saat tidur maka tubuh akan memperbaiki proses biologis tubuh yang penting dan menyegarkan pikiran. Tahun 2007 lalu, World Health Organization mengungkap, giliran kerja pada malah hari dapat memicu permasalahan tidur. Mungkin menjadi penyebab kanker. Sebaliknya, penelitian terbaru mengungkap, semakin tua seseorang maka akan membutuhkan tidur yang makin sedikit.

3. Pilih kebiasaan tidur yang paling sesuai.

Tidur malam dengan beberapa sesi pendek atau satu waktu pendek, dibandingkan waktu tidur panjang adalah pilihan. Jenis tidur yang biasa disebut polyphasic sleep biasa terjadi pada bayi, orangtua dan beberapa jenis binatang. Untuk sebagian orang dewasa, mungkin lebih memungkinkan jika tidur secukupnya pada malam hari kemudian beristirahat beberapa saat di siang hari. Tes EEG pada otak manusia menunjukkan, kebutuhan untuk tidur pada dua waktu yaitu malam dan pada siang hari.

4. Kurang tidur mempengaruhi fokus Anda.

Bayi lumba-lumba tidur selama satu bulans sejak kelahirannya. Meskipun manusia tidak direkomendasikan seperti itu, namun jika seseorang tidak tidur selama satu hari maka kondisi tubuh dan emosinya akan terganggu serta kehilangan kemampuan untuk fokus dan mengambil keputusan. Bahkan dapat menjurus pada kecelakaan saat menjalankan mesin atau kendaraan.

Pada dasarnya ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar Anda dapat tidur nyenyak di malam hari, yaitu:

* Berangkat tidur pada jam yang sama setiap malam.
* Atur tempat tidur Anda senyaman mungkin agar dapat memperoleh tidur cukup minimal 7 jam.
* Hindari kafein, makanan berbumbu tajam, alkohol atau obat -obatan tertentu yang dapat mempengaruhi waktu tidur, minimal enam jam sebelum tidur.
* Lakukan rutinitas tertentu yang akan membuat Anda mengantuk sebelum naik ke tempat tidur.
* Matikan lampu atau cahaya yang mungkin mengganggu.
* Hindari kebiasaan menonton televisi, membaca atau makan di tempat tidur.
* Berolahraga secara teratur, namun hindari terlalu dekat dengan waktu tidur. (livescience.com/Republika)

About these ads