Iptek


Dengan menggunakan lembaran kaca yang diselimuti oleh cat organik para ilmuwan telah membuat satu alat kekuatan sinar matahari yang efisien dan praktis yang mereka yakini dapat membuat sumber energi baru yang murah dan sekaligus bersih tanpa polusi.

Para ilmuwan bersemangat untuk mencari alternatif sumber energi baru yang mengunakan sinar matahari sebagai sumber energi pengganti di masa mendatang.

Para ilmuwan menggunakan lembaran gelas kaca yang dilapisi dengan cat organik untuk mengkonsentrasikan sinar matahari di satu bidang tembak.

Cat organik tersebut mengabsorbsi sinar matahari yang terkumpul yang kemudian dipindahkan ke lapisan kaca yang membawa panas sinar matahari hingga ke bagian pinggir lapisan kaca membawa atau memindahkan sinar matahari ke jarak tertentu, demikian dikatakan oleh para peneliti.

Pada bagian tepi lapisan gelas kaca terletak sel-sel sinar matahari yang kemudian mengubah sinar matahari menjadi listrik.

“Jadi kami mengerjakannya hanya dengan menggunakan selembar kaca yang dilapisi cat organik diatasnya,” kata profesor elektro di MIT, Marc Baldo yang memimpin proyek penelitian tersebut.

“Pemikiran dasarnya adalah sinar matahari ditangkap lembaran kaca yang dilapisi cat organik . Cat itu kemudian berpindah ke bidang dipinggrir lembaran kaca . Jadi kami berpendapat dengan menggunakan metode itu kami dapat menggurangi biaya pembuatan listrik dengan menggunakan energi sinar matahari,” kata Baldo.

“Yang dibutuhkan hanyalah sel-sel sinar matahari yang berpindah ke bagian pinggir lembar kaca , sehingga kita dapat menghemat biaya listrik yang dihasilkan sinar matahari.

Lembar kaca yang digunakan adalah yang rata dan ringan sehingga dapat digunakan dalam panel sinar matahari yang dapat diletakkan di bagian atap atau digunakan sebagai jendela yang dapat membangkitkan tenaga listrik .

Para ilmuwan memperkirakan system yang mereka temukan dapat digunakan masyarakat luas dalam waktu tiga tahun mendatang dan dapat ditambahkan kepada sistem panel solar untuk menambah efisiensi sistem penghasil listrik mengunakan sinar matahari.

Sebagian peneliti MIT kini membentuk perusahaan yang berkantor pusat di Boston untuk mengembangkan pemasaran dan teknologi alat penghasil listrik menggunakan cahaya matahari. (Media Indonesia)


Mozilla secara resmi mengumumkan bahwa peluncuran aplikasi browser berbasis open-source Firefox 3 akan siap disuguhkan pada 17 Juni. Mozilla berharap pemecahan rekor terjadi pada hari yang diklaimnya sebagai Download Day tersebut.

Menurut pernyataan yang dipaparkan di website Mozilla Developer Center, seperti dilansir ZDnet, Minggu (15/6/2008), meskipun telah memakan waktu pengembangan hingga hampir tiga tahun, aplikasi ini setidaknya harus benar-benar siap pakai sebelum benar-benar diluncurkan.

“Setelah aktif lebih dari 34 bulan mengembangkan aplikasi ini, dan dengan kontribusi ribuan orang, kami sangat bangga untuk mengumumkan bahwa kami telah siap. Kami harap Firefox 3 bisa diluncurkan pada 17 Juni . Pakailah topi pestamu dan bersiap untuk download Firefox 3, browser web terbaik saat ini,” papar pihak Mozilla.

Mozilla mengaku sangat berharap untuk memecahkan rekor dunia Guinness pada hari peluncurannya sebagai aplikasi dengan download terbanyak dalam kurun waktu sehari. Hingga saat ini belum ada kategori tersebut, sehingga Mozilla akan lebih gampang menyandang rekor tersebut. Dikabarkan dalam kurun waktu 24 jam, Firefox 3 ditargetkan capai 1,6 juta kali download.

Di samping itu, Mozilla diketahui memiliki anggota komunitas sejumlah 175 juta yang terdaftar di spreadfirefox.com. Pada hari peluncurannya, seluruh anggotanya tersebut direncanakan untuk melakukan pesta download sekaligus memampang pengumuman tersebut di situs-situs dan blog. Tidak hanya itu, Mozilla juga mengatakan bahwa sekira lebih dari 43 ribu orang di Inggris telah siap men-download Firefox 3 pada hari peluncurannya..(Okezone)

Download Firefox 3.0

(D-software.org)

Oleh Siswantini

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sudah menyiapkan lima konsep untuk energi terbarukan, pengganti sumber energi bersumber dari bahan bakar minyak (BBM), seperti yang diarahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan dengan para periset konversi energi beberapa waktu lalu.

Menurut pakar konversi energi dari Deputi Jasa Ilmiah LIPI Jan Sopaheluwakan, ada lima konsep yang sudah dipersiapkan tahun lalu. ”LIPI bersama lembaga riset lainnya di antaranya BPPT, BATAN, akan menjadikan hidrogen dan metanol dalam satu paket. Saat ini LIPI lebih fokus dalam merancang produksi hidrogen dan metanol di Indonesia dalam jumlah besar, dan hargannya murah. Ini konsep pertamanya,” kata Jan belum lama ini.

Menurut Jan, produksi metanol di Indonesia lebih visibel, aman, dan dari segi pemasaran ada konsumennya. Demikian juga dengan infrastruktur juga sudah ada. Metanol yang akan diproduksi nantinya akan bersumber dari sampah, batu bara, dan limbah industri otomotif.

Jan mencontohkan hasil buangan batu bara di langit bisa ditangkap dan dijadikan hidrogen serta metanol, sehingga produksi emisi baru bara bersih tanpa karbon. Demikian juga dengan pengolahan sampah akan menghasilkan gas metan dan hidrogen yang potensial, yang nantinya akan dikonversi sebagai energi listrik.

”Pada dasarnya LIPI membuat konsep yang disesuaikan dengan konsep di setiap wilayah dalam konversi ini. Jakarta misalnya bisa membuat gas metan dan hidrogen dari sampah. Sedangkan daerah penghasil batu bara bisa memanfaatkan limbah yang dibuang itu menjadi metanol dan hidrogen. Kalau daerah yang banyak anginnya seperti NTT, cocoknya energi angin atau energi surya, dan sebagainya,” papar Jan.

Kedua, para periset energi juga telah memikirkan untuk membuat penyimpanan hidrogen dan metanol dalam skala besar, termasuk distribusi dan pemasarannya. ”Kapasitasnya belum selesai dihitung, namun saya yakin cukup besar, karena jumlah sumber energi alternatif di Indonesia tidak terbatas.”

Ketiga, LIPI pun merancang pembuatan fuel cell. Energi fuel cell merupakan energi alternatif di masa mendatang yang sedang dikembangkan, dan bisa menjadi pengganti energi dari bahan bakar minyak (BBM). Energi fuel cell yang berbahan bakar hidrogen punya keunggulan sifat transportable, ramah lingkungan, dan mempunyai efisiensi tinggi.

Keempat, fuel cell ini akan digunakan pada kendaraan bermotor, laptop, ponsel, rumah tangga, maupun power plant besar. ”keistimewaannya tidak menimbulkan polusi, tidak ada bunyi, dan efisien dibandingkan energi lainnya,” jelas Jan.

Apalagi energi fuel cell berpeluang memberikan perubahan yang besar dalam konsep penggunaan energi, karena keunggulannya teknologi itu berbasis hidrogen, dan sering disebut sebagai microchip di bidang energi.

Fuel cell diciptakan pertama kali oleh Sir William Grove pada tahun 1839. Grove menemukan bahwa ternyata air bisa terurai menjadi hidrogen dan oksigen ketika diberi arus listrik. Proses ini kemudian dinamakan elektrolisis. Ia lalu berhipotesis bahwa jika proses tersebut dibalik untuk menghasilkan listrik dan air. Lima puluh tahun kemudian, Ludwig Mond dan Charles Langer memopulerkan istilah fuel cell ketika sedang membuat model praktis untuk menghasilkan listrik.

Fuel cell pada dasarnya adalah alat konversi energi elektrokimia. Ia mampu mengubah senyawa hidrogen dan oksigen menjadi air, dan dalam prosesnya menghasilkan listrik. Beda dengan baterai yang mengubah semua senyawa kimia di dalam tubuhnya menjadi listrik dan kemudian habis sehingga harus dibuang atau mesti diisi ulang memakai catuan daya, senyawa kimia di fuel cell terus mengalir di dalam selnya secara konstan sehingga tidak pernah mati.

Kelima, edukasi kepada masyarakat bahwa pengolahan energi alternatif untuk dijadikan energi listrik non BBM memiliki nilai jual tinggi. ”Bila di daerah itu bisa mengolah energi alternatif, dan kapasitasnya lebih bisa dijual ke PLN. Daerah pun punya pendapatan lain dari penjualan energi alternatif ini.”

Sedangkan menurut Achiar Oemry peneliti Puslit Fisika LIPI, gambaran harga hidrogen saat ini dalam skala produksi US$3,5 per kilogram. ”Untuk satu kilogram hidrogen sama dengan empat liter bensin. Namun dalam perkembangannya harga akan diturunkan menjadi US$1,5. Artinya harga hidrogen tidak sampai US$1 seperti harga premium saat ini di pasar internasional. Jelas lebih murah dan ekonomis.

Diakuinya produksi hidrogen di dunia kian sedikit, namun tren kenaikan harga minyak dunia terus meroket, hidrogen akan menjadi primadona. ”Harganya pun sangat kompetitif. Saya yakin harganya akan terus naik apabila harga minyak terus meroket. Apalagi untuk Indonesia, hidogren itu sangat visibel. Banyak sumber yang bisa diproduksi menjadi hidrogen, dari sampah, biomassa, gas alam, dan sebagainya. Dan energi yang dihasilkan lebih bersih.”

Menurutnya penggunaan hidrogen ini juga akan membantu pengurangan emisi karbon yang dihasilkan oleh energi fosil seperti sekarang ini. (Media Indonesia)

PALO ALTO - Setiap orang yang pernah mengambil kelas laboratorium elektronika pasti akrab dengan komponen fundamental dalam sebuah sirkuit listrik: resistor, kapasitor, dan induktor.

Semuanya ada tiga, tapi sebenarnya ada empat. Satu lagi, yakni memristor, digagas pertama kali oleh Leon Chua, profesor teknik elektro dan ilmu komputer di University of California Berkeley, 1971 lalu. Menurut Chua, komponen resistor yang memiliki memori atas arus listrik yang pernah melintasinya ini pantas menjadi komponen fundamental keempat karena tidak bisa digantikan oleh kombinasi apapun dari tiga komponen lainnya.

Syarat pembuktiannya yang butuh arus listrik dalam perangkat listrik berskala nano, sepermiliar meter, membuat memristor selama 50 tahun belakangan lebih banyak hidup di awang-awang para ahli fisika ataupun komputer. Hingga akhirnya R. Stanley Williams, peneliti senior di Hewlett-Packard dan direktur di Laboratorium Informasi dan Sistem Quantum muncul dengan laporannya yang dimuat jurnal Nature terbaru.

Bersama Dmitri B. Strukov, seorang pakar fisika teori; Gregory S. Snider, arsitek komputer; dan Duncan R. Stewart yang ahli fisika eksperimen, Stanley memformulasikan sebuah saklar elektronik berskala nanometer yang mampu mengingat apakah ia dalam kondisi mati atau menyala ketika sumber listriknya diputus. Keempatnya berhasil membuktikan fungsi memristor nyata. >>Selengkapnya…

Setelah Sukses dengan Google Earth, Para ilmuan Mountain View (kota markas google) kini mencoba mengeplorasi kedalam laut. Bukan hanya laut, tetapi juga dasarlautnya.

“Peta ini nantinya disuguhkan dalam format 3D. Software ini akan memungkinkan penggunanya untuk melihat-lihat isi lautan dengan tombol navigasi.”

Kedepan, rencana pengembangan software ini adalah penambahan dengan data-data penting seputar dasar laut seperti: Kondisi cuaca disekitar laut tersebut, jenis coral yang hidup di Dasar lautan itu, Bangkai kapal terkenal yang ada di dasar lautan itu, dan tak ketinggalan arus lautan itu.

Goal utama dari Google ocean ini sendiri adalah membuat foto beresolusi tinggi (setinggi mungkin) agar nantinya software ini bukan hanya bisa dijadikan informasi tetapi juga bahan penelitian bawah laut.

Seperti layaknya google Earth, Google ocean ini nantinya juga dirancang “internet base”. jadi, Anda harus mengakses database mereka untuk mendapatkan gambar dasar laut yang Anda cari.

Kita tunggu saja kapan software ini akan rampung dan diluncurkan ke publik. Ya.. mengingat explorasi bawah laut ini tentunya akan lebih sulit daripada permukaan bumi.

Sebelumnya, google map juga sudah mempunyai peta bangkai kapal, peta kabel bawah laut, peta suhu laut, dll. (Rileks.com)

WWW ditemukan pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee dan dipublikasikan pada 1993

World Wide Web (www) atau jaringan internet dunia dinyatakan masih dalam masa pertumbuhan. Bahkan kemungkinan besar, jaringan internet masih bisa digali lebih dalam lagi.

Hal ini dikemukakan oleh penemu jaringan internet dunia (www) Tim Berners-Lee pada perayaan 15 tahun penemuan web pada tanggal 30 April lalu. Menurut Berners-Lee, dirinya dan rekan kerjanya di laboratorium CERN masih bisa mengembangkan web menjadi hal yang lain. Sesuatu yang pasti untuk kepentingan yang baik bagi masyarakat.

“Hasil yang menarik dari penemuan ini adalah semua orang telah membangun sistem sosial yang baru, sistem pemikiran baru dan bahkan sistem pemerintahan yang baru. Saya harap internet juga mampu membuat cara baru untuk saling bekerja sama secara efektif dan setara sehingga kita bisa menggunakan cara tersebut untuk mengatur hidup kita sendiri di bumi ini,” ujar Berners-Lee seperti dikutip melalui AFP, Jumat (2/5/2008).

Berners-Lee dan teman-teman sejawatnya menemukan teknologi internet pada tahun 1990 di laboratorium Fisika CERN yang terletak di perbatasan Perancis dan Swiss. Kemudian pada tahun 1993, setelah Berners-Lee membujuk bos-nya untuk menyediakan kode program tersebut secara gratis, World Wide Web dipublikasikan ke seluruh dunia sehingga semua masyarakat dapat menggunakannya.

Jaringan internet, yang selalu menggunakan singkatan www di awal setiap alamat, merupakan jaringan yang dapat ditemui di mana-mana, yang ditujukan agar masyarakat dapat saling bertukar informasi. Hingga saat ini diperkirakan terdapat 165 juta situs yang ada di Internet. Bahkan Berners-Lee memprediksi bahwa suatu saat jaringan tersebut akan memungkinkan semua informasi di dunia akan berada di ujung jari setiap masyarakat. Meningkatnya aksesibilitas Internet ini dikarenakan CERN tidak dipublikasikan secara komersil.

“Kemudahan masyarakat menggunakan www tanpa bandrol harga merupakan salah satu hal yang menyebabkan internet semakin marak. Ini merupakan upaya kami meyakinkan orang-orang di CERN bahwa hal ini akan menjadi besar dan membuat ketergantungan masyarakat,” ujar Berners-Lee.

Pada saat yang bersamaan ketika www ditemukan, Universitas Minnesota di Amerika pun telah berhasil mengembangkan Gopher, sebuah aplikasi yang juga menawarkan keterhubungan dokumen dan data di internet. Namun tidak seperti www, Gopher tidak terlalu booming karena pihak universitas mengkomersilkan aplikasi tersebut. (Okezone)

Penyelesaian yang diusulkan untuk mengubah dampak pemanasan global dengan menyemprotkan partikel sulfat ke dalam stratosfer bumi justru berpotensi membuat keadaan jauh lebih buruk. Pasalnya, usaha mendinginkan bumi dengan menciptakan sejenis penghalang sinar matahari itu akan membuat lubang ozon kian membesar. ”Studi kami memperlihatkan bahwa jika sulfur masuk ke atmosfer, kita akan menghadapi penipisan ozon yang lebih besar dibandingkan sebelumnya,” ujar Simone Tilmes dari National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colodaro.

Studi yang telah dipublikasikan di jurnal Science edisi terbaru itu berawal dari ide untuk menyuntikkan sulfur. Ide ini diusulkan oleh sejumlah ilmuwan cuaca sebagai bagian penyelesaian yang potensial bagi pemanasan global. Tilmes mengungkapkan, gagasan tersebut dimaksudkan untuk meniru dampak letusan besar gunung berapi. Letusan semacam itu di waktu lalu telah mengirim asap sulfur penghalang sinar matahari ke lapisan atas atmosfer yang dikenal dengan nama stratosfer sehingga mendinginkan temperatur bumi. Ozon di stratosfer menyediakan lapisan pelindung jauh di atas permukaan bumi dan mencegah radiasi berbahaya sinar matahari.

Lapisan ozon di Kutub Selatan telah menipis terus-menerus, sehingga menciptakan lubang musiman di atas Kutub Selatan. ”Kami mengetahui bahwa partikel akan menghasilkan pendinginan planet ini,” ujar Tilmes. Namun demikian, kata Tilmes, pendinginan semacam itu dapat menimbulkan dampak yang tak diinginkan. Ia menambahkan, penyuntikan sulfat dapat bereaksi dengan gas klorin di wilayah kutub yang dingin, sehingga memicu reaksi kimia yang akan menambah tipis lapisan ozon di atmosfer.

Tilmes dan rekannya mengkaji secara khusus dampak dari rencana untuk memperbaiki lubang di lapisan ozon di atas wilayah kutub. Mereka menyimpulkan bahwa penyuntikan sulfat secara rutin selama masa beberapa dasawarsa mendatang akan merusak antara seperempat hingga tiga perempat lapisan ozon di atas Kutub Utara.

Di Kutub Selatan, rancangan penyuntikan sulfat akan menunda pemulihan lubang ozon selama 30 hingga 70 tahun, atau setidaknya hingga dasawarsa terakhir abad ini. Tilmes dan rekannya menggunakan pengukuran melalui komputer. ”Tapi, temuan ini tak menutup pintu bagi gagasan pendinginan buatan planet ini dengan cara itu. Kami hanya mengibarkan bendera peringatan,” jelasnya. (Republika)

Next Page »