Pemerintah tak mau berspekulasi terkait penetapan porsi atau kuota haji nasional tahun ini. Dari hasil rapat kerja nasional (rakernas) evaluasi haji 2007, Departemen Agama (Depag) dan lembaga terkait menetapkan kuota haji tahun ini 207 ribu.

Kuota itu lebih sedikit dibanding musim haji tahun lalu yang 210 ribu. Dari 207 ribu tersebut, 191 ribu untuk jamaah haji biasa dan 16 ribu untuk jamaah khusus alias ONH plus. “Kami pilih jalan moderat. Kami tidak mau mematok porsi lebih tinggi dibanding tahun lalu. Khawatir pemerintah Arab Saudi tidak memberi porsi tambahan,” kata Direktur Pengelolaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Sistem Informasi Haji (SIH) Depag Abdul Ghafur Djawahir di Jakarta kemarin (21/2).

Menurut Ghafur, dengan penetapan kuota tersebut, Depag tidak mengusulkan penambahan kuota haji kepada pemerintah Arab Saudi. Calon jamaah yang masuk daftar tunggu (waiting list) diharapkan tetap bersabar menunggu giliran naik haji.

Penetapan kuota merupakan salah satu kesimpulan rakernas evaluasi haji 2007 yang berakhir kemarin (21/2). Hasil rakernas lain, penyempurnaan pemondokan haji, usul penyediaan katering bagi jamaah selama 23 hari di Makkah, mekanisme baru pendaftaran calon jamaah ONH plus, dan menunjuk pejabat eselon II/b sebagai staf urusan haji di Konjen RI di Jeddah.

Soal pemondokan, Ghafur membeberkan, jajaran Depag diminta menetapkan program jangka pendek dan panjang. “Untuk jangka pendek, kami diminta mempertahankan sewa rumah di wilayah satu di Makkah dan Madinah,” jelas Ghafur. Untuk jangka panjang, perlu kelanjutan penandatanganan MoU pembangunan pemondokan yang menampung minimal 50 ribu jamaah RI. Tak tertutup kemungkinan melibatkan banyak pengusaha Arab Saudi sebagai pengembang.

Terkait katering, lanjut Ghafur, Depag akan menyediakan makanan bagi jamaah selama 23 hari di Makkah. “Kami usulkan Rp 210 miliar untuk biaya katering tersebut. Kami menunggu persetujuan DPR,” ujar Ghafur.(agm/kim)

Sumber : Jawa Pos