Omset Warnet Non-Speedy Naik 50 Persen
Salomo Sihombing – detikinet
Bandung – Lumpuhnya sambungan internasional Speedy menjadi keuntungan bagi warnet-warnet yang menggunakan ISP (Internet Servis Provider) lain. Di Bandung, warnet non-Speedy mengalami peningkatan omset hingga 50 persen.

Salah satu warnet yang ketiban untung yakni Cartoonet di Jl. Surapati no. 153B. Sejak pukul 10.00 WIB, konsumen sudah antre. Bahkan hingga pukul 15.00 WIB semua unit terisi penuh. Selain menggunakan Speedy, warnet ini juga menggunakan Jalawave Conection 128Kbps sebagai back-up.

“Di sini ngantre sampai jam tiga sore. Yah, ada peningkatanlah sekitar 50 persen dari hari biasa,” Ujar pengelola Cartoonet Widi kepada detikbandung, Jumat (29/2/2008).

Widi menjelaskan, kebanyakan konsumennya adalah kalangan mahasiswa dan pelajar. Selain untuk keperluan tugas, sebagian juga karena memang addicted dengan internet.

Di sekitar Cartoonet, terdapat setidaknya lima warnet lain. Dua di antaranya tidak menggunakan back-up selain Speedy. “Jadinya yang mau internet datang ke sini,” tambah Widi.

Toni mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang di rumah kontrakannya berlangganan Speedy, merupakan salah satu yang mendatangi Cartoonet. “Speedy mati. Di kosan speedy putus total, makanya gue ke warnet,” ujarnya kesal. ( lom / dwn )

Speedy Tumbang
Belum Bisa Memastikan, Telkom Masih Berjuang
Ardhi Suryadhi – detikinet

Jakarta – PT Telkom sampai sore ini belum bisa memastikan sampai kapan sambungan internasional internetnya lumpuh. Mereka hanya mengatakan masih terus berjuang di medan ‘tempur’.

Vice President Public & marketing Communication Telkom Eddy Kurnia menjelaskan, kerusakan yang terjadi di kabel fiber optik tersebut cukup berat, dan saat ini pihaknya masih berjuang untuk mengupayakan perbaikan selesai hari ini.

Namun, perjuangan jajaran tim perbaikan Telkom di lapangan dinilai juga tidak mudah. “Terutama terkait pendeteksian kabel yang rusak, itu tidak mudah dan perlu waktu,” tuturnya, ketika dihubungi detikINET, Jumat (29/2/2008).

Terkait kompensasi, Eddy mengaku hal itu dimungkinkan saja terjadi. Namun saat ini, pihaknya belum memutuskan karena sedang ingin konsentrasi dulu ke perbaikan kabel yang rusak.

“Kita nanti akan coba evaluasi secara keseluruhan, yang jelas kami akan membuat keputusan yang memperhitungkan kepentingan pelanggan,” tandasnya.

Jadi, ya kita tunggu saja janji Telkom.( ash / ash )

Speedy Tumbang
Pekerja TI Lokal Disalip Vietnam
Wicaksono Hidayat – detikinet

Jakarta – Putusnya sambungan internasional Telkom berdampak besar bagi pekerja Teknologi Informasi di Indonesia. Gara-gara putus, mereka pun bisa kalah oleh Vietnam dan India.

Hal itu yang dikeluhkan oleh pembaca detikINET, bernama Marlon Keintjem. Internet Web-Content Developer itu merupakan karyawan jarak jauh dari perusahaan yang berkantor di luar negeri. Sehari-hari Marlon mengaku menggunakan koneksi Telkom Speedy.

Matinya koneksi Speedy membuat Marlon dan rekan-rekannya sesama karyawan jarak jauh berpotensi kehilangan pekerjaan. “Walaupun memang saya mempunyai koneksi cadangan dari ISP lain berbasis CDMA ataupun GPRS/3G, tapi Speedy sebagai ISP pilihan awal bagi saya dan teman teman yang tersebar remotely di Indonesia, problem ini bisa menjadi dasar kehilangan pekerjaan kami,” ujarnya dalam e-mail yang diterima, Jumat (29/2/2008).

Kualitas pekerjaan mereka pun bisa tercoreng akibat hal ini dan perusahaan di luar negeri dikhawatirkan akan beralih ke negara lain. “Karena client akan cenderung mempekerjakan tenaga-tenaga TI yang sudah menjadi saingan yang berasal dari Vietnam, Papua Nugini dan India,” keluhnya.

Keluhan juga disampaikan pengelola warnet ‘Online Warnet’ di wilayah Cibadak, Sukabumi. Menurut sang pengelola, yang tidak menyebutkan namanya, koneksi di warnetnya diketahui bermasalah sejak pukul 06.30 WIB.

“Biasa sarapan pagi saya selalu mencoba membuka situs detik.com karena ingin mendapat berita terbaru saat ini dan bisa. Namun sambil itu, saya mencoba membuka situs lain (mungkin servernya di luar negeri) kok “problem loading page”, terus coba lagi google, yahoo, friendster error semua,” ia bercerita.

Menurut sang pengelola ‘Online Warnet’ koneksi di warnet itu masih bermasalah hingga pukul 13.38 WIB. “Belum tahu gangguan ini sampai kapan, karena Costumer Service 147 masih belum ada kepastian,” ujarnya.
( wsh / wsh )

Speedy Tumbang
Hitung-hitungan Kerugian Warnet
Ardhi Suryadhi – detikinet

Jakarta – Matinya koneksi internasional sangat berdampak bagi pemasukan warnet yang secara otomatis ditinggalkan para pengunjungnya. Mari kita coba menghitung berapa kira-kira kerugian mereka.

Irwin day, Ketua Umum Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) mengatakan, kalangan warnet cukup banyak yang menjadi pelanggan Telkom Speedy. “Kira-kira hampir 50 persennya,” ujarnya, kepada detikINET, Jumat (29/2/2008).

Awari sebelumnya pernah mengatakan bahwa Indonesia memiliki sekitar 10 ribu warnet. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa jumlah warnet pengguna Speedy mencapai 5000 unit.

Sementara untuk jumlah komputer yang ada di tiap warnet, pastinya sangat beragam. Jika diambil rata-rata 10 komputer tiap warnetnya, menurut Irwin per hari biasanya mereka bisa mengantongi pemasukan sekitar Rp 600 ribu – Rp 800 ribu.

Dengan asumsi di atas, berarti bisa dikira-kira bahwa kerugian warnet karena tidak beroperasi selama sehari akibat tumbangnya koneksi internasional Speedy mencapai Rp 3 miliar – Rp 4 miliar (Rp 600 ribu – Rp 800 ribu dikali 5000 warnet). Wuih, angka tersebut tentunya sungguh tidak sedikit.

Meski demikian, nilai kerugian tersebut hanyalah hitungan-hitungan kasar, dan bisa jadi tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Beri Kompensasi

Sementara disinggung soal kompensasi, Irwin berujar kalau hal itu perlu dipikirkan oleh pihak Telkom. “Minimal sebagai apresiasi Telkom kepada pelanggan,” imbuhnya.

Bentuknya pun bisa bermacam-macam, bisa dalam bentuk diskon ataupun potongan harga kepada pelanggan. “Ya kira-kira memperhitungkan kerugian yang dialami pelanggan lah,” Irwin menandaskan. ( ash / wsh )

Speedy Putus, Telkom Minta Frekuensi Baru
Ardhi Suryadhi – detikinet

Jakarta – Telkom mengalihkan sebagian trafik koneksi internasional yang saat ini tengah lumpuh melalui satelit dan radio transmisi digital. Sayangnya, yang dapat di-handle cakupannya masih sangat kecil.

Vice President Public & marketing Communication Telkom Eddy Kurnia menjelaskan, konsekuensi trafik internet yang bisa di-handle hanya 10% saja. “Mengingat bagaimanapun dari sisi bandwidth, satelit dan radio transmisi yang masih jauh di bawah fiber optik,” kilahnya.

Eddy juga beralasan, frekuensi untuk backbone microwave Speedy sebenarnya terbatas, sehingga menghimbau kepada pemerintah agar memberikan izin penambahan frekuensi baru. Langkah ini, menurutnya, akan sangat membantu menghindari dampak gangguan serupa di waktu-waktu mendatang.

Mengenai sebab terputusnya kabel fiber optik tersebut, hingga saat ini Telkom masih sibuk melakukan penelitian. “Prioritas kami melakukan perbaikan sesegera mungkin, agar komunikasi internet bisa secepatnya pulih,” tandasnya, dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Jumat (29/2/2008). ( ash / ash )

Jumat, 29/02/2008 12:35 WIB
Speedy Terganggu Sejak 20 Februari
Dewi Widya Ningrum – detikinet

Jakarta – Terputusnya link fiber optik di beberapa tempat mengakibatkan akses ke layanan Speedy dan Telkomnet Instant terganggu. Rupanya, gangguan tersebut sudah terdeteksi sejak 20 Februari 2008 lalu.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan gangguan terdeteksi sejak 20 Februari lalu pada Ring Jasuka (Jakarta-Tanjung Pandan-Pontianak-Batam-Pekanbaru-Palembang-Baturaja-Lampung-Jakarta), khususnya pada ruas Jakarta-Tanjung Pandan.

Telkom lalu mengalihkan trafik internet melalui rute terestrial Jakarta-Lampung-Palembang-Pekanbaru-Dumai-Batam. Pun kemudian terjadi gangguan akibat pembangunan jalan layang di Palembang.

“Saat ini kami sedang melakukan penyambungan pada jaringan yang terputus di lokasi tersebut. Mudah-mudahan akan segera teratasi,” klaim Eddy Kurnia melalui keterangan tertulisnya kepada detikINET, Jumat (29/2/2008).

Untuk mengatasi gangguan yang terjadi di bawah laut, Telkom telah mendatangkan kapal khusus dari Singapura. Saat ini posisi kapal dikabarkan sudah mendekati Jakarta. Mengenai sebab musabab terputusnya kabel fiber optik, Eddy belum bisa memastikan alasannya karena masih dilakukan penelitian. ( dwn / dwn )

Konten Luar Hilang, Pengunjung Warnet ‘Terbang’
Ardhi Suryadhi – detikinet

Jakarta – Tak bisa dipungkiri, pengunjung warnet tanah air sebagian besar masih memilih situs-situs luar sebagai tujuan favorit di dunia maya. Ketika warnet cuma bisa akses lokal, pada kabur lah mereka.

“Kalau cuma bisa akses lokal, pada tidak berjalan lah bisnis warnet. Soalnya kan sekitar 70 persen aliran data pengguna warnet ke internasional,” tutur Irwin day, Ketua Umum Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) kepada detikINET, Jumat (29/2/2008).

Alhasil, warnet yang mengandalkan Telkom Speedy, untuk saat ini ditinggalkan pengunjungnya. “Jadi begitu (koneksi internasional) mati, warnet yang tidak pakai Speedy yang diserbu,” imbuh Irwin.

Pasalnya, kata Irwin, kalau untuk mengandalkan koneksi lokal, saat ini rasanya masih sangat sulit. “Sebab kalau kita perhatikan karakteristik pengguna masih sangat tergantung konten luar seperti google dan yahoo. Paling kalau situs lokal ya ke detikcom,” tukasnya.

Irwin memperkirakan, jika koneksi internasional terus mati, para warnet pastinya akan mendapat kerugian yang cukup besar. Sebagai ukuran, untuk warnet yang mempunyai 10 komputer per hari akan kehilangan pemasukan sekitar Rp 600 – Rp 800 ribu.

“Harapan saya, semoga perbaikannya cepet lah, kasihan teman-teman (pemilik warnet-red.) yang sangat tergantung dengan link internasional,” keluhnya.( ash / ash )

Koneksi Internasional Tumbang, Warnet Menggelepar
Ardhi Suryadhi – detikinet

Jakarta – Sebagian besar warnet di Indonesia banyak yang menggantungkan nasib koneksinya melalui Telkom Speedy. Nah, ketika koneksi itu terganggu, ikut megap-megap juga lah bisnis warnet ini.

Ketua Umum Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) Irwin Day mengatakan, putusnya koneksi internasional tersebut dilaporkan sejak semalam. “Namun banyak yang baru mengadu ke saya pada pagi ini. Soalnya mereka (pemilik warnet-red.) baru sadar pagi ini ketika baru mau buka,” ujarnya, ketika dihubungi detikINET, Jumat (29/2/2008).

Berdasarkan laporan yang masuk ke Awari, gangguan koneksi internasional Speedy tidak hanya dirasakan di Pulau Jawa, di Makasar juga melaporkan kejadian serupa.

Naasnya, dikatakan Irwin, para warnet itu hampir semuanya tidak memiliki back up koneksi. “Jadi ketika koneksi mati, mati juga lah bisnis mereka,” imbuhnya.

Alasannya klise, kembali lagi ke faktor keterbatasan biaya. “Mereka pada tidak kuat untuk membuat back up link, jadi cuma mengandalkan Speedy,” tukasnya. ( ash / ash )

Akses Internet Lumpuh, Telkom Minta Maaf
Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Jakarta – Sambungan internasional internet Telkom lumpuh akibat terputusnya kabel di Palembang. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telekomunikasi itu pun meminta maaf.

Permintaan maaf itu disampaikan dalam siaran pers dari Divisi Komunikasi, Telkom Divisi Regional II Jakarta. “PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengakui telah terjadi gangguan fasilitas telekomunikasi pada hari Kamis, 28 Februari 2008. Gangguan terjadi akibat putusnya link fiber optic menuju ke Link Internasional di lokasi Baturaja – Prabumulih. Akibatnya hubungan fasilitas telekomunikasi mengalami gangguan yang terhubung ke Jawa melalui Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL),” sebut pernyataan yang diterima Jumat (29/2/2008).

“Atas Nama Telkom kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyaman yang dirasakan pelanggan dan masyarakat, khususnya kepada pihak yang terkena dampak langsung kejadian ini,” pungkas pernyataan itu.

Uji coba koneksi yang dilakukan tim detikINET pada Jumat (29/2/2008) pun memastikan bahwa sambungan Telkom Speedy untuk situs internasional telah mati. Gangguan pada sambungan Speedy diketahui telah terjadi sejak Kamis (28/2/2008) malam dengan kondisi mati total.

Pada Jumat (29/2/2008), pukul 11.00 WIB, sambungan melalui Speedy telah bisa digunakan untuk mengakses situs-situs yang memiliki server di dalam negeri. Sedangkan sambungan ke situs luar negeri tetap tidak bisa didapatkan.

Anda punya pengalaman, keluhan atau kisah seputar matinya koneksi internasional Telkom? Kirimkan ke redaksi [at] detikinet.com. ( wsh / wsh )

Akses Internasional Telkomnet & Speedy Lumpuh
Irawulan – detikinet

Surabaya – Akses internet global milik Telkom di link Sumatera putus. Akibatnya, pelanggan Speedy dan TelkomNet Instant harus gigit jari karena akses internet mereka terganggu.

Akses ke beberapa situs seperti Google, Yahoo dan beberapa situs penting lainnya terganggu. Yang tidak mengalami gangguan adalah situs lokal yang mempunyai server di Indonesia.

“Link internet global putus. Ini link Sumatera dan Jawa, itu akibat pembangunan fly over di Palembang menyebabkan fiber optik milik Telkom putus,” kata Communication Manager Telkom Divre V Jatim, Djadi Soegiarto kepada detiksurabaya.com, Jumat (29/2/2008).

Terganggunya Speedy dan Telkomnet Instan menurutnya sejak pukul 07.00 WIB. Namun menurutnya, dalam tiga jam ke depan jaringan sudah kembali normal. Pihaknya, kata Djadi, mengalihkan jalur yang terputus tersebut ke jalur normal yang tidak mengalami gangguan.

“Traffic akan dialihkan, diperkirakan tiga jam selesai,” ungkapnya.

Saat ini pukul 09.35 WIB, kata Djadi, situs seperti Yahoo, Google dan beberapa situs lainnya sudah mulai bisa diakses namun kecepatannya masih tersendat. Masyarakat Indonesia, kata Djadi, lebih aman menggunakan server lokal daripada server di luar negeri.

“Sudah mulai bisa dibuka namun masih tersendat. Sekali lagi penggunaan server lokal jauh lebih aman,” tuturnya.

Pelanggan speedy di Jawa Timur saat ini tercatat 45 ribu orang dan Telkomnet Instan sebanyak 250 ribu pelanggan. ( wln / ash )