Fransiska Ari Wahyu – detikinetWinnipeg, Kanada – Banyak orang yang berpendapat bahwa seiring kemajuan teknologi, komputer harus dikenalkan pada anak-anak sejak dini. Bahkan sejumlah sekolah dasar sudah memasukkan pelajaran komputer dalam kurikulumnya. Namun, sebuah studi yang dilakukan Frontier Centre For Public Policy di Kanada menyebut bahwa penggunaan komputer di sekolah justru berbahaya bagi anak-anak di usia dini.

Alasannya, waktu yang digunakan di depan komputer akan merampas waktu anak-anak tersebut untuk mempelajari berbagai keterampilan dasar dan berinteraksi dengan guru, demikian diungkapkan Michael Zwaagstra, ketua peneliti.

Sebuah lembaga non profit lainnya yang berbasis di Ottawa dan Montreal, The Media Awareness Network, mengatakan bahwa anak-anak mulai menggunakan komputer di rumah di usia dini, dan perlu bimbingan untuk menggunakannya secara bijaksana.

Pemerintah Manitoba (propinsi yang beribukota di Winnipeg) telah memasukkan komputer sebagai keterampilan dasar yang harus dipelajari. Namun, Zwaagstra menilai bahwa program ini telah melangkah terlalu jauh, dimana setiap tahunnya menelan dana sekitar USD 26 juta atau sekitar Rp 237 miliar.

“Belum terbukti bahwa meningkatkan akses komputer di sekolah memiliki korelasi positif dengan kemajuan akademik. Akan lebih efektif jika pelajaran komputer diajarkan di sekolah atas dan bukan sekolah dasar atau menengah,” tegas Zwaagstra, seperti dikutip detikINET dari Canadianpress, Rabu (27/2/2008). ( wsh / wsh )