Serangan mematikan ke seminari Yahudi di Jerusalem langsung menuai kecaman. Presiden Amerika Serikat (AS) George W. Bush mengungkapkan bahwa aksi tersebut adalah serangan barbar dan kejam. Selain Bush, Sekjen PBB Ban Ki-moon, dan negara-negara lain seperti Inggris, Prancis, Uni Eropa (UE), Kanada, Israel, dan Presiden Palestina Mahmud Abbas mengutuk serangan tersebut.

“Saya baru saja berbicara dengan Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert untuk mengungkapkan duka cita kepada korban, keluarga mereka, dan rakyat Israel,” kata Bush. “Saya mengatakan kepadanya bahwa AS berdiri berdampingan dengan Israel untuk menghadapi serangan buruk itu,” lanjutnya.

Reaksi yang kontras dimunculkan saat roket-roket Israel menewaskan belasan bocah-bocah Palestina di gaza. Tidak ada kecaman apa pun. Negara-negara besar dan PBB hanya bungkam.

Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband mengungkapkan hal serupa. Miliband mengingatkan bahwa penembakan tersebut sengaja direncanakan untuk mengacaukan proses perdamaian yang sedang berlangsung.

Di lain pihak, Ban Ki-moon menyatakan, kekerasan dan terorisme yang terus berlangsung bisa mengacaukan proses politik. “Padahal, proses itu harus dilanjutkan demi mendapatkan keamanan dan perdamaian untuk Palestina dan Israel berdasar solusi dua negara,” tegasnya.

Ketua Kebijakan Luar Negeri UE Javier Solana dikabarkan langsung menelepon Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni untuk mengutuk aksi tersebut. Dan, mengucapkan belasungkawa UE kepada keluarga korban dan pemimpin Israel. “Kami mengutuk serangan yang terjadi di sekolah agama di Jerusalam. Juga serangan melawan warga sipil yang dilakukan Palestina ataupun Israel,” kata Cristina Gallach, juru bicara Solana, kepada AFP.

Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner meminta dihelatnya pembicaraan yang bertujuan untuk menciptakan perdamaian dan keamanan di Palestina dan Israel. “Kanada meminta seluruh pemimpin Palestina untuk menolak semua bentuk taktik teroris yang berseberangan dengan proses perdamaian,” tambah menteri urusan luar negeri Kanada Maxime Bernier.

Sementara itu, dalam rapat darurat di Dewan Keamanan (DK) PBB, Libya -satu-satunya anggota dari Arab- ingin anggota DK PBB juga mengutuk Israel atas serangannya ke Jalur Gaza. “Libya meminta agar aksi Israel yang membunuh warga sipil tak bersalah, termasuk anak-anak, harus dibicarakan juga,” tutur salah seorang sumber di PBB. (AFP/BBC/tik/tia)

Sumber : Jawa Pos