SURABAYA, SABTU–Antrean panjang untuk mendapatkan minyak tanah (mitan) telah memicu kekhawatiran baru warga Jawa Timur (Jatim), termasuk Surabaya, akhir-akhir ini. Apalagi, harga bahan bakar itu terus bergerak naik di tingkat eceran, meski harga yang dipatok pemerintah tidak berubah.

Karena itulah, ketika ada kesempatan untuk mendapatkan mitan meski harus antre panjang, warga pun rela melakukannya. Sayangnya, antre berlama-lama itu bisa mendatangkan petaka.  Karyawan PT Mepoli Industri di Jl Margomulyo 44, Thofilus Itta, 42, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Karangpoh III/20, Kecamatan Tandes, Surabaya, Jumat (7/3). Kematian ayah dua orang anak itu diduga kuat karena kecapekan setelah antre mitan di toko dekat rumah kosnya.

Informasi yang diperoleh Surya di lapangan, Kamis (6/3), korban antre mitan sejak pukul 17.00 WIB hingga 20.00 WIB. Hal itu dilakukan korban sepulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB. Itta yang asal Flores (Nusa Tenggara Timur) itu antre mengular bersama warga lainnya demi mendapatkan jatah 5 liter mitan per orang, yang telah diatur penjual di pangkalan minyak. (Surya)

Dari : Kompas