Perubahan iklim tidak menentu mengakibatkan mencairnya es dikutub utara dan selatan, bisa mengancam kehidupan 40 juta warga Indonesia yang tinggal dipesisir pantai.

Dalam rentan waktu 10 hingga 20 tahun mendatang, jutaan warga dipesisir laut bakal mengungsi ke daerah lebih tinggi,” kata staf khusus Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), Lukman Mokoginta, saat sosialisasi Adipura di Pemerintahan Propinsi (Pemprop) Sulawesi Utara (Sulut), Selasa di Manado.

Dampak dari perubahan iklim di dunia ini, telah membuat sejumlah negara merasakan keresahan, apalagi sejumlah negara dengan banyaknya pulau kecil, bisa terancam hilang dari permukaan bumi. Menurutnya, setiap tahun temperatur air laut bakal naik sekitar satu hingga empat meter dari permukaan, dan akan berpotensi terjadi terus menerus setiap tahun.

Persoalan setiap negara dalam menghadapi perubahan iklim, sudah dibicarakan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim di Bali belum lama ini, terutama pencegahan terhadap kondisi lingkungan, baik perambahan hutan, pemanasan global dan sebagainya. “Perambahan hutan terus merajalela disetiap daerah di Indonesia, padahal hutan merupakan penyerap CO2 terbesar,” katanya.

Ancaman terhadap perubahan iklim yang terjadi saat ini, semakin banyak peristiwa banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi dan kesadaran akan lingkungan kurang dijaga, sistem bercocok tanam sektor pertanian sudah tidak seperti beberapa tahun lalu.

Mokoginta mengharapkan masyarakat giat melakukan penghijauan disetiap lingkungan rumah dan tempat-tempat lain, dengan menanam apapun jenis pohon yang ada.

Dari : Republika