Oleh  Rendra Hanggara

Deportasi warga negara Indonesia (WNI) dari Malaysia terus berlanjut.Selama tiga bulan terakhir, 535 orang dipulangkan dari Negeri Jiran melalui salah satu pintu perbatasan di Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat.

Jumlah itu naik 61% dibandingkan periode yang sama 2007. Kepala Kantor Imigrasi Entikong Sugeng Harjanto mengatakan, pemulangan tersebut dilakukan karena mereka dinilai ilegal. Mereka tidak memiliki paspor dan masuk ke negeri tetangga tak melalui jalur-jalur umum.

“Mungkin saja ada yang masuk melalui jalan-jalan tikus di sepanjang perbatasan Kalbar dan Sarawak,” kata Sugeng kemarin. Sugeng mengaku tak semua WNI yang dipulangkan itu adalah ilegal. Ada sebagian di antara mereka yang masuk melalui jalur resmi seperti PPLB Entikong. Namun, mereka tidak memegang paspor karena disimpan majikannya sewaktu bekerja.

”Saat ada pemeriksaan dari pihak berwajib Malaysia, (mereka) tak dapat menunjukkan identitas diri sehingga mereka masuk kategori pendatang tanpa izin,” ujarnya. Dalam kasus WNI legal, Sugeng menengarai adanya majikan bekerja sama dengan pihak berwajib Malaysia untuk memulangkan mereka.

Akibatnya, WNI sebagai pekerja tersebut tak mendapat bayaran selama bekerja dan harus menjalani proses hukum di negeri tersebut. Secara keseluruhan, warga Indonesia yang dipulangkan melalui Entikong dari Malaysia pada 2007 tercatat sebanyak 1.482 orang. Sementara dari Brunei Darussalam sebanyak 21 orang dan terjadi pada Maret 2007.

Dari : Koran Sindo