Oleh Dili Eyato/Meutia Rahmi
Kementerian Negara Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) akan memblokir situssitus internet yang menampilkan pornografi mulai April mendatang.

Kebijakan itu dilakukan bersamaan dengan pemasyarakatan internet yang akan digencarkan pada April dan Mei nanti. ‘’Depkominfo dibantu beberapa asosiasi dan operator sudah menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk pemblokiran situs-situs porno yang ada,’’ kata Menkominfo M Nuh seusai meresmikan Broadband Learning Center (BLC) di Masjid Agung Al- Akbar Surabaya kemarin.

Nuh memaparkan, mulai bulan depan pihaknya akan melakukan pemasyarakatan internet ke sekolah-sekolah, instansi pemerintah,dan lembaga- lembaga swasta seperti masjid-masjid. Bersamaan dengan sosialisasi internet ke masyarakat, Depkominfo juga akan menyiapkan perangkat penyaring agar ekses negatif internet bisa ditekan serendah mungkin.

Di bottom line level atau pengguna, akan disosialisasikan berbagai dampak buruk dari keberadaan situs-situs ini sehingga pemanfaatan informasi yang ada akan mengarah pada hal-hal yang positif. ”Pribadi atau individu adalah benteng pertama dari pengaruh negatif. Makanya, sosialisasi akan diarahkan dari sana,” katanya.

Pada medium line level atau menengah, Depkominfo dengan instansi atau lembaga terkait seperti sekolah atau perusahaan serta dinas akan memberikan blocking pada tingkat admin (administrator jaringan) atau pengelola jaringan. Posisi admin menjadi gerbang keluar-masuknya data internet, yaitu berupa perangkat lunak (software) yang akan dipasang di komputer kendali (server).

Lalu, di top line level Menkominfo akan bekerja sama dengan perusahaan ISP (internet service provider/penyedia layanan internet) dan IIX (Indonesia Internet Exchange) menyiapkan dan menanamkan software/program blocker khusus situs porno. Termasuk, dengan berbagai asosiasi komputer dan internet yang ada.


”Di level ini, program tidak hanya menjadi penyaring antar jaringan, tapi juga bisa diunduh (download) sehingga bisa ditanamkan di komputer pribadi,” katanya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun menyambut gembira rencana pemblokiran akses situs pornografi oleh Depkominfo tersebut. Kebijakan itu sesuai keinginan KPAI dan Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASAI) sebelumnya.

Alasannya, saat ini setidaknya terdapat 100.000 situs pornografi di Indonesia yang jelas merusak moral anak Indonesia. ”Bayangkan, hanya dengan Rp3000 anak-anak kecil bisa mudah mengakses situs pornografi lewat warung internet (warnet),” kata ketua KPAI Masnah Sari kepada SINDO tadi malam.

Masnah mengingatkan, sejumlah negara di Asia, seperti Singapura dan Thailand, telah melakukan aksi pemblokiran terhadap situs pornografi. Dua bulan lalu pemerintah China juga menutup akses terhadap 44.000 situs pornografi di sana.

Dari : Koran Sindo