Oleh Toshiana

Budiharyono, 57, seorang guru mata pelajaran elektronik SMK Armada Kota Magelang, Jawa Tengah menemukan energi listrik dari tenaga surya.

Energi listrik itu berasal dari sinar matahari yang diterima melalui solar cell yang dihubungkan dan disimpan ke dalam aki baterai berdaya 12 volt. Sedangkan energi listrik yang dihasilkan melalui solar cell itu mencapai 100 watt.

Upaya penemuan energi listrik baru berbiaya Rp7 juta itu, menurut Budiharyono, lantaran panas sinar matahari yang melintas di bumi khatulistiwa Indonesia melimpah, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari listrik tenaga surya yang ditemukannya itu bisa untuk menyalakan puluhan lampu pijar dan neon yang ada di sekolah yang beralamat di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 92 Kramat, Magelang.

“Ketika terjadi pemadaman aliran listrik dari PLN, teknologi tenaga surya ini bisa menjalankan perangkat komputer di sekolah. Sehingga pekerjaan tidak terganggu sedikitpun saat listrik padam,” kata Budiharyono, Senin (24/3).

Penemuan teknologi alternatif itu, katanya, juga membantu para siswa SMK Armada Magelang Jurusan Otomotif saat melakukan pelajaran praktik unit perbengkelan, yaitu untuk mengelas.

Dia menjelaskan, rangkaian energi listrik tenaga surya yang diciptakannya pun relatif sederhana. Yakni solar cell (perangkat alat untuk menangkap cahaya) yang dihubungkan dengan inventer (alat pengatur keluar masuknya energi) dan disalurkan ke dalam baterai atau aki dengan daya 12 volt. Baterai ini berfungsi sebagai penyimpan daya listrik dan langsung bisa menghasilkan energi listrik.

Selanjutnya, temuan tenaga listrik baru ini dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran bagi siswa SMK Armada Kota Magelang, khususnya untuk program kejuruan teknik elektronika. Atas penemuan barunya itu, Budiharyono mengaku telah dihubungi sejumlah perusahaan di beberapa daerah di Indonesia untuk menerapkan temuannya sebagai salah satu sumber listrik alternatif selain dari PLN untuk menjalankan usaha.

Dari : Media Indonesia