Meski sarat sentimen rasial, toh banyak orang yang penasaran untuk dapat menonton film Fitna. Namun jangan sekali-kali mengedarkannya kalau tidak mau dipenjara.

Ancaman itu dilontarkan Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin, saat ditanya mengenai kebijakan Kejagung menyikapi fenomena film Fitna karya Geert Wilders. WNI yang secara sengaja mengedarkan atau memperjualbelikan fim Fitna karya Geert Wilders akan dituntut dengan Pasal 156 ayat A KHUP tentang Penodaan Agama.

“Warga negara kita sendiri yang ingin mencoba-coba mengedarkan film itu akan kami proses secara hukum,” ujar Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin, di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selasa (1/4/2008).

Namun demikian, Muchtar mengatakan Kejaksaan Agung tidak dapat menuntut pelaku pembuat film karena pelaku adalah warga negara Belanda.

“Kalau secara hukum, kami tidak punya yuridiksi karena tempos dan logos-nya ada di Belanda, subjeknya warga negara Belanda, dan tidak mungkin kita perlakukan hukum kita,” paparnya.

Muchtar berharap agar tidak ada pihak yang sengaja membawa masuk film itu ke Indonesia. “Yang mungkin kami lakukan sekarang adalah bagaimana mencegah agar film itu bisa beredar di Indonesia maka akses internet harus dilakukan pemblokiran secepat mungkin,” urainya. (Okezone)