PARA ahli kesehatan memperingatkan, penggunaan PMP (portable media player) berlebihan oleh para remaja dapat merusak kesehatan pendengaran remaja.

Bahkan, jika PMP didengar terlalu lama, kendati dengan volume suara rendah, risiko kerusakan pendengaran masih mengancam. ”Kami mengimbau orangtua agar mengingatkan anakanak mereka agar tidak menggunakan PMP terlalu lama. Sebab, kerusakan pendengaran tidak dapat diperbaiki,” ujar ahli kesehatan University Medical Center Rotterdam, Belanda, Ineke Vogel.

Dalam penelitian Vogel, sebagian besar pengguna PMP memang tidak sadar apabila mereka mengoperasikan PMP dengan volume suara terlalu tinggi. Volume yang dianggap membahayakan adalah volume di atas 90 dB. Karena itu, Vogel menyarankan, penggunaan volume PMP tidak boleh melebihi 60%. Vogel juga memperingatkan, earphone tidak boleh digunakan selama lebih dari satu jam secara terus-menerus.

Para ahli menilai, penggunaan earphone yang berbentuk earbud, yakni yang langsung masuk ke lubang telinga, sesungguhnya cukup berbahaya. Dengan earphone seperti itu, kualitas suara musik memang menjadi lebih baik karena bebas gangguan suara dari luar. Namun, earphone berbentuk earbud langsung menembakkan suara ke gendang telinga sehingga risiko kerusakan pendengaran meningkat. Untuk mengikis risiko, pengguna PMP disarankan menggunakan headphone.(Koran Sindo)