Oleh Joesvicar Iqbal

Beruntung si Sulung Hafal Nomor HP sang Ayah
Pasangan Adi Harahap, 32, dan Nike Risanti, 29, sangat panik dan tegang ketika mobil Avanza hitam miliknya dibawa kabur pencuri. Bukan semata-mata karena mobilnya dicuri, tapi dua anaknya ikut terbawa saat akan diantar ke sekolah. Bagaimana kisahnya?

————————————

Pagi itu jam menunjuk ke hampir pukul 06.00. Keluarga pasutri Adi-Nike yang tinggal di Jl Tebet Timur Dalam III A, Tebet, Jakarta Selatan, terlihat sibuk. Adi bersiap-siap berangkat ke kantor di Bank Mandiri, Jl Gatot Subroto. Sedangkan Nike agak tergopoh-gopoh akan mengantar sekolah dua anaknya: Salma, 7, dan Razua, 5. Sekolah mereka satu kompleks. Salma bersekolah di SD Ade Irma Suryani, sedangkan Razua di TK Ade Irma Suryani.

Nike pagi itu akan mengantar kedua anaknya dengan mobil Toyota Avanza hitam bernopol B 1056 ZN. Seperti biasanya, dia memanasi mesin mobil lebih dulu. Nike lantas membawa mobilnya keluar pagar. “Anak-anak sudah di dalam. Saya keluar dari mobil untuk mengunci pintu rumah,” cerita Nike.

Saat itulah petaka terjadi. Ketika akan mengunci pintu rumah, dia tak mengunci mobilnya. Tiba-tiba muncul dua pria dan langsung masuk mobilnya. Mereka membawa kabur mobil tersebut.

“Saya terkejut dan panik saat mobil berjalan. Maunya saya kejar, tapi mobil itu melaju cepat. Saya melihat anak-anak saya menjerit dan menangis sambil melambai-lambaikan kedua tangan,” kisah wanita 29 tahun itu.

Nike tentu saja sangat cemas. Dia lantas menelepon suaminya. “Saya sempat bingung, mau berbuat apa saat itu….,” ujarnya. “Pikiran saya langsung ke anak-anak. Bukan ke mobil,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun Indo.Pos (Grup Jawa Pos), pencuri mobil itu menuju Bekasi. Diduga karena Razua dan Salma terus menangis, keduanya tak tahan. Mereka menepikan mobil di sekitar pintu tol Pondok Jaya, Bekasi. Di tempat itu mereka mengganti pelat nomor mobil. Setelah itu pelaku menyetop taksi putih Jakarta City bernopol B 1041 QE dengan nomor pintu JC 594 yang disopiri Ediman. “Saya diserahi dua anak (Razua dan Salma). Katanya, disuruh mengantar ke rumahnya di Tebet. Ketika saya tanya lebih jauh Tebet mana, saya dibentak. Terus pelakunya kabur,” cerita Ediman ketika diperiksa polisi di Polsek Tebet. “Jangan banyak tanya. Antar saja anak ini ke rumahnya. Kami akan menjemput bapaknya,” kata sopir taksi berumur 39 tahun itu menirukan ucapan salah satu pelaku.

Ediman saat itu mengaku sempat kebingungan. “Bagaimana nggak bingung. belum dapat penumpang. Dapat penumpang, tapi mau diantar ke mana, nggak jelas alamatnya,” tutur Ediman.

Beruntung, saat itu Salma menyuruh Ediman menelepon nomor HP ayahnya. “Anak itu ingat nomor HP ayahnya. Coba kalau nggak ada nomor HP, saya pasti kebingungan. Soalnya, kedua anak itu sama-sama nggak tahu alamat lengkap rumahnya.”

Ediman lantas menelepon Adi, ayah Razua dan Salma. Mereka sepakat bertemu di sebuah tempat di wilayah Cawang, Jakarta Timur. Sekitar pukul 08.10, kakak-beradik itu sudah bertemu ayahnya.

Setelah itu, Adi melaporkan pencurian mobilnya ke Polsek Tebet. Ediman diperiksa sebagai saksi. Kepada polisi, Ediman menyebutkan ciri-ciri fisik pelaku. Salah satunya tinggi sekitar 170 sentimeter, berkulit hitam, dan berkumis.

Peristiwa itu membuat Razua dan Salma mengalami trauma. Hingga kemarin sore, keduanya masih tampak shocked. “Anak saya tak berani keluar dari kamar. Mereka masih menangis,” cerita Nike sedih. Sempat terdengar teriakan dari anak-anak itu bahwa mereka kapok diantar sekolah dengan mobil.

Meski demikian, Nike merasa bersyukur karena kedua anaknya tak ikut dibawa kabur pencuri. “Kalau mobil hilang, biar polisi yang menangani. Yang penting, anak-anak selamat,” katanya. “Kalau Avanza, harganya mungkin Rp 130 juta. Kalau anak, ini harta yang tak ternilai harganya,” tambahnya.

Kanit Reskrim Polsek Tebet, Jakarta Selatan, Iptu Nurdin A. Rahman mengatakan, pihaknya sempat menanyai kedua anak tersebut. “Kata anak-anak itu, pelaku memang sempat berhenti dan mengganti pelat nomor mobil,” katanya. Kini anak buahnya sedang melakukan pengejaran. “Identitas pelaku sudah diketahui dan ini murni pencurian kendaraan bermotor,” ujar Nurdin.(Jawa Pos)