Kondisi terakhir Burj Dubai, seperti dirilis developernya, Emaar, kemarin (7/4). Tinggi mencapai 629 meter.

BELUM SELESAI: Kondisi terakhir Burj Dubai, seperti dirilis developernya, Emaar, kemarin (7/4). Tinggi mencapai 629 meter.

DUBAI – Ahlan wa sahlan. Selamat datang bangunan paling menjulang sejagat. Kemarin (7/4), Burj Dubai di Uni Emirat Arab mencapai 629 meter. Berarti “resmi” melampaui ketinggian menara televisi KVLY-TV di North Dakota, AS, yakni 628,8 meter. Dengan demikian, rekor bangunan tertinggi di dunia yang dipegang KVLY-TV sejak 1963 tumbang.

Developer Emaar, yang membangun Burj alias Menara Dubai, dengan bangga mengumumkan pencapaiannya itu. Dan, Emaar belum berhenti dengan meraih selisih rekor dunia 20 cm. Meskipun belum diungkap dengan rinci oleh developernya, AFP menyebut Burj Dubai diperkirakan akan mencapai 900 meter ketika selesai dibangun awal tahun depan.

Sebenarnya KVLY-TV tak layak dibandingkan dengan kerumitan dan kecanggihan bangunan Burj Dubai. Sebab, menara yang dipakai televisi grup NBC dan CBS itu hanya berbentuk seperti antena televisi lazimnya. Bukan bangunan yang bisa dihuni. Yang menjaga agar tidak tumbang adalah rentangan ribuan kawat baja yang ditarik ke tanah di sekujur menara.

Namun, KVLY-TV mampu bertahan sebagai bangunan buatan manusia tertinggi selama 45 tahun. Antena radio di Polandia pernah berhasil melampauinya pada 1974 dan 1991, tapi antena itu kemudian ambruk.

Sebelum melampaui KVLY-TV, Burj Dubai yang 160 tingkat mengalahkan menara Taipei 101 yang setinggi 508 meter di Taiwan. Menurut Emaar, saat komplet nanti, Burj Dubai menelan 330 ribu kubik meter beton, 39 ribu ton baja, dan 142 ribu meter persegi kaca.

Emaar boleh bangga dengan rekor sekarang. Namun, menurut koran ArabianBusiness, perusahaan milik negara di Dubai, Nakheel, siap membangun gedung yang lebih menjulang lagi. Kompetitor Emaar itu akan membuat gedung setinggi 1.200 meter.

Arsitek Australia, Woods Bagot, mendapatkan kontrak membantu pembangunan menara baru ini. Nakheel, yang menjadi bagian dari DubaiWorld, mengiyakan sedang bekerja sama dengan Woods Bagot. Namun, menolak memberikan info lebih detil.

Negara-negara Timur Tengah, yang tengah banjir rezeki karena kenaikan harga minyak, memang tengah tergila-gila pada bangunan megah. Menurut Middle East Economic Digest yang berbasis di London, Arab Saudi juga tengah merencanakan membuat gedung setinggi 1.600 meter di Jeddah, kota di tepi Laut Merah.
(Jawa Pos)