Oleh Gea OF Parikesit

Tokek adalah salah satu satwa yang terampil berakrobat [1]. Kemampuannya yang paling ternama, mungkin, adalah kepiawaiannya berjalan di permukaan dinding atau dedaunan, bahkan yang tegak lurus atau terbalik terhadap permukaan tanah sekalipun. Selama ini, para ilmuwan menyimpulkan bahwa rahasia dari kemampuan ini adalah rambut-rambut super-kecil yang terdapat di permukaan kaki tokek. Ketika sebuah kaki tokek dipijakkan ke sebuah permukaan, rambut-rambut yang berukuran sepersejuta meter itu dapat diaktifkan untuk menambah gesekan antara kaki dan permukaan. Tapi ternyata tokek masih menyimpan trik lain yang bisa dipelajari, yaitu gerakan

ekornya! [2]

Kaki Kelima

Dengan perangkat video berkecepatan tinggi, sekelompok ilmuwan dari Amerika merekam gerakan ekor dari beberapa tokek [3]. Beberapa kejutan muncul ketika mereka menyimak dan menganalisa hasil rekaman itu. Kejutan pertama adalah ketika seekor tokek sedikit terpeleset saat tengah memanjat sebuah dinding. Ternyata, untuk mencegah agar dirinya benar-benar terjatuh, tokek ini dengan sangat cepat menekankan ekornya ke permukaan dinding. Teknik ini membantu dirinya untuk menunda proses jatuh, sedemikian sehingga keempat kakinya memiliki cukup waktu untuk bergeser dan merapat kembali ke dinding.  menggunakan ekornya sebagai kaki kelima, setidaknya sebagai penunjang keempat kaki aslinya.

Cambuk Pembalik Badan

Kejutan kedua diperoleh ketika seekor tokek lain benar-benar terjatuh dari sebuah permukaan daun yang terbalik. Sebelum proses jatuh ini dimulai, posisi tokek benar-benar tidaklah menguntungkan. Punggungnya menghadap bawah, dan jika ia tidak berbuat sesuatu maka tumbukan dengan tanah di bawahnya bisa berakibat fatal. Di sinilah jurus kedua tokek dilancarkan. Di tengah proses jatuh yang dialami, tepatnya saat tokek ini berada di tengah udara, ia mencambukkan ekornya cepat sekali. Gerakan ini membuat seluruh badannya turut terputar. Kini postur tokek benar-benar menyerupai postur seorang sky-diver ketika beraksi, dan keempat kakinya telah dapat menghadap tanah.

Pengendali Saat Mendarat

Walau begitu, tokek ini belum benar-benar aman. Jika ia mendarat di tempat yang keras, bisa jadi kaki-kakinya tetap tidak mampu menahan tumbukan

yang dihasilkan. Karenanya ia perlu memilih tempat mendarat yang pas. Maka jurus ketiga pun diperagakan: ekornya kini digerakkan ke kiri atau kanan. Dengan begitu, seluruh tubuhnya kini dapat meluncur sambil berbelok ke tempat yang diinginkan. Akhirnya, tokek yang jatuh ini dapat juga mendarat dengan selamat.

Inspirasi bagi Manusia

Menyimak hasil rekaman video di atas tidak saja hanya mengasyikkan karena mengandung ilmu baru dan sejumlah kejutan. Jurus-jurus ala tokek tadi lantas bisa diterapkan dalam banyak hal. Misalnya, sebuah robot dapat dirancang agar mampu memanjat, dan kemudian meluncur di udara saat melepaskan diri dari dinding yang dipanjat.  Artikel ilmiah yang memuat hasil penelitian ini dapat diakses bebas oleh umum, karena para penulis artikel itu memilih opsi “akses terbuka” saat menerbitkannya. Siapa tahu, dengan membacanya sendiri dari artikel aslinya [4], kejutan-kejutan lain akan membuka mata anda.

*Bacaan lanjutan*

[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Tokek

[2]http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7300879.stm

[3]http://ciber.berkeley.edu/twiki/bin/view/CIBER/WebHome

[4] http://www.pnas.org/cgi/reprint/105/11/4215

Sumber : Netsains.com