Oleh Mohammad Yusuf

Jakarta, myRMnews. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Pilkada Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Moh Razikun membeberkan kunci kemenangan Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho di pilkada Sumut.

Dia menyebutkan ada tiga modal utama yang dimiliki PKS. Pertama, menyodorkan kader mudanya, yakni Gatot. Kedua, PKS sudah punya basis kuat di Medan. Ketiga, militansi kader PKS.

“Kami menggarap persiapan pilkada Sumut sama dengan pilkada Jawa Barat. Kami menawarkan tokoh muda yakni Mas Gatot. Pak Syamsul kami usung juga karena beliau meski tua tapi berjiwa muda, merakyat dan humoris. Itu modal utama PKS di Sumut,” ujar Moh Razikun di Jakarta, Rabu (16/4).

Dia menambahkan, militansi para kader PKS di seluruh wilayah Sumut juga menjadi faktor kunci kemenangan calon dengan nomor urut 5 ini. Dijelaskan, cara kerja kader PKS mirip sales yang berjualan produk. Mereka datang door to door, person to person, guna menawarkan visi dan misi Syamsul-Gatot.

“Para tokoh masyarakat juga didatangi untuk dimintai dukungan dan doam” beber Razikun. Namun, dia tidak menafikan kerja keras para kader partai lain yang ikut mengusung Syamsul-Gatot. Ini hasil kerja semua partai pendukung, imbuhnya.

Lebih lanjut Razikun mengatakan, seluruh jajaran DPP PKS di Jakarta tidak ada yang terkejut dengan hasil quick count yang menempatkan Syamsul-Gatot berada di posisi teratas. Dikatakan, beberapa pekan lalu di DPP PKS digelar rapat pleno guna membahas persiapan pilkada Sumut dan pilkada Jawa Barat.

“Keyakinan ini didukung hasil survei internal PKS beberapa hari menjelang pencoblosan, dimana calon yang kami usung menang,” ujarnya.

Yang justru mengejutkan, katanya, adalah kemenangan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di pilkada Jabar. Saat rapat itu, para pimpinan PKS pesimis jago PKS di Jabar itu bisa menang.

“Begitu di Jawa Barat menang, kita semakin yakin Sumut pasti menang. Yang pesimis saja menang, apalagi yang optimis,” katanya.

Ditanya apakah PKS akan menggaet Syamsul Arifin sebagai kader PKS, Razikun tidak menjawab tegas. Dia hanya mengatakan, bila memang nantinya Syamsul menjadi Gubernur Sumut.

“Sudah tentu beliau menjadi keluarga besar PKS karena PKS partai pendukung utama.” tandasnya.

Syamsul sebelumnya merupakan fungsionaris Golkar Sumut. Lantaran Bupati Langkat itu ikut maju di pilkada Sumut, dia dipecat dari Golkar. Pasalnya, Golkar sudah memutuskan mengusung Ketua DPD Golkar Sumut Ali Umri yang berpasangan dengan Maratua Simanjuntak. hta

Sumber: Rakyat Merdeka


Mesin Politik PKS Bekerja Sangat Keras


Oleh Ningsih

Presiden PKS Tifatul Sembiring di Jakarta menyatakan bahwa kemenangan ini disebabkan mesin politik PKS di Jabar dan Sumut bekerja sangat keras, khususnya di daerah-daerah dimana suara PKS mayoritas.

PK-Sejahtera Online: Meski KPUD belum mengumumkan pemenang pilgub Jawa Barat, dan masih menunggu hasil penghitungan suara secara keseluruhan dari KPUD Sumatera Utara, namun PKS yakin akan keluar sebagai pemenang pada kedua pilgub tersebut.

Usai menyaksikan perhitungan suara sementara pasangan Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho, Presiden PKS Tifatul Sembiring di Jakarta menyatakan bahwa kemenangan pasangan nomor 5 ini, disebabkan mesin politik PKS di Jabar dan Sumut bekerja sangat keras, khususnya di daerah-daerah dimana suara PKS mayoritas.

“Untuk Jawa Barat kita mengoptimalkan di kantong-kantong PKS yang sudah dimenangkan di pilkada kabupaten/kota. Di Sumatera Utara juga demikian, kita menang di kantong-kantong PKS seperti di Medan, Binjai, Langkat,” papar Tifatul.

Namun demikian pihaknya mengakui banyak faktor yang menyebabkan kemenangan kedua pasang cagub tersebut. Selain ketokohan para cagub, mesin politik para parpol yang berkoalisi dengan PKS juga bekerja secara efektif.

“Baik di Jawa Barat dan Sumatera Utara PKS tidak bekerja sendiri, PKS bekerja sama dengan partai-partai lain, seperti di Jawa barat PKS bekerja sama dengan PAN, di Sumatera Utara dengan PPP dan PBB,” tuturnya. (Adine)
(www.pk-sejahtera.org)