Ini berlaku di Malaysia. Beberapa kandidat pejabat partai akan diharuskan mempunyai blog untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan program-program mereka menjelang pemilu Desember nanti. Demikian disampaikan Abdul Rahman Dahlan, Sekjen UMNO, kepada Associated Press, Jum’at (11/04). Tidak jelas apakah langkah ini akan diikuti oleh pemimpin partai yang kebanyakan berasal dari golongan lebih tua, tetapi setidaknya Lim Kit Siang, pemimpin partai oposisi Democratic Action telah memiliki jurnal di web yang sangat populer.

Disinyalir himbauan ini dilakukan menyusul kekalahan telak yang dialami koalisi partai berkuasa pada pemilihin yang berlangsung bulan lalu. Diduga kekalahan ini sebagian diakibatkan karena mereka meremehkan kekuatan kampanye melalui web. “Seluruh kandidat seharusnya memiliki blog, jika tidak mereka tidak layak menjadi pemimpin”, Abdul Rahman kembali menekankan dalam wawancaranya dengan AP.

Sebelumnya, para politisi dari partai-partai besar menganggap para blogger adalah golongan penyebar gosip. Sebagian besar halaman blog di Malaysia saat ini memang berisi kritik dan komentar kepada pemerintah. Tetapi sekarang, bahkan Khairy Jamaluddin yang sebelumnya pernah menyamakan para blogger dengan monyet (karena dianggap sama-sama hidup dalam aturan rimba), mempunyai blog!

“Pemilihan kemarin mengajarkan kami banyak hal. Kami kalah dalam perang cyber. Sekarang kami perlu merangkul teknologi demi mengembalikan simpati pendukung kami,” disampaikan Abdul Rahman. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa bantuan dan pelatihan akan diberikan kepada anggota partai yang tidak mengetahui bagaimana membuat dan mengelola blog. (Bhinneka Post)