Operasi parkir liar benar-benar digencarkan kemarin pagi (2/5). Aparat Dinas Perhubungan DKI bersama aparat Polda Metro Jaya menggembok (clamp) dan menilang mobil yang parkir sembarangan. Hingga siang, setidaknya 13 unit mobil digembok dan 52 kendaraan ditilang.

Menurut Riza Hasyim, kepala Subdinas Penertiban dan Lalu Lintas Angkutan Jalan, pada hari pertama penerapan, penguncian roda dilakukan di lima wilayah DKI. Di Jakarta Barat, penggembokan di Jalan Gajah Mada dilakukan pukul 06.00-10.00. Di Jalan Hayam Wuruk, penertiban dimulai pukul 13.00 hingga pukul 18.00.

Hasilnya, di Jalan Gajah Mada, dua mobil digembok lantaran kedapatan parkir liar dan tidak ada pemiliknya sekitar pukul 08.30. Namun, usai salat Jumat, kunci mobil sudah dibuka lantaran pemilik kendaraan sudah mengurus tilang ke kepolisian. Selain itu, di tempat yang sama, 10 mobil ditilang di tempat lantaran ada pemiliknya.

Sedangkan operasi yang digelar di Jalan Hayam Wuruk sekitar pukul 14.00, satu unit sedan Toyota yang diparkir di depan sebuah pusat perbelanjaan juga digembok. Selain itu, sekitar 10 unit motor yang diparkir di depan Plaza Hayam Wuruk ditilang di tempat.

Di Jakarta Selatan, operasi digencarkan di Jalan Mampang Prapatan, Jalan Warung Buncit, dan Jalan Pasar Minggu Raya. Di kawasan itu, lima unit kendaraan digembok dan 22 kendaraan ditilang.

Di Jakarta Pusat, Jalan Salemba dan Jalan Samanhudi hingga ke Pasar Baru, dua kendaraan digembok dan sepuluh kendaraan ditilang di tempat.

Sedangkan di Jakarta Utara, penggembokan dilakukan di Jalan Yos Sudarso dan sepanjang Jalan R.E. Martadinata hingga Mangga Dua. Dua kendaraan digembok lantaran parkir liar. “Untuk Jakarta Timur difokuskan di Jalan Pemuda. Satu kendaraan dikunci di depan SD Tarakanita,” katanya.

Menurut dia, langkah penggembokan itu dikeluarkan mengingat seringnya pemilik kendaraan tidak memedulikan tanda larangan parkir di jalan umum. Banyak ruas jalan sudah diberi rambu dilarang parkir, tapi tetap saja digunakan untuk parkir.

Dia menargetkan, seluruh titik yang rawan parkir bisa disisir. Dari daftar yang ada, 33 titik ditengarai menjadi langgganan parkir liar.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menegaskan akan terus menerapkan sanksi gembok itu untuk para parkir liar.

Pendisiplinan parkir itu tidak hanya diterapkan kepada kendaraan pribadi. Armada busway yang merupakan milik pemerintah juga mendapatkan gembok karena mangkal sementara di bilangan Jl Pemuda untuk mengisi bahan bakar gas (BBG).

Busway dengan nomor polisi B 751 IX itu tengah mampir di pinggir jalan untuk mengantre di SPBG di Jalan Pemuda. Bus itu nongkrong, ditinggal sopirnya makan. Aparat Dishub yang saat itu melintas langsung memasangi gembok pada roda kendaraan yang berjalan di jalur khusus itu. (Jawa Pos)