PUTRAJAYA – Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad ternyata menanggapi serius sesumbar tokoh oposisi Anwar Ibrahim untuk mengambil alih kekuasaan. Kemarin dia mengingatkan bahwa kelompok oposisi bukan tidak mungkin benar-benar akan merebut kekuasaan dari PM Abdullah Ahmad Badawi. Mahathir menilai, pemerintahan Badawi saat ini lemah.

“Saya merasa itu bisa benar-benar terjadi. Awalnya, saya memang tidak mengindahkannya. Tapi, setelah mempelajari situasi, saya rasa memang ada bahaya besar. Saya kira, kemungkinan itu tak bisa diabaikan begitu saja,” kata Mahathir kepada wartawan setelah membuka acara di Yayasan Kepemimpinan Perdana miliknya di Putrajaya, arah selatan Kuala Lumpur, kemarin.

Seperti diberitakan, beberapa waktu lalu, Anwar sesumbar akan mengambil alih kepemimpinan. Pemimpin de facto Partai Keadilan Rakyat itu juga mengklaim didukung 30 tokoh koalisi Barisan Nasional (BN) di parlemen. Padahal, di antara 222 anggota parlemen, BN kini hanya menempatkan 140 wakil di Dewan Rakyat. Sisanya, 82 kursi, diduduki aliansi oposisi Pakatan Rakyat. Kalau klaim eksodus 30 anggota BN tersebut benar, posisi BN memang terancam.

Ditanya soal klaim eksodus tersebut, Mahathir mengatakan, itu akan melahirkan banyak masalah bila benar-benar terjadi. “Kita harus lihat tanggapan rakyat. Mereka punya sederet harapan,” ujarnya.

>> Selengkapnya …