Habib Rizieq Shihab

Aksi Bubarkan FPI di Daerah Meluas

Dituding lamban menindak pelaku kekerasan di Monas, Minggu (1/6), membuat pemerintah gusar. Seperti ingin membuktikan bahwa tudingan itu tak berdasar, dua tindakan tegas dilakukan sekaligus.

Saat hari belum beranjak terang kemarin (4/6), kepolisian menjemput paksa 59 anggota Front Pembela Islam (FPI) di markasnya di Petamburan. Bersama ketuanya, Habib Rizieq Shihab, puluhan anggota FPI tersebut diangkut ke Mapolda Metro Jaya.

Siangnya, pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Mardiyanto memberikan surat teguran kepada (FPI) serta Aliansi Kebangsaan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

Indo Pos (Grup Jawa Pos) melaporkan, di luar dugaan, penjemputan anggota FPI di markasnya yang semula dikhawatirkan diwarnai bentrok berlangsung mulus. Tepat pukul 06.00, sebanyak 700 personel Brimob bersenjata lengkap dan tameng ditambah 300 personel reserse gabungan, termasuk satuan khusus Detasemen 88, meluncur dari Mapolda Metro Jaya memadati Jl Raya K.S. Tubun di sekitar kawasan Petamburan, lokasi markas FPI.

Anggota reserse di barisan depan yang dibeking ratusan personel pasukan anti huru-hara (PHH) yang dikomandoi langsung oleh Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Winarko merangsek masuk menuju permukiman annggota FPI, termasuk kediaman Habib Rizieq.

Di depan gang jalan masuk kediaman Habib di Petamburan III, Kapolres Jakarta Pusat sempat ditahan massa FPI yang telah bersiaga. Kondisi sempat memanas ketika ratusan petugas hendak merangsek masuk. Namun, setelah salah seorang perwakilan FPI menemui Heru, suasana menjadi lebih tenang.

Pembicaraan empat mata yang disaksikan ribuan warga, baik dari warga setempat, aparat, atau wartawan, berlangsung hampir sejam. Habib Rizieq yang keluar dari kediamannya sekitar pukul 07.00 ikut bergabung dalam negosiasi.

Tak sampai sepuluh menit, Habib meminta pengeras suara, lalu menyerukan agar seluruh anggota atau aktivis FPI tidak ada yang menghalang-halangi tugas polisi. ”Polisi datang ke sini untuk melakukan tugas mencari orang-orang yang diduga melakukan pelanggaran di Monas, jadi jangan dihalangi,” ujar Habib diteruskan dengan mengucap ”Allahu Akbar”.

Mendapat lampu hijau dari Habib, polisi langsung menggeledah setiap sudut Gang Petamburan III untuk menciduk para tersangka. Akhirnya, dari sejam penggeledahan yang dilakukan petugas, berhasil diciduk 58 anggota FPI dan langsung digiring ke mobil tahanan yang sudah disiapkan di ujung gang.

H. Hidayat, 60, salah seorang warga yang rumahnya ikut digeledah, mengungkapkan bahwa dirinya tidak merasa panik atau takut. ”Saya sih tenang aja biar polisi mau geledah rumah saya,” ujarnya dengan nada keras.

Setelah petugas menggeledah dan menciduk 58 anggota FPI, sekitar pukul 07.45, Habib kembali berbicara di hadapan warga kampung. ”Seluruh anggota FPI jangan panik. Saya akan ikut ke polda menemani saudara kita sampai pengacara datang,” tegasnya.

Dengan dikawal ketat beberapa petugas, Habib Rizieq digiring ke sebuah mobil Nissan yang kemudian membawanya ke mapolda. Sedangkan 58 orang anak buahnya naik kendaraan truk polisi.

Dalam aksi sweeping tersebut, bisa dibilang petugas kurang sukses. Sebab, target operasi, yakni Panglima Komando Laskar Islam (KLI) Munarman, tidak berhasil ditemukan. Diduga, Munarman meninggalkan permukiman FPI itu beberapa jam sebelumnya.

Habib Tersangka

Hasil pemeriksaan anggota FPI di mapolda hingga tadi malam sekitar pukul 23.00, Habib Rizieq telah ditetapkan sebagai tersangka. Habib dijerat pasal 221 dengan tuduhan menyembunyikan tersangka. “Sudah jadi tersangka, kena pasal 221. Dengan ini, ancamannya sembilan bulan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira.Meski ditahan, Habib sepertinya masih akan menghirup udara bebas. Sebab, pasal yang menjerat Habib tidak mencukupi syarat penahanan. “Kalau yang ini, ancaman hukumannya 9 bulan. Hanya 5 tahun yang bisa ditahan,” jelas Abubakar.

Abubakar menjelaskan, pihaknya telah menetapkan 20 tersangka dalam aksi penyerangan FPI terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Namun, dia tidak memastikan apakah 20 orang tersebut ada di antara 59 orang yang dijemput itu. “Keputusannya akan diketahui setelah satu kali 24 jam,” jelas jenderal bintang dua itu. Dia lantas menyebutkan, delapan orang dari AKKBB telah dimintai keterangan.

Meski demikian, Abubakar memastikan bahwa Munarman adalah salah seorang di antara 20 orang tersangka tersebut. Dia lantas meminta mantan ketua YLBHI itu menyerahkan diri kepada polisi jika merasa tidak bersalah. ”Silakan klarifikasi ke kami. Kalau lari, berarti ada indikasi (salah),” katanya, yang didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman.

Dalam kesempatan itu, Abubakar juga membantah bahwa pihaknya tidak bersikap tegas terhadap FPI. Dia lantas menunjuk beberapa kasus di Jawa Barat dan Jakarta yang telah menetapkan beberapa tersangka. Abubakar menegaskan akan menindak tegas pelaku kekerasan yang melanggar hukum. “Sekarang FPI yang melakukan kekerasan. Kalau ada elemen lain melakukan kekerasan, berarti sama saja,” tegasnya.

Selain menjaring 59 orang, aparat membawa beberapa barang bukti. Di antaranya, dua bilah celurit, sebelas potong bambu, dua batang kayu yang ada pakunya, dan sepuluh rim selebaran ”Lumat SBY-JK”.

Selebaran itu, lanjutnya, berisi beberapa tuntutan. Yakni, batalkan kenaikan harga BBM, turunkan harga sembako, nasionalisasi aset, pembubaran Ahmadiyah dan menetapkan sebagai organisasi terlarang, dan mengusir Namru (lab AS, Red) dari bumi Indonesia. “Untuk clurit, masih kita dalami,” terangnya.

Dalam waktu berbeda, Mahendradatta, salah satu pengacara dari TPM, membantah jika ada penetapan sebagai tersangka. Pasalnya, pemeriksaan masih berjalan. “Perlu saya jelaskan, semua (59, Red) diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka,” katanya. Hingga tadi malam, kata dia, empat orang sudah dibebaskan. Hari ini diperkirakan akan banyak yang menyusul untuk bebas.

Sampai dengan pukul 23.30 WIB tadi malam, belum ada tanda-tanda pemeriksaan terhadap Habib berakhir. Namun, menurut dia, sebagian besar materi penyidikan sudah ditanyakan. “Untuk pemeriksaan Habib Rizieq belum ada tanda-tanda selesai. Tapi, sebagian besar sudah selesai,” ungkap Achmad Michdan, anggota Tim Pembela Muslim (TPM), saat dihubungi.

Sementara itu, mengenai surat teguran ke FPI dan AKKBB, Kepala Pusat Penerangan Depdagri Saut Situmorang mengatakan, surat teguran itu mengacu pada UU No 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan peraturan turunannya. Teguran diberikan terkait peristiwa di Monas pada Minggu (1/6).

Surat yang ditandatangani Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik Depdagri Sudarsono H. atas nama Mendagri itu bernomor 220/612.Set. Surat teguran untuk FPI dilayangkan karena penyerangan dan penganiayaan oleh kelompok massa FPI terhadap kelompok masa AKKBB merupakan tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Surat itu menyebutkan pasal 13 UU 8/1985 menyatakan organisasi kemasyarakatan yang melakukan kegiatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum dapat dibekukan kepengurusannya.

Aksi di Daerah

Sementara itu, meski sudah ada tindakan tegas dari kepolisian terhadap FPI, konflik horizontal antarumat Islam masih terjadi di beberapa daerah. Pembubaran FPI Surabaya dan Jember oleh aksi massa memicu aksi serupa di daerah lain. Di Blitar, massa yang mengatasnamakan Front Pembela Kebangkitan Bangsa (FPKB) meminta FPI dibubarkan. Tuntutan itu disampaikan ketika massa FPKB nglurug ke Mapolresta Blitar sekitar pukul 10.00 WIB kemarin.

Muchson, koordinator aksi, menyatakan, mereka men-deadline polisi agar membubarkan FPI hingga pukul 22.00. Jika tuntutannya tidak dipenuhi, hari ini mereka bakal men-sweeping anggota FPI yang tersebar di Blitar.

Di Mojokerto, sekitar 20 anggota pasukan khusus Banser NU Kabupaten Mojokerto mulai berlatih dan mengisi kesaktian di sebuah padepokan di Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, kemarin petang. Pasukan Khusus Banser NU itu siap diberangkatkan ke Jakarta jika diminta membubarkan FPI di Jakarta. “Ini merupakan persiapan jika diperintahkan membubarkan FPI di Jakarta,” jelas Ketua GP Ansor Kabupaten Mojokerto, Heri Hermawan.

Latihan dan pengisian kesaktian itu dipimpin langsung Gus Choirul Anam, pengasuh Padepokan Nurul Iman, di Desa Gemekan, Kecamatan Suko. (Jawa Pos)