Negara-negara ekonomi teratas telah mendeklarasikan bahwa dunia kini telah memasuki era baru pemberdayaan energi nuklir di tengah membumbungnya harga minyak dan global warming.

Negara-negara yang tergabung dalam The Group of Eight bersama China, India, dan Korea Selatan menyatakannya pada akhir minggu lalu di Aomori, Jepang, pusat industri energi nuklir yang terletak di bagian utara pulau terbesar Honshu.

Kesebelas negara tersebut mengutarakan ketertarikannya untuk terlibat dalam program pemberdayaan energi nuklir.

“Kami berada di ambang perubahan era baru nuklir,” kata sekretaris energi Inggris, John Hutton kepada AFP, Senin (9/6/2008). Menurutnya, substitusi energi ke kekuatan atom merupakan ide positif untuk dunia.

“Di samping memberikan supply energi yang lebih banyak, kekuatan atom hanya menghasilkan sedikit karbon dioksida yang menyebabkan global warming,” imbuhnya.

Amerika Serikat, Kanada, dan Itali telah meluncurkan ulang konstruksi pemanfaatan energi nuklir pada saat membumbungnya harga minyak di tahun 2003 silam. Perancis dan Jepang hingga saat ini masih menjadi negara “jawara” pemanfaatan energi nuklir sejak saat itu.

Kanada menjadi satu-satunya negara yang tidak menanam nuklir sebagai energi subtitutif selama tiga dekade. Kanada hanya berperan sebagai konstruktor dalam proses reaktor-reaktor baru.

“Kami mempunyai komitmen untuk mengawasi pemakaian energi nuklir untuk pengamanan dan tujuan perdamaian, kata menteri sumber daya alam Kanada, Gary Lunn. (Okezone)