Danau terbesar sekaligus terdalam di dunia, Baikal, dilaporkan telah mendidih karena mengalami kenaikan suhu lebih cepat dalam 60 tahun terakhir.

Hal ini, seperti dilansir LoveEarth, Minggu (15/6/2008), diperkirakan akan mengancam keberlangsungan berbagai spesies yang hidup di perairan tersebut dan sekitarnya.

Danau Baikal yang terletak di Siberia, Rusia, ini disinyalir memiliki 20 persen ikan air tawar yang ada di dunia, sekira 2.500 spesies yang tak dapat ditemukan di tempat lain. Bahkan, di antaranya terdapat satu-satunya anjing laut air tawar.

Suhu air danau Baikal yang terletak di Siberia, Rusia, dikabarkan telah mengalami kenaikan suhu hingga 1,21 derajat Celcius sejak 1946 silam akibat perubahan iklim, “mungkin hampir tiga kali lipat lebih cepat dibandingkan suhu udara global,” kata seorang profesor dari Wellesley College Amerika Serikat yang juga menulis karya tulis ilmiah dalam jurnal Global Change Biology edisi Mei 2008, Marianne More.

Selanjutnya, Moore mengatakan, anjing laut air tawar yang membesarkan anak-anak mereka di atas lapisan es dapat sangat menderita karena hal tersebut. Anak-anak anjing laut air tawar juga lebih rentan terhadap serangan predator jika tak ada lagi gua-gua es sebagai tempat terlindungi.

“Berkurangnya lapisan es akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan pemanasan global itu sendiri,” pungkas Moore. (Okezone)