Munarman tetap menolak menjadi saksi dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya terhadap Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Sihab terkait keterlibatan pada aksi penyerangan aktivis AKKBB di Monas.

“Munarman hanya akan memberikan keterangan di pengadilan,” kata kuasa hukum Munarman, Syamsul Bahri, usai menampingi mantan Ketua YLBHI itu di ruang Badan Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (16/6/2008).

Penolakan itu ditegaskan Munarman kembali saat dirinya diminta oleh tim penyidik.

Tadi, Munarman menjalani pemeriksaan penyidik selama sekira tujuh jam. Dalam pemberkasan kasus itu, yang bersangkutan mendapat 33 pertanyaan. Diantaranya seputar keterkaitannya dalam aksi penyerangan para aktivis itu. Dia juga mengatakan, dirinya bukan anggota FPI.

Usai diperiksa, Munarman tidak keluar melalui pintu utama, melainkan pintu khusus yang berada di sisi lain bangunan. Karena itu, wartawan yang sejak semula menunggu, akhirnya kecele..

Pengacara Munarman Minta Pembawa Pistol di Monas di-DPO

Pengacara Munarman, Syamsul Bahri meminta agar peserta AKKBB yang membawa senjata saat apel akbar di Monas (1/6) lalu dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Ini bukti baru. Kami minta orang yang di dalam foto ini diberlakukan sama seperti Munarman. Masukkan dia ke dalam DPO, segera tangkap, dan tahan,” kata Syamsul sambil menujukkan foto seoran pria yang mengacungkan pistol dan memakai pita merah putih di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/6/2008).

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya sudah memiliki saksi yang melihat kejadian tersebut. “Saksi itu masih kami simpan, karena nanti akan menimbulkan fitnah,” imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjut Syamsul, dirinya meminta polisi segera melakukan pencarian pria tersebut. “Orang yang ada di dalam foto itu harus ditangkap,” tandasnya..

FPI Heran Pria Berpistol Tak Ditetapkan DPO

Identitas pria berpistol di tengah insiden Monas antara massa FPI dan AKKBB masih belum diketahui. Polisi bahkan belum menetapkannya sebagai DPO seperti yang dilakukan pada anggota FPI yang diketahui melakukan kekerasan.

?Ini anehnya. Polisi juga membantah bahwa orang itu adalah anggota polisi. Namun sampai saat ini polisi tidak menyatakan orang itu sebagai DPO,” jelas Kuasa Hukum FPI Sugito Atmo Pawiro, saat berbincang dengan okezone, Senin (16/6/2008).

Menurutnya, fakta tersebut harus diselidiki karena secara hukum terbukti adanya pelanggaran hukum.

Sementara itu, mengenai identitas pelaku, dia menduga pembawa pistol tersebut memang oknum anggota kepolisian yang juga jemaah Ahmadiyah.

“Ada dugaan dia oknum anggota kepolisian yang juga warga Ahmadiyah,” jelas Sugito.

Di bagian lain, adanya rumor Gunawan Muhamad mendapatkan Rp10 miliar untuk mendesain bentrokan antar massa AKKBB dan FPI di Monas dianggapnya terlalu mengada-ada.

“Saya ragu, kurang masuk akal bagi saya Gunawan Muhamad dapat Rp10 miliar untuk mendesain insiden di Monas,” kata Sugito saat berbincang dengan okezone, Senin (16/6/2008).

Namun menurut Sugito, rumor pertemuan di Cikeas untuk merancang insiden tersebut sebagai upaya pengalihan isu kenaikan harga BBM bisa saja terjadi. “Ini kan dekat 2009,” katanya…(Okezone)