Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus melakukan inovasi politik menjelang Pemilu 2009. Di tengah kasak-kusuk parta-partai lain dalam pencalonan anggota legislatif, PKS terus melaju dengan gagasan-gagasan yang mengejutkan.

Kamis (26/6), DPP PKS meluncurkan Calon Anggota Dewan (CAD). Menurut Presiden PKS Tifatul Sembiring, dengan peluncuran calon anggota legislatif ini, diharapkan publik dapat mengenal jauh-jauh hari sosok caleg yang diusung PKS. Selain membincangkan peluncuran caleg PKS, Tifatul juga menyebutkan kriteria capres yang diusung pada 2009 mendatang.

“Kita gaungkan pemimpin ‘balita’ (di bawah lima puluh tahun), agar ada perubahan di negeri ini,” tegasnya. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Kenapa jauh-jauh hari PKS sudah mengenalkan caleg ke publik?

Dengan ini masyarakat agar lebih mengenal sosok-sosok yang ditawarkan PKS. Saya perlu garis bawahi bahwa PKS tidak hanya menawarkan figur semata, namun dengan program dan kebersamaan tim. Kita harus mengubah negara ini dari korupsi menjadi antikorupsi. Dari kemiskinan menjadi kesejahteraan, dari kebodohan menjadi orang-orang yang terdidik.

Bagaimana cara PKS memilih caleg PKS?

Rekutmen caleg PKS sebagain daerah dengan pemilihan raya internal. Ada sekitar 30% orang eksternal yang kita pasang. Ini adalah aspirasi dari DPD dan DPW, kemudian diusulkan ke pusat. Selama prosedur itu ditempuh. insya Allah kita (DPP) menerimanya.

Berapa total caleg yang akan diusung PKS, termasuk komposisinya?

Komposisi perempuan sampai kini sebesar 36%. Pada 2004 juga PKS paling banyak mencalokan caleg perempuan, yaitu sebesar 39%. Komposisi saat ini masih ada rekrutmen lanjutan, paling tidak Calon Anggota Dewan (CAD) sebelum didaftarkan akan ada penambahan caleg.

Sedangkan dari komposisi umur, paling banyak 35-35 tahun, karena kita mencanangkan program pemipin ‘balita’, yaitu di bawah lima puluh tahun. Termasuk capresnya juga diusulkan yang balita. Dari sisi anggota dewan yang sekarang, kita baru punya 45, kita butuh pengalaman mereka juga, makanya hampir 70% dari mereka kita pertahankan untuk kembali kita calonkan, walaupun tidak di nomor urut satu semua.

Bagaimana dengan target perolehan suara 20%, apa ini tidak terlalu percaya diri?

Analisis kami di DPP, tidak ada partai-partai yang lebih dari 25%. Kalau bahasa kyai-nya itu kita masih musyrakah (koalisi). Angka 20% adalah tiga kali lipat dari perolehan 2004. Namanya target, kita harus optimis.

Namun, jika melihat dari fakta-fakta, misalnya dalam Pilkada DKI, meski tidak berhasil menjadi gubernur, PKS jalan sendiri mendapat dukungan 42,5%. Jadi dari 24% di Pemilu 2004 merujuk perolehan pilkada DKI, PKS sudah meningkat. Di Jawa Barat juga demikian. Calon kita mendapat dukungan 40%, walaupun kita berkoalisi dengan PAN. Di Sulawesi Utara juga demikian.

Jadi dari 94 pilkada yang dimenangkan PKS dari 154 yang PKS berpartisipasi ikut mencalonkan, itu rata-rata mendapat dukungan di atas 30%. Ya malu juga, kalau kita naikkan menjadi 30%. Paling tidak, kita targetkan 20%. Jadi PKS bukan PD ya, tapi PA (Percaya Allah).

Untuk menghindari ganjalan dalam pengusungan caleg, seperti sejumlah calon PKS yang tersandung oleh kasus hukum seperti dalam Pilkada Jawa Tengah kemarin, bagaimana mengantisipasinya di calon legsilatif ini?

Jadi semua calon yang diusulkan dari daerah ini, harus lolos scan dari Dewan Syariah baik di tingkat wilayah maupun pusat. Dewan Syariah ini adalah dewan yudikatif di internal PKS. Jadi kalau mereka bermasalah secara moral, maka secara otomatis akan gugur.

Berapa caleg yang diusung?

Yang saya teken kemarin, untuk pusat sebanyak 314 orang. Walaupun target kita sebanyak 145 kursi DPR RI.

Berapa jumlah dana yang dibutuhkan setiap caleg dalam pemilu legislatif?

Kalau dana, sesuai kemampuan masing-masing. Tapi kalau dalam hitungan kami, minimalnya per orang menghabiskan sekitar Rp 300 juta. Tapi di PKS, bukan orang yang bekerja secara individu tapi tim kerja. Kami punya prinsip shunduquna juyubuna (kantong kami adalah kas kami sendiri).

Bagaimana kebijakan DPP PKS terhadap kader yang diusung oleh partai lain dalam pilpres mendatang?

Insya allah tidak ada.

Bagaimana kriteria capres 2009 menurut PKS?

Yang penting adalah kriterianya. Saya dulu mengatakan persoalan bangsa ini adalah bagaimana bangsa ini tidak bodoh, tidak miskin, kelaparan, tidak menganggur. Siapa yang bisa menyelesaikan ini? Saya juga mengusulkan usia capres di bawah lima puluh tahun. Karena Soekarno, Soharto, di bawah lima puluh tahun. Bahkan Obama anginnya datang ke Indonesia, usianya 46 tahun.

Jadi ini harus kita gaungkan, supaya ada perubahan. Ayo kita pikirkan ini. Kalaupun PKS sharing, ada yang terbaik, ayo monggo. PKS bisa saja mendukung. Tapi kalau PKS mendapat 20% dalam pemilu legislatif 2009, maka akan mengusung capres/cawapres kader sendiri. [Inilah.com]