MOSKOW – Ilmuwan Rusia kini bergabung di Danau Baikal untuk mencari tahu ekosistem sekaligus ukuran kedalaman yang dimiliki oleh danau terdalam di dunia ini.

Eksplorasi dikabarkan telah dimulai akhir pekan ini dengan melibatkan dua buah kapal selam kecil buatan Rusia, Mir-1 dan Mir-2. Pada hari pertama, kedua kapal selam tersebut hampir berada di kedalaman 420 meter. Pada hari kedua, kapal selam tersebut akan menjangkau kedalaman danau yang lebih jauh lagi.

Dilansir melalui AFP, Jumat (25/7/2008), diharapkan kedua kapal selam tersebut mampu mencapai kedalaman 1,637 meter, tepat berada di dasar danau. Kabarnya dasar danau Baikal memiliki ekosistem yang cukup unik dan masih ‘perawan’. Menurut para ilmuwan Rusia, belum pernah ada satupun penelitian yang menjamah dan mengeksplor ekosistem Baikal.

Dalam misi sebelumnya, para ilmuwan hanya bisa menjangkau kedalaman danau beberapa ratus meter saja.

Ekspedisi danau Baikal ini dipimpin oleh Artur Chilingarov. Chilingarov merupakan anggota parlemen Kremlin yang juga dikenal sebagai penjelajah kutub utara. Bahkan Chilingarov pernah memimpin kelompok ilmuwan yang berhasil menancapkan bendera Rusia di kutub Utara.

Ekspedisi Baikal ini akan dijadikan alat oleh para ilmuwan untuk mendapatkan data efek global warming terhadap danau tersebut. Tidak hanya itu, data tersebut juga akan diberikan kepada pemerintah Rusia agar mereka mau lebih memperhatikan dan melindungi ekosistem dan lingkungan yang ada di Rusia.

Selain memiliki ukuran paling dalam sedunia, danau Baikal juga dinobatkan PBB sebagai salah satu warisan budaya yang harus dilindungi. Pasalnya volume air bersih yang berada di danau ini cukup besar. Bahkan mencapai 20 persen dari total persediaan air bersih di dunia. Danau yang terletak di sebelah selatan Siberia ini juga dikenal dengan sebutan Blue Eye of Siberia. (Okezone)