Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1429 H (awal puasa) jatuh pada Senin, 1 September 2008.

Sementara Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1429 H akan jatuh pada Rabu, 1 Oktober 2008. ”Ini sesuai hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tajih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam keterangan tertulis yang diterima SINDO tadi malam.

Berkaitan dengan datangnya bulan suci Ramadan, Din mengajak kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah puasa (shaum) Ramadan. Selain itu, melaksanakan rangkaian ibadah-ibadah yang diturunkan Nabi Muhammad SAW dengan ikhlas, khusyuk, istiqamah, dan kesungguhan semata-mata untuk meraih rida dan karunia Allah SWT.

Kepada semua pihak, terutama industri hiburan, baik media maupun pranata publik lainnya, Din meminta agar menjunjung tinggi nilainilai moral dan kebaikan. Muhammadiyah juga meminta agar komoditi pornografi dan pornoaksi tidak dijual karena bisa merusak akhlak dan tatanan bangsa.

”Untuk tokoh masyarakat, politisi, pejabat publik, pengusaha, dan semua elemen pemerintahan dan masyarakat, marilah kita jauhi korupsi, kebohongan publik, menindas dan merugikan sesama, juga tindakan-tindakan menyimpang lainnya,”tuturnya. Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat isbat untuk menentukan hari pertama puasa.

”Kita akan segera melakukannya,”ujar Nasaruddin saat dihubungi SINDO tadi malam. Nasaruddin mengatakan, surat undangan isbat sudah akan diedarkan. Namun, dia mengaku tidak hafal kapan pertemuan akan dilakukan. Yang jelas, dia memastikan sebelum 1 September. [Koran Sindo]