Danau Baikal

Rusia berhasil menjadi negara pertama di dunia yang melakukan eksplorasi air tawar di kedalaman 1.680 meter di bawah permukaan laut.

Rekor ini dicetak setelah sejumlah ilmuwan yang diketuai Artur Chilingarov sukses mengarungi dasar Danau Baikal di Siberia yang merupakan danau terdalam di dunia. Para ilmuwan yang menumpang kapal selam Mir-1 dan Mir-2 itu berada di kedalaman 1.680 meter di bawah permukaan laut tepat pada pukul 10.15 waktu setempat.

Berbeda dengan kebanyakan kapal selam lain, kapal selam Mir-1 dan Mir-2 berukuran lebih kecil. Bentuknya pun dibuat menyerupai kapsul yang dapat mengangkut dua ilmuwan. Guna memudahkan eksplorasi, Mir-1 dan Mir-2 dihubungkan dengan pusat pengendali di permukaan laut.

“Ini rekor dunia untuk penyelaman kapal selam di air tawar.Kendati demikian, kami masih menunggu pengukuhan resmi dari pihakpihak terkait. Rusia juga berhasil menancapkan benderanya di sana,” tulis kantor berita Interfax dan Itar-Tass mengutip sejumlah ilmuwan yang terlibat dalam eksplorasi. Misi yang hanya berlangsung selama dua jam untuk mengumpulkan data tentang kondisi di dasar danau, salah satunya mengambil contoh minyak bumi tersebut tidak berjalan mulus.

“Ada beberapa kendala teknis, di antaranya keadaan cuaca yang tidak menentu.Tapi, kami berhasil melewatinya,” ujar Chilingarov yang juga ketua ekspedisi di Kutub Utara pada Agustus silam.

Kapal selam Mir-1 dan Mir- 2 sebelumnya telah mengarungi dasar laut Kutub Utara. Namun, untuk kepentingan eksplorasi di Danau Baikal, para ilmuwan memodifikasi kapal selam mini itu, termasuk mengurangi bebannya hingga hanya 18 ton. Ini dilakukan supaya kapal dapat tetap mengambang saat berada di dasar danau.Pada percobaan sebelumnya, Mir-1 dan Mir-2 sukses menjelajahi Danau Baikal di kedalaman 420 meter.

Selain memiliki ukuran paling dalam sedunia, pada 1996 silam, Danau Baikal juga dinobatkan oleh UNESCO – Badan di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi pendidikan dan budaya – sebagai salah satu warisan budaya yang harus dilindungi. Ini tidak berlebihan. Sebab, volume air bersih yang ada di danau ini cukup besar, yakni mencapai seperlima dari total persediaan air bersih di dunia.

Tidak hanya itu, danau yang juga dikenal dengan sebutan Blue Eye of Siberia tersebut menjadi rumah bagi sekitar 1.700 spesies tanaman dan hewan. Dalam konferensi pers sebelum eksplorasi dilakukan, Chilingarov menyatakan,apa yang dilakukan ilmuwan Rusia adalah untuk mengintai dampak negatif pemanasan global terhadap biota dasar laut Danau Baikal. Selain itu, misi tersebut untuk menggugah pemerintah Rusia agar lebih peduli dengan nasib warisan dunia tersebut.

“Kami mengumpulkan data-data penting tentang dampak pemanasan global pada ekosistem danau.Kami berharap pemerintah dapat lebih peduli terhadap danau itu,” jelas Chilingarov. [Okezone]