Pimpinan Pusat (PP) Persis dan PP Muhammadiyah menetapkan awal puasa, 1 Ramadhan 1429 H, bertepatan dengan Senin (1/9). Sedangkan NU masih menunggu rukyatul hilal (melihat bulan baru) meski kemungkinan besar juga sama dengan dua ormas tersebut.

“PP Persis melalui Dewan Hisab dan Rukyat menetapkan awal shaum atau puasa, 1 Ramadhan 1429 H, bertepatan dengan Senin (1/9),” kata Ketua Umum PP Persis, KH. Shiddieq Amin, Jumat (8/8).

Dalam surat No. 1428/JJ-C.3/2008 tertanggal 12 Juli 2008 PP Persis menyatakan ijtimak (konjungsi) akhir Syaban jatuh pada Minggu (31/8) pukul 3.04 WIB. “Ketinggian hilal waktu Magrib pada Minggu (31/8) di Palabuhanratu, Sukabumi, mencapai 5 derajat 9 menit 45 detik, sedangkan di Jayapura, Papua, mencapai 3 derajat 36 menit dan 18 detik,” ucapnya.

PP Muhammadiyah sesuai hisab hakiki wujudul hilal juga menetapkan 1 Ramadan bertepatan dengan Senin (1/9). PP Muhammadiyah mengeluarkan Maklumat No. 04/MLM/I.0/E/2008 tanggal 26 Juli 2008. Maklumat disertai juga tausiah menyambut datangnya Ramadhan.

Maklumat itu menyebutkan ijtimak menjelang Ramadhan terjadi pada Minggu (31/8) Pukul 02.59 WIB. Tinggi hilal pada saat terbenam matahari di Yogyakarta plus 5 derajat 27 menit 57 detik dan di seluruh Indonesia pada saat matahari terbenam hilal di atas ufuk.

Sedangkan ahli falak NU Kota Bandung, K.H. Maftuh Kholil mengatakan, awal Ramadan 1429 H dimungkinkan adanya perbedaan meski melihat ijtimak kemungkinan besar akan sama. “Masalahnya perbedaan metode dalam penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah antara ormas-ormas Islam,” katanya.

Berdasarkan metode hisab, bulan sudah pasti akan wujud pada Minggu petang (31/8) sehingga awal Ramadan akan jatuh pada Senin. “Namun, belum tentu hilal atau bulan sabit bisa dirukyat atau dilihat pada Minggu-nya sehingga sebagian umat Islam bisa jadi akan mengawali puasa pada Selasa (2/9),” ucapnya.

Merujuk kepada data almanak PB NU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah menyebutkan, ijtimak atau konjungsi pada awal Ramadan akan jatuh pada Minggu (31/8) pukul 2.57 WIB. “Dengan berpegangan kepada almanak PB NU, kemungkinan besar awal puasa pada Senin (1/9) karena usia bulan sudah di atas 8 jam tepatnya 13 jam dari konjungsi pukul 2.57 WIB sampai Minggu petang pukul 18.00 WIB,” katanya. (Pikiran-Rakyat)