Tetapkan Deadline Pergi Awal 2009

Masa empat tahun dirasa cukup bagi pemerintah Malaysia untuk menampung pengungsi korban tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004. Kemarin negeri jiran itu memerintah lebih dari 25.000 pengungsi Aceh meninggalkan negeri tersebut.

”Aparat terkait akan mendeportasi para migran Aceh yang tinggal di Malaysia secara ilegal setelah 5 Januari 2009,” kata Ishak Mohamed, direktur penegakan hukum di Departemen Imigrasi Malaysia, kemarin (26/8).

Tercatat sekitar 40.000 warga Aceh mengungsi ke Malaysia setelah gelombang tsunami merendam provinsi itu pada Desember 2004, yang menewaskan lebih dari 130.000 orang. ”Kami mengizinkan mereka bekerja di sini (dengan alasan kemanusiaan) karena kami membantu mereka mendapatkan penghasilan untuk membangun kembali rumah mereka,” ujar Ishak.

Ribuan warga Aceh kembali ke kampung halaman mereka dari negeri jiran itu sejak 2005. Namun, pemerintah Malaysia memperkirakan masih ada 25.593 orang lagi yang masih bertahan di sana. Selama ini para pengungsi Aceh itu diizinkan bekerja di sektor informal, seperti proyek konstruksi, perkebunan, pabrik, dan restoran.

Belakangan, pemerintah Malaysia telah berupaya keras mengurangi ketergantungan kepada pekerja migran asal Indonesia dan negara Asia lainnya. Itu dilakukan seiring dengan semakin meningkatnya kejahatan yang melibatkan para pekerja asal Indonesia, selain memberikan kesempatan kepada pekerja lokal menyusul kian tingginya angka pengangguran.

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah mengakui bahwa pihaknya sudah mendapat pemberitahuan lisan dari pemerintah Malaysia. ”Bukan deportasi, izin tinggal mereka memang sudah habis pada Agustus 2008 ini,” jelasnya di Jakarta kemarin (26/8).

Menanggapi sikap tegas Malaysia itu, Gubernur Aceh Irwandy Yusuf meminta kelonggaran agar warganya diberi toleransi enam bulan.

Di Malaysia, warga Aceh korban tsunami itu diberi kartu khusus yang dikenal dengan IMM 13. Sebagian kartu memang akan kedaluwarsa pada hari ini (27/8). Karena itu, pemerintah Malaysia akan membuka loket khusus imigrasi di KLIA (Kuala Lumpur International Airport). (Jawa Pos)