Berbagai tayangan televisi swasta berlomba membuat program tayangan Ramadan di setiap waktu, mulai waktu buka hingga sahur. Memang, itu hak mereka. Semacam mutualisme, kita menikmati, mereka juga untung.

Sayang, banyak tayangan yang cenderung penuh humor dan lawak. Tayangan tersebut sama sekali tidak mencerminkan sifat suci Ramadan. Bahkan, biasanya, di tengah-tengah acara disisipkan kuis-kuis berhadiah. Padahal, banyak yang mengatakan bahwa kuis semacam itu merupakan perjudian halus.Jika memang demikian, mengapa pemerintah hanya mengobrak-obrak praktik perjudian yang konkret? Sedangkan perjudian kasat mata seperti itu dibiarkan membiak? Jadi, kita tak ubahnya melecehkan bulan suci ini.

Untuk berhati-hati, alangkah baiknya pemerintah meluruskan acara-acara tersebut. Tujuannya meminimalkan jika memang itu sebuah perjudian. Hal tersebut dilakukan demi menjaga kesucian bulan yang penuh berkah ini. Jangan sampai berkah Ramadan yang seharusnya dinikmati semua umat muslim hanya dinikmati sebagian orang.

Miqdam Musawwa, MA YPRU Guyangan, Trangkil, Pati (Jawa Pos)