Dalam tabligh Akbar di Medan, Imam Masjid Al Aqsa Palestina Syeikh Mohammad Mahmud Seyam mengaku lebih berkah mendapat bantuan rakyat Indonesia dibandingkan negara Arab

Pernyataan ini disampaikan mantan imam Masjid Al-Aqsa Palestina Syeikh Mohammad Mahmud Seyam menyatakan, bulan Ramadan adalah momentum untuk saling berbagi umat Islam.

Dalam ceramahnya saat menghadiri tablig akbar di Masjid Agung Medan kemarin, Syeikh Mohammad Mahmud Seyam mengingatkan, inti bulan Ramadan adalah untuk meningkatkan hubungan dengan Allah SWT. Karena itu, momen tersebut harus dimanfaatkan semua umat Islam.

”Selain itu, di Ramadan ini merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan membantu saudara-saudara kita yang kesusahan di mana pun mereka berada,”ungkap imam terakhir Masjid Al-Aqsa ini sebelum diambil alih Israel beberapa tahun silam. Tausiyah yang disampaikan Syeikh Seyam ini sejalan dengan tema penggalangan dana yang dikoordinasi Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) bekerja sama Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sumut.

Dalam acara tablig akbar tersebut,masyarakat Medan mengumpulkan Rp 63.688.000, sejumlah mata uang asing,2 buah cincin emas,1kalung,1pasangkerabu, 2jamtangan,dan2ponseluntuk rakyat Palestina. ”Bagi kami, bantuan rakyat Indonesia lebih utama dan berkah meski jumlahnya mungkin tak seberapa bila dibandingkan negara-negara kaya itu (di Arab),” tuturnya.

Syeikh Seyam mengungkapkan rasa bangganya karena rakyat dan pemerintah Indonesia selalu mendukung perjuangan rakyat Palestina. ”Dukungan dan doa dari kalian di Indonesia dan negara negara lainnyalah yang membuat semangat kami,” ungkap mantan Rektor Universitas Gaza, Palestina 1984-1988 itu. Acara tersebut dihadiri ribuan umat Islam dari Kota Medan dan sekitarnya. Hadir juga Gubernur Sumut Syamsul Arifin,Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho, ulama, dan tokoh masyarakat Sumut.

Sementara Gubernur Sumut Syamsul Arifin menyatakan kegembiraannya atas kehadiran Imam Masjid Al Aqsa ke Medan.”Ini kehormatan besar bagi kami,ada ulama besar dunia yang mau hadir ke tempat kita ini. Mudahmudahan doa dan keberkahan yang dibawanya bias membuat kita di sini semakin damai dan sejahtera. Lalu, mari kita sisihkan sebagian harta kita untuk menolong saudara kita di Palestina,” ujarnya.
Dalam sesi tanya jawab, salah seorang jamaah menanyakan sikap negara-negara di Timur Tengah yang sebenarnya sangat kaya raya. Syeikh Seyam menyebutkan kesedihannya karena pemimpin negara- negara kaya tersebut lebih takut kepada Israel dan sekutunya Amerika Serikat. [sind/www.hidayatullah.com]