Kata pak ustad, bulan puasa adalah bulan penuh berkah dan ampunan. Semua amal baik dilipatgandakan. Selain itu, semua dosa diampuni. Maka, setelah bulan puasa kita menyambut bulan fitri yang berarti bersih suci. Yakni, kembalinya manusia seperti bayi “polos tanpa dosa”.

Namun, dosa-dosa yang dihapus oleh Allah hanya dosa yang hanya berhubungan dengan-Nya. Sedangkan dosa yang berkaitan dengan hak adami (sesama manusia) tidak begitu saja hilang dengan menjalankan puasa seperti halnya kita pernah berjanji dan belum dipenuhi atau mengambil hak milik orang lain.

Untuk itu, para pejabat dan politikus harus ingat, jika semua janji-janji dan korupsi tidak dituntaskan hari ini juga, seluruh masyarakat bangsa ini di akhirat nanti berbondong-bondong mengajukan tuntutan ke mahkamah agung akhirat. Semoga Ramadhan kali ini bisa memberikan setitik cahaya di hati para pejabat kita. Amin.

Rofiq Daroini, Santri Ponpes Al Muhibbin, Tambakberas, Jombang [Jawa Pos]