Di Kandahar, kini Taliban telah menjalankan pemerintahannya secara sempurna. Bahkan kurikulum pendidikan juga telah disusun oleh gerakan ini.

Para penduduk di propinsi Kandahar menegaskan bahwa Talibanlah yang berkuasa di wilayah itu, walau pertempuran dengan NATO masih berlanjut. Taliban mampu mengembalikan kekuasaannya di propinsi ini sebagaimana mereka berkuasa pada tahun 2001.

Koran National Post, yang berasal dari Kanada sebagaiman dikutip oleh Al Mafkarah menyebutkan bahwa saat ini Taliban sudah menjalankan pemerintahan di propinsi yang berada di Afghanistan Selatan itu. Taliban telah menjalankan pengadilan, baik berupa pengadilan perdata maupun pidana secara sempurna.

Koran itu juga menyebutkan bahwa pengadilan-pengadil an pemerintah semakin tersingkir, karena lemahnya dan rusaknya pemerintahan Karzai. Sehingga Taliban semakin mampu menjalankan roda pemerintahan di wilayah itu. Di samping itu, dalam pendidikan, Taliban telah menciptakan kurikulum untuk diterapkan di sekolah-sekolah Kandahar .

Salah seorang petani di Kandahar menyebutkan bahwa Taliban telah mendirikan pengadilan-pengadil an yang berhasil memecahkan masalah yang timbul di masyarakat. Dan penduduk lain juga menyebutkan bahwa Taliban telah mengumumkan bahwasannya mereka siap untuk menyelesaikan masalah dan perselisihan yang terjadi.

Selama Oktober, Tentara Pilipina Jadi Bulan-Bulanan MILF

Bulan Oktober ini terbukti untuk menjadi bulan yang paling buruk bagi AFP (Armed Forces of the Philippines). Dalam beberapa kali pertempuran puluhan anggotanya tewas

Sebagaimana diberitakan ABS-CBN, situs berita Pilipina, pada 17 Oktober. Meskipun mereka memiliki keunggulan logistik, senjata dan taktik, akan tetapi para pejuang Moro berhasil melakukan serangan-serangan yang menimbulkan kerugian jiwa dan materi yang tidak sedikit terhadap tentara Pilipina. Hal ini disebabkan mereka menguasai medan dengan baik, sebagaimana dikutip oleh situs resmi MILF, luwaran.com.

Disamping itu, keyakinan para pejuang terhadap agama dan motivasi untuk memperoleh syahid cukup besar, sehingga keberanian mereka di medan tempur amat diperhitungkan lawan.

Demikian daftar pertempuran bersenjata antara pejuang MILF dan AFP pada bulan Oktober 2008:

1 Oktober – 14 orang tentara AFP tewas, dan 6 lainnya terluka ketika terjadi pertempuran dengan MILF di Bubonga Ranao, Calanogas, Lanao del Sur. Sedangkan MILF menderita 1 luka ringan.

2 Oktober – 37 orang tentara AFP dibunuh, 20 terluka di Bubonga Ranao dan Pangao Luma, juga di Calanogas, Lanao del Sur ketika bentrok dengan MILF.

4 Oktober – pertempuran hebat antara AFP dan MILF terjadi di Upper Dapao, Calanogas, Lanao del Sur dari pukul 16:30 sampai 18:30. Tiga belas tentara AFP terbunuh.

19 Oktober –pertempuran terjadi di antara AFP dan MILF dari pukul 06:15 hingga pukul 07:15 di Upper Dapao, Lanao del Sur. Lima orang tentara AFP dibunuh dan beberapa menderita luka.

21 Oktober, 22 & 23 –pertempuran kembali pecah. Dalam tiga hari pejuang MILF dan AFP bertempur di Bago Ingud dan Udalo, Piagapo, Lanao del Sur, 46 orang tentara AFP dibunuh dan 29 luka. 7 anggota MILF terluka.

24 Oktober – kontak senjata antara angkatan perang MILF dan AFP kembali meletus pukul 14:00 di Kalingnan, Piagapo, Lanao del Sur. 26 AFP tewas dan 23 luka. Sedangkan 4 anggota MILF terluka.

[tho/luwaran/www.hidayatullah.com]