Dua penerbit asal Amerika meloloskan “Al-Quran palsu”.  Tapi ini bukan kasus baru. Ada bau kesengajaan

Penerbit asal Amerika itu adalah  Omega 2001 dan One Press. Dua penerbit ini  dikabarkan baru saja mengedarkan Al-Quran palsu dengan judul  hard cover “Furqanul Haq” dalam huruf Arab dan “True Furqan” dalam huruf Latin.

Kabar ini terungkap setelah Fact International Studies and Research yang berpusat di Amman, Yordania, dalam laporan eksklusifnya menyatakan “Al-Quran palsu” tersebut baru saja beredar di Kuwait.  “Al Quran palsu” ini terdiri atas 366 halaman, dengan terjemahan berbahasa Inggris di sebelah kiri di setiap halaman, terbitan ini merupakan hasil arahan dan terjemahan dua orang yang menamakan diri Al Saffi dan Al Mahdi. Meski isinya terkesan dari berbahasa Arab dan mengambil salah satu nama Al-Quran, namun isinya sangat bertentangan sekali dengan isi Al-Quran.

Sebagaimana diketahui, kasus “Al Quran palsu” atau sering disebut sebagai True Furqan ini bukanlah kasus baru. Dikatakan palsu dan bukan kasus baru karena isi di dalamnya mengandung unsur penipuan dan sengaja ditujukan sebagai pemalsuan Al-Quran.

Berbagai surah dinamai dengan surah-surah Al Qur’an seperti An Nur, Al Fatihah, dll. “Bismillah” pada setiap surah diganti dengan “Bismil Abi, Wal Ibni, Waruuhil Quds” (dengan nama bapak, anak dan roh qudus).

Seorang Imam Masjid asal Indonesia di Islamic Cultural Centre New York, Syamsi Ali pernah mengatakan, usaha penerbitan ini tebilang lama dan sudah dipersiapkan sebelumnya. Syamsi Menyebut, penerbitan ditujuan untuk kaum Muslim sekaligus kaum Kristiani.

Menurutnya,  untuk umat kristiani ditujukan agar mereka mendapatkan bukti-bukti substansial akan kebenaran kitab injil, sekaligus untuk memberi pesan akan keraguan kesahihan Al-Quran.

Ini jelas terlihat dalam pengantarnya sang penerjemah bernama Al Mahdy mengatakan, “hendaknya ummat Kristiani di seluruh penjuru dunia mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran ummat Islam yang akan murtad ke tengah-tengah mereka.”

Baptist Press dalam sebuah rilis pers nya tertanggal 27 Mei 1999 pernah mengatakan, persiapan penerbitan ini telah memakan waktu selama tujuh tahun ini.

Menurut Baptist Press, True Furqan sudah pernah dikirimkan ke beberapa kedutaan besar negeri-negeri Muslim di Paris, Prancis. JUga ke institusi-institusi penting Inggris, termasuk BBC. Pada waktu hampir bersamaan,  juga sudah muncul di ruang redaksi jurnal berbahasa Arab di London, Inggris, serta di meja editor majalah-majalah berbahasa Arab, Ibrani, dan Inggris di Yerusalem.

Tahun 2002, “Al-Quran palsu” ini sudah pernah beredar  di Jawa Timur. Kasus ini muncul ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur memprotes pengiriman Al-Quran jadi-jadian ini ke berbagai pondok pesantren di Jawa.

Mengapa dikatakan “Al-Quran palsu”? karena buku ini  gagal meniru bahasa Al-Quran  dan atas usahanya menggoyang ajaran-ajaran Islam.

Jadi-jadian

Sekedar catatan, kandungan True Furqan yang diklaim sebagai “Al Qur’an Abad ke-21″ ini lebih tepat sebagai kitab suci jadi-jadian karena banyak bertentangan dengan kepercayaan Islam. Misalnya tentang poligami dan perceraian. Dalam kitab ini keduanya disebutkan dilarang atau diharamkan. Padahal, Al-Quran tak pernah mengatakan pengharaman poligami (ta’addud).

Yang tak banyak disadari penulis buku ini, True Furqan secara gramatik tak mampu meniru keindahan bahasa Al-Quran. Diantaranya ia mengganti “BismillahirRahmaniRahim” menjadi Bismil Abi, Wal Ibni, Waruuhil Quds” (dengan nama bapak, anak dan roh qudus).

Usaha untuk merekayasa atau memalsukan ayat-ayat Al-Quran nampaknya masih akan terus berjalan. Namun satu hal yang pasti, Allah sendiri berjanji akan tetap menjaganya. Diantara cara Allah menjaga wahyunya bahwa sejak zaman rasulullah hingga kini, ada ribuan penghafal-penghafal Al-Quran sehingga bagaimanapun kekeliruan penyalinan ayat akan langsung terbongkar dan terungkap. Di seluruh dunia, Allah senantiasa menghadirkan jutaan penghafal-penghafal Al-Quran. Satu hal berbeda dengan kitab Suci agama lain. Dalam Al-Quran Surat Al Hijr mengatakan,  “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” [QS: 15:9]. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]