ritma-bio.blog.friendster.com

Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama baru akan menggelar rukyatul hilal penentuan awal Ramadan 1430 H pada Jumat besok. Dengan demikian dalam sidang itsbat penetapan awal Ramadan yang sedang berlangsung sejak petang tadi, NU tidak dalam posisi melaporkan hasil rukyatul hilal.”Saya tetap akan datang di sidang itsbat dan akan saya jelaskan posisi NU. Dan pada hari besok kalau terjadi hal yang tidak diinginkan harap difahami bersama,” kata ketua pengurus pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama KH Ghazali Masroeri di kantor PBNU, seperti dikutip dari situs nu online di Jakarta, Kamis (20/8/2009).

Selain perwakilan dari Lajnah Falakiyah NU, sidang itsbat juga diikuti Rais Syuriyah PBNU KH Chatibul Umam. Menurut Kiai Ghazalie, penentuan awal bulan puasa baru bisa diketahui setelah diadakan rukyatul hilal sedikitnya di 55 titik di seluruh Indonesia pada Jum’at petang.

“Ada 55 titik rukyat di seluruh Indonesia. Disamping itu ada 99 kader perukyat nasional yang bersertifikat yang tersebar di beberapa titik rukyat, juga para kiai dan ustadz yang biasa melakukan rukyat,” katanya.

Jika tidak ada halangan syar’i, kata Kiai Ghazalie, berupa awan penghalang, dipastikan hilal (bulan sabit) akan terlihat karena ketinggian hilal sudah hampir 12 derajat dan jarak bulan dengan matahari hanya 7 derajat. Pada posisi ini hilal akan mudah terlihat.

Sidang itsbat hari ini diperkirakan akan memutuskan dilakukan istikmal atau penyempurnaan Sya’ban menjadi 30 hari karena pada saat matahari terbenam hari ini bulan masih berada di bawah ufuk -1 derajat. Jika demikian, NU dan pemerintah akan mengawali Ramadan pada hari yang sama meskipun berbeda jumlah hari untuk bulan Sya’ban.

Tim Hilal PWNU Jatim Gagal Lihat Hilal

Tim Rukyatul Hilal PWNU Jawa Timur tidak melihat hilal untuk menentukan awal Ramadan 1430 Hijriah. Demikian dikatakan KH Soleh Hayat wakil ketua PWNU Jawa Timur.

Menurutnya, dari enam titik yang digunakan untuk rukyat, di antaranya di Penambangan, Blitar, Lamongan dan beberapa daerah lain, ternyata hilal tidak nampak sehingga untuk awal Ramadan tidak diawali besok.

“Gagal melihat hilal,” ujarnya.

Sedangkan pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Timur telah menetapkan awal Ramadan 1430 H pada Sabtu 22 Agustus 2009.

Sementara untuk satu Syawal, bertepatan dengan hari Minggu 20 September 2009. (Johan Samudra/Trijaya/fit)

Sumber :  Okezone