Brussel (voa-islam) Dalam laporan terbaru International Crisis Group (ICG) yang baru saja diluncurkan menyebutkan bahwa http://www.muslimdaily.net adalah website radikal. Lembaga yang berkantor di Brussel ini “menuduh“ http://www.muslimdaily.net dipegang oleh kelompok garis keras.

Dalam laporan ICG, tertanggal 27 Agustus 2009 itu menjelaskan secara detail dan gamblang jaringan “teroris” kelompok Nordin M. Top.

Laporan yang berjudul Indonesia: Noordin Top’s Support Base ini menyebutkan bahwa setelah ledakan bom jaringan Nordin justru semakin lebih besar, luas, dan rumit dari sebelumnya. ICG menyebut, pola gerakan pengembangan jaringan Nordin lebih mudah dan sederhana.

ICG juga banyak menyebut nama Urwah alias Bagus Budi Pranoto, yang dianggap sebagai anggota lingkaran dalam Noordin. Urwah disebutkan sebagai produk didikan sekolah JI, memiliki ikatan dengan industri media JI, dan memiliki hubungan yang baik dengan kelompok-kelompok muslim “radikal” di kawasan Jawa Tengah.

Dalam laporan tersebut, ICG banyak menyebut jaringan-jaringan “teroris” mulai dari jaringan Cilacap, Kuningan, Jaringan Laweyan, KOMPAK, Laskar Jundullah, Temanggung, Bogor, dan Banten.

ICG juga menuduh beberapa sekolah dan pondok pesantren sebagai jaringan JI. Pesantren-pesantren itu antara lain Al Muttaqien (Jepara), Al Muttaqien Beber (Cirebon), Darusy Syahadah (Boyolali), Darul Manar (Kediri), Ma’had Aly An Nuur (Solo), dan Darul Fitrah (Sukoharjo).

Tak hanya itu, ICG juga menyebut bahwa beberapa perusahaan Tibbunnabawi (Obat Penyembuhan Cara Nabi SAW) sebagai bagian dari jaringan “teroris” pula. ICG menyebut setidaknya 2 merek, Habbatussauda produksi Basmalla Food dan Naturaid.

Terkait penyentilan http://www.muslimdaily.net yang disebut sebagai website radikal hanya karena alasan memuat foto-foto jenazah trio bom bali dan duo Bekasi ini, ICG belum pernah sama sekali mengadakan korespondensi dengan Muslimdaily.

“Penyebutan muslimdaily sebagai website radikal ditanggapi santai oleh pimred muslimdaily.net. “ICG itu khan lembaga LSM yang anti Islam. Minimal mereka bukan lembaga Islam. Saya rasa penyebutan itu mengada-ada dan lebih kepada fitnah.” ujar pimred muslimdaily, 29/08/09.

“Apa dasar ICG menyebut suatu website sebagai website radikal? Sangat subjektif kan?” tambahnya.

Pimred Muslimdaily menyebutkan bahwa Muslimdaily merupakan situs berita islami biasa yang menyajikan berita-berita seputar dunia Islam seperti halnya misalnya eramuslim, atau sabili.

“Silakan, lihat konten berita kita, ada berita internasional, lokal, ekonomi, kesehatan, sampai artikel-artikel ringan lainnya. Jadi, menurut saya tuduhan ICG tersebut mengada-ada.”

DOWNLOAD LAPORAN ICG (muslimdaily.net)

Sumber : Voa-Islam