بسم الله الرحمن الرحيم(1)
الحمد لله رب العالمين(2)
الرحمن الرحيم(3)
مالك يوم الدين(4)
إياك نعبد وإياك نستعين(5)
اهدنا الصراط المستقيم(6)
صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين(7

Terjamah :
1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4. Yang menguasai di hari Pembalasan.
5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang Telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Oleh Prof. Dr. HAMKA
AL-FATIHAH artinya pembukaan. Surat ini pun dinamai Fatihatul Kitab, yang berarti pembukaan kitab, karena kitab Al Qur’an dimulai atau dibuka dengan surat ini. Dia yang mulai ditulis di dalam Mushhaf, dan dia yang mulai dibaca ketika tilawatil Qur’an, meskipun bukan dia surat yang mula-mula diturunkan kepada Nabi Muhammad S.A.W. Nama Surat Al Fatihah ini memang telah masyhur sejak permulaan nubuwwat.
Adapun tempat dia diturunkan, pendapat yang lebih kuat ialah yang menyatakan bahwa Surat ini diturunkan di Makkah. Al Wahidi menulis di dalam kitabnya Asbabun Nuzul dan as Tsa’labi di dalam tafsirnya riwayat dari Ali bin Abu Thalib, dia berkata bahwa Kitab ini diturunkan di Makkah, dari dalam suatu perbendaharaan di bawah ‘Arsy.

Menurut suatu riwayat lagi dari Abu Syaibah di dalam al Mushan-naf dan Abu Nu’aim dan al Baihaqi di dalam Dala ilun Nubuwwah, dan as Tsa’alabi dan al Wahadi dari hadits Amer bin Syurahbil, bahwa setelah Rasulullah S.A.W. mengeluhkan pengalamannya di dalam gua itu setelah menerima wahyu pertama, kepada Khadijah, lalu beliau dibawa Khadijah kepada Waraqah, maka beliau ceritakan kepadanya, bahwa apabila dia telah memencil seorang diri didengarnya suara dari belakangnya : “Ya Muhammad, ya Muhammad, ya Muhammad! Mendengar suara itu akupun lari.” Maka berkatalah Waraqah : “Jangan engkau berbuat begitu, tetapi jika engkau dengar suara itu, tetap tenanglah engkau, sehingga dapat engkau dengar apa lanjutan perkataannya itu”. Selanjutnya Rasulullah S.A.W. berkata : “Maka datang lagi dia dan terdengar lagi suara itu: “Ya Muhammad! Katakanlah: Bismillahir Rahmanir Rahim, Al hamdulillahi Rabbil Alamin, hingga sampai kepada Waladh Dhaalin”. Demikian Hadits itu.

Abu Nu’aim di dalam ad Dalaail meriwayatkan pula tentang seorang laki-laki dari Bani Salamah, dia berkata: “Tatkala pemuda-pemuda Bani Salamah masuk Islam, dan Islam pula anak dari Amer Jumawwah, berkata isteri Amer itu kepadanya: “Sukakah engkau mendengarkan dari ayah engkau sesuatu yang telah diriwayatkan daripadanya?” Anak itu lalu bertanya kepada ayahnya apakah agaknya riwayat tersebut. Lalu dibacanya: “Alhamdulillahi Rabbil Alamin” (sampai ke akhir).

Sedang kejadian itu ialah di Makkah.

Ibnu Al Anbari pun meriwayatkan bahwa dia menerima riwayat dari Ubaidah bin as Shamit bahwa Surat Fatihatul Kitab ini memang diturunkan di Makkah.

Sungguhpun demikian ada juga satu riwayat yang diterima oleh perawi-perawinya dari Mujahid, bahwa beliau ini berpendapat bahwa Surat ini diturunkan di Madinah.

Tetapi, entah karena sengaja hendak mengumpulkan di antara dua pendapat, ada pula segolongan yang menyatakan bahwa Surat ini diturunkan dua kali, pertama di Makkah, kemudian diturunkan sekali lagi di Madinah.

Tetapi menjadi lebih kuatlah pendapat golongan yang terbesar tadi bila kita ingat bahwa shalat lima waktu mulai difardhukan ialah sejak di Makkah, sedang shalat itu dianggap tidak sah kalau tidak membaca al

Fatihah menurut hadits :

“Laa shalaata liman lam yaqra’ bifatihatil kitaabi. Tarjamahnya : Tidaklah (sah) shalat bagi siapa yang tidak membaca Fatihatul Kitab.” (Hadits ini dirawikan oleh al Jama’ah, dari Ubaidah bin as Shamit).
–bersambung–

Original Site : Tafsir Al Azhar