Info


NU Pun Tetapkan Idul Adha pada 27 November

Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan hari raya Idul Adha 1430 H jatuh pada 27 November 2009. Hal itu didasarkan pada hasil rukyah terhadap hilal (awal bulan).

”Berdasarkan hasil rukyah, kita sudah melihat hilal pada pukul 17.35 WIB sehingga malam ini sudah masuk tanggal 1 Dzulhijah,” ujar Ketua Lajnah Falakiyah PBNU, KH Ghazalie Masroerie, kepada Republika, Selasa (17/11). Karenanya, sambung dia, Idul Adha 1430 H jatuh pada Jumat (27/11).

Menurut Ghazalie, hilal tersebut berhasil dilihat di Bukit Condrodipo, Gresik, Jawa Timur, oleh dua orang pelaksana rukyah. Dia menyebutkan, kedua perukyah itu adalah H Ahmad dan H Syamsul Fuad yang berasal dari NU Gresik.

Ghazalie menjelaskan, Bukit Condrodipo merupakan satu-satunya titik rukyah yang berhasil melihat hilal. Sedangkan 64 titik lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia tidak berhasil melihat hilal karena tertutup mendung.

Dia mengungkapkan, hasil rukyah itu selanjutnya akan disahkan dalam sidang isbat. Dia menerangkan, sidang tersebut rencananya akan digelar pada Rabu (18/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

Keputusan Lajnah Falakiyah PBNU tentang hari raya Idul Adha 1430 H sama dengan keputusan PP Muhammadiyah. Sebelumnya, PP Muhammadiyah pun telah menetapkan Idul Adha 1430 H jatuh pada 27 November 2009. lis/rif

Sumber : Republika

Oleh Neilhoja

Sebagaimana yang pernah aku tuliskan di sini, bahwa kemarin baru saja menemukan sebuah hadist yang sangat masyhur di internet, tapi ternyata palsu. Hadist itu berkisah tentang percakapan antara Rasulullah dan Sahabat beliau, dengan seorang iblis yang menyamar. Iblis itu sendiri, datang dengan terpaksa karena diancam oleh malaikat. Ia dipaksa oleh sang malaikat untuk membuat sebuah pengakuan di hadapan Rasulullah dan menjawab semua pertanyaan beliau. Buat sobat yang belum tahu matan (teks) hadis tersebut, bisa dibaca di postingan sebelumnya, Hadis Pengakuan Iblis kepada Rasulullah.

Persoalan ini ternyata juga pernah ditanyakan di dunia Arab sana, dan ternyata jawabannya adalah memang benar hadis tersebut palsu. Salah satu yang menjawab, dan paling lengkap adalah Syaikh Abdurrahman as-Sahim di forum almeshkat.net

Selain menegaskan kepalsuan hadis tersebut, beliau juga memberikan analisa dan alasan-alasannya.

“Dan dari sebagian tanda-tanda kepalsuannya adalah penyebutan kata (Bersumpah dengan cerai), sebuah istilah yang tidak pernah terdengar di masa Rasul dan Sahabat.

Dan juga pernyataan iblis tentang apa yang menjadi pelindungnya (di bawah kuku manusia), yang bertentangan dengan hadis riwayat Syaikhani (Bukhari dan Muslim) di hadis Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. “Jika salah seorang dari kalian bangun tidur maka hendaklah ia beristintsar (memasukkan air ke dalam hidungnya seperti gerakan dalam wudhu) sebanyak tiga kali. Karena sesungguhnya syaithan bermalam di lubang hidungnya.”

Dan juga dalam hadis tersebut, pernyataan iblis “Aku punya anak bernama Kahil yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.”

Bagaimana mungkin tidak dituliskan baginya pahala, sedangkan ia telah mendatangi majlis ilmu atau khutbah?

Jumhur ulama bahkan berpendapat, bahwa orang yang ketiduran ketika mendengarkan khutbah Jumat, tetap sah sholat Jum’atnya dan tidak berdosa.

Dan lagi, yang paling besar kebohongan dalam hadis palsu ini adalah, ceritanya tentang tawaran Rasul kepada Iblis untuk bertobat. Padahal sudah jelas, bahwa Iblis akan kekal di neraka, dan akan memberi pengakuan kepada para pengikutnya, dia adalah yang terlaknat, dan adalah yang dijanjikan neraka, bagaimana mungkin Rasulullah menawarkan jalan taubat kepadanya?

Kisah ditemukannya hadis palsu ini, semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita. Agar tidak terburu-buru menyebarkan sesuatu berita atau kabar yang belum tentu kebenarannya. Allah sendiri telah memerintahkan kita untuk tabayyun (klarifikasi) akan segala hal, baik itu berita, ilmu apalagi hadist yang disampaikan kepada kita (al-Hujurat).

Lebih lanjut Syaikh Abdurrahman menerangkan,

Sungguh sangatlah berbahaya, menyebarkan hadis palsu buatan, karena barangsiapa yang menyebarkan hadis palsu, maka dia terkena dosa kebohongan pula, dan dia juga ikut berbohong sebagaimana orang yang membuat hadis itu dan berbohong atasnya.

Dan sungguh telah datang peringatan yang keras tentang hadis palsu, dalam hadis yang mutawatir (hadis sahih tingkat teratas) dari Rasulullah saw, “Berbohong (membuat hadis palsu) atasku tidak seperti berbohong atas nama seseorang. Barangsiapa berbohong atasku dengan sengaja, maka seperti telah menyiapkan tempat di neraka.”

Dapat kita bayangkan, berbohong atas nama presiden saja, bisa membuat kita dipenjara. Apalagi berbohong atas nama Rasulullah, sang penerima wahyu dari Allah? Naudzubillah.

Syaikh Hamid Ali menambahkan, hatta.. walaupun di dalam matan (teks) hadis tersebut, baik dalam makna maupun kalimat – sebagian darinya – juga disebutkan dalam sumber agama yang lain (al-Quran, Sunnah, Ijma) tetap tidak diperkenankan penyandaran kalimat atau berita (hadist) dari Rasulullah kecuali yang sudah benar-benar terbukti keabsahannya. Karena sesungguhnya, hadist dari Rasulullah adalah berita wahyu, dan wahyu itu bersumber dari Allah. Maka siapakah yang lebih dzalim dan besar dosanya ketimbang orang yang berbohong atas nama Allah?

Markaz Fatwa dari Islamweb.net pun urun pendapat, dikepalai oleh Dr. Abdullah Faqih, pusat Fatwa menegaskan bahwa hadis tersebut adalah hadis palsu yang sangat jelas. Terkait soal hukum penyebarannya, tidak dibolehkan kecuali untuk sekedar pengingat saja – dan juga harus disebutkan keterangan tentang palsunya hadis tersebut, pen.

Hukum Terlanjur Menyebarkan Hadis Palsu

Sebagaimana yang sudah disebutkan oleh para masyayikh di atas, bahwa penyebaran hadis palsu adalah tidak dibenarkan, bahkan termasuk salah satu dosa besar, dan itu jelas.

Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang tidak tahu status hadis tersebut, tetapi terlanjur menyebarkannya?

Menurut kacamata penulis, unsur ketidaksengajaan dalam Islam, sangat diperhatikan. Artinya, hukumnya sangat jauh berbeda dengan tindakan sengaja. Contoh kecilnya adalah dalam puasa wajib, bila tidak sengaja atau lupa dan makan, maka puasanya tetap sah, bahkan walaupun makannya itu sudah satu panci. Akan tetapi, ada juga perbuatan tidak sengaja yang tetap mendapatkan hukuman, contohnya tidak sengaja membunuh, tetap mendapatkan hudud (hukuman), meskipun jauh lebih ringan.

Dari dua contoh di atas, penulis berkesimpulan, bahwa bila suatu hukum ketidaksengajaan itu terkait dengan urusan manusia, maka hukuman tetap dilaksanakan. Namun bila, persoalan itu kaitannya khalis (murni) terkait dengan Allah (ibadah, dll), Sang Maha Pemurah lebih suka memaafkannya. CMIIW, mohon diklarifikasi.

Dalam kasus ini, penulis tidak ingin memutuskan dosa atau tidak, karena itu adalah hak prerogatif Allah. Hanya saja, saran penulis, agar yang terlanjur menyebarkan segera beristighfar, memohon ampun sama gusti Allah. Terkait postingannya, boleh dihapus atau dijelaskan bahwa hadis yang ia sebarkan tersebut adalah palsu. Lebih baik bila dipostingkan juga penjelasan lebih lanjutnya. Silahkan bila ingin memposting ulang tulisan ini, akan tetapi mohon sumbernya juga dicantumkan.

Wallahu a’lamu bishshowab.

source: khayma.com

(Neilhoja.blogspot.com)

Oleh Budi Winoto
(istimewa)

Ketakutan kiamat telah merasuki diskusi di internet. Ilmuwan NASA pun mengutuk film hari kiamat 2012 dan meluncurkan situs untuk mengatasi rasa takut masyarakat.

Film yang kini diputar di berbagai bioskop dunia itu menayangkan ramalan Maya kuno bahwa bencana akan terjadi pada titik balik matahari musim dingin di 2012. Sudah banyak buku dan acara TV yang membahas teori itu tetapi film “2012” memiliki dampak yang lebih besar, dan menciptakan rasa takut secara luas bahwa ramalan itu mungkin benar.

Dr David Morrison, ilmuwan senior di Institut Astrobiology NASA sangat khawatir dan memutuskan untuk tidak tinggal diam. “Dua tahun lalu, saya mendapat pertanyaan setiap minggu tentang itu,” kata Morrison.

“Sekarang sehari aku mendapatkan selusin pertanyaan. Dua remaja mengatakan mereka tidak ingin melihat akhir dunia, sehingga mereka berpikir untuk mengakhiri hidup mereka,” tambahnya.

Morrison menyebut ketakutan itu disebabkan kenyataan beberapa keyakinan bergabung menjadi satu megamitos. Salah satu rumor di internet yang tidak hilang menyangkut planet disebut Nibiru, atau Planet X yang akan menabrak bumi.

Kemudian ada fakta bahwa kalender Maya berakhir pada 2012, yang menunjukkan bahwa bangsa Maya tahu sesuatu yang tidak diketahui. Akhirnya, beberapa orang yang yakin akan terjadi kiamat mendapat publisitas tinggi dan mendorong klaim akhir dunia sudah dekat.

Morrison mengatakan, Nibiru yang merupakan astrologi zaman Babilonia kadang-kadang dikaitkan dengan dewa Marduk. Namun klaim Nibiru adalah sebuah planet dan dikenal ke Sumeria hanya imajinasi.

Ia mengatakan IRA, Satelit Astronomi Inframerah NASA yang melakukan survei langit selama 10 bulan di 1983, menemukan banyak sumber inframerah, namun tidak satupun dari mereka adalah Nibiru atau Planet X atau obyek lain di luar tata surya.

“Jika tanda-tanda obyek baru di luar angkasa ternyata tidak nyata, atau bukan sebuah planet, maka tidak akan terdengar lagi. Tapi jika nyata, maka tidak akan disebut sebagai Planet X,” katanya.

Morrison mengatakan sebagian besar dari foto dan video di internet yang mengaku dari Nibiru adalah beberapa fitur di dekat Matahari, dan tampak mendukung klaim bahwa Nibiru telah bersembunyi di balik matahari selama beberapa tahun terakhir.

“Padahal itu sebenarnya gambar palsu dari Matahari yang disebabkan oleh refleksi internal di dalam lensa, sering disebut lensa suar,” katanya.

Dia mengatakan orang-orang bisa mengenali dengan mudah dari fakta bahwa mereka muncul diametris berlawanan dengan gambar matahari nyata, seakan-akan tercermin di tengah gambar.

Hal ini terutama jelas di video. Saat kamera bergerak, gambar palsu menari-nari tepat di seberang bayangan nyata. Hal itu serupa dengan cahaya suar yang banyak menjadi foto UFO yang diambil pada malam hari dengan sumber cahaya yang kuat.

Morrison juga menolak klaim pemerintah tahu tentang Nibiru, tetapi merahasiakannya untuk menghindari panik. Dia mengatakan, ada banyak tujuan dari pemerintah, tetapi tidak termasuk menjaga populasi agar tenang.

Ia mengatakan para ilmuwan sosial telah menunjukkan banyak konsep kepanikan publik dalam produk Hollywood. Di dunia nyata orang-orang memiliki catatan baik dalam saling membantu satu sama lain jika dalam bahaya.

“Saya pikir semua orang mengakui bahwa menjaga rahasia kabar buruk biasanya menjadi bumerang, dan membuat masalah makin buruk ketika fakta-fakta akhirnya keluar. Dalam kasus Nibiru, fakta-fakta ini akan segera keluar,” ia menambahkan.

Dia mengatakan pemerintah tidak bisa menjaga rahasia Nibiru. Kalau obyek itu ada maka akan mudah dilacak ribuan astronom, amatir maupun profesional. Padahal astronom ini tersebar di seluruh dunia.

Lalu mengapa kalender Maya mengatakan dunia akan berakhir pada 2012? Morrison mengatakan kalender itu hanya untuk melacak berlalunya waktu, tidak memprediksi masa depan.

Dia mengatakan kalender kuno itu menarik bagi sejarawan, tetapi tidak cocok dengan kemampuan orang-orang pada hari ini untuk melacak waktu, atau sepresisi dengan kalender yang digunakan sekarang.

“Titik utamanya adalah bahwa kalender, baik kontemporer atau kuno, tidak dapat meramalkan masa depan planet kita atau memberi peringatan tentang hal-hal yang terjadi pada tanggal tertentu seperti di 2012,” kata Morrison.

“Aku perhatikan kalender mejaku berakhir pada 31 Desember 2009, tapi aku tidak menafsirkannya sebagai kiamat. Itu hanya menunjukkan permulaan tahun baru,” katanya.

Morrison juga menyebut tidak ada tabrakan meteor pada 2012. Dia mengatakan bumi selalu menjadi korban komet dan asteroid, dan tabrakan besar sangat jarang terjadi. Dampak besar yang terakhir adalah 65 juta tahun yang lalu dan menyebabkan kepunahan dinosaurus.

Astronom NASA juga melakukan survei Spaceguard Survey untuk menemukan asteroid besar dekat bumi jauh sebelum terjadi tabrakan. “Kita telah menentukan bahwa tidak ada ancaman asteroid yang besarnya sama dengan yang membunuh dinosaurus,” tambah Morrison. [mdr]

Sumber : Inilah.com

Oleh Ustadz Sigit Pronowo, Lc.

Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Nasai dari Zaid bin Arqom menyaksikan bersama Rasulullah saw bersatunya dua hari raya. Maka beliau saw melaksanakan shalat id diawal siang kemudian memberikan rukhshah (keringanan) terhadap shalat jum’at dan bersabda,”Barangsiapa yang ingin menggabungkan maka gabungkanlah.” Didalam sanadnya ada yang tidak dikenal maka hadits ini lemah.

Abu Daud dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Nabi saw bersabda,”Sungguh telah bersatu dua hari raya pada hari kalian. Maka barangsiapa yang ingin menjadikannya pengganti (shalat) jum’at. Sesungguhnya kami menggabungkannya.” Terdapat catatan didalam sanadnya. Sementara Ahmad bin Hambal membenarkan bahwa hadits ini mursal, yaitu tidak terdapat sahabat didalamnya.

Nasai dan Abu Daud meriwayatkan bahwa pernah terjadi dua hari raya bersatu pada masa Ibnu az Zubeir lalu dia mengakhirkan keluar (untuk shalat, pen) hingga terik meninggi lalu dia keluar dan berkhutbah kemudian melaknakan shalat. Dia dan orang-orang tidak melaksanakan shalat (id) pada hari jum’at..

Catatan bahwa shalat yang dilakukan itu adalah shalat jum’at, hal itu ditunjukkan dengan mengedepankan khutbah sebelum shalat.

Didalam riwayat Abu Daud bahwa pada masa Ibnu az Zubeir telah terjadi hari raya bertepatan dengan hari jum’at lalu dia menggabungkan keduanya dan melaksanakan shalat keduanya dengan dua rakaat lebih awal dan tidak tidak melebihkan dari keduanya hingga dia melaksanakan shalat ashar..

Terhadap berbagai nash tertentu tentang bertepatannya hari jum’at dengan hari raya maka para ulama Hanafi dan Maliki berpendapat bahwa suatu shalat tidaklah bisa menggantikan shalat yang lainnya dan sesungguhnya setiap dari shalat itu tetap dituntut untuk dilakukan. Suatu shalat tidaklah bisa menggantikan suatu shalat lainnya bahkan tidak diperbolehkan menggabungkan (jama’) diantara keduanya. Sesungguhnya jama’ adalah keringanan khusus terhadap shalat zhuhur dan ashar atau maghrib dan isya.

Sedangkan para ulama Hambali mengatakan bahwa barangsiapa yang melaksanakan shalat id maka tidak lagi ada kewajiban atasnya shalat jum’at kecuali terhadap seorang imam maka kewajiban itu tetap ada padanya jika terdapat jumlah orang yang cukup untuk sahnya suatu shalat jum’at. Adapun jika tidak terdapat jumlah yang memadai maka tidak diwajibkan untuk shalat jum’at…

Para ulama Syafi’i mengatakan bahwa sesungguhnya shalat id sudah mencukupinya dari shalat jum’at bagi penduduk suatu kampung yang tidak mendapatkan jumlah orang yang memadai untuk sahnya suatu shalat jum’at dan mereka yang mendengar suara adzan dari negeri lain yang disana dilaksanakan shalat jum’at maka hendaklah berangkat untuk shalat jum’at. Dalil mereka adalah perkataan Utsman didalam khutbahnya,”Wahai manusia sesungguhnya hari kalian ini telah bersatu dua hari raya (jum’at dan id, pen). Maka barangsiapa dari penduduk al ‘Aliyah—Nawawi mengatakan : ia adalah daerah dekat Madinah dari sebelah timur—yang ingin shalat jum’at bersama kami maka shalatlah dan barangsiapa yang ingin beranjak (tidak shalat jum’at) maka lakukanlah.

Didalam Fatawa Ibnu Taimiyah disebutkan bahwa terdapat tiga pendapat para fuqaha tentang bertepatannya hari jum’at dengan hari raya ini :

1. Bahwa shalat jum’at diwajibkan bagi orang yang telah melaksanakan shalat id maupun yang tidak melaksanakan shalat id, sebagaimana pendapat Malik dan yang lainnya.

2. Bahwa shalat jum’at tidak diwajibkan bagi orang-orang di luat kota, sebagaimana hal itu diriwayatkan dari Utsman bin ‘Affan dan pendapat ini diikuti oleh Syafi’i,

3. Bahwa siapa yang telah melaksanakan shalat id maka tidak ada kewajiban atasnya shalat jum’at akan tetapi bagi seorang imam hendaklah melaksanakan shalat jum’at bersama orang-orang yang menginginkannya, sebagaimana terdapat didalam kitab-kitab sunnah dari Nabi saw, ini adalah pendapat Ahmad.

Kemudian dia (Ibnu Taimiyah) mengatakan : pendapat ini dinukil dari Nabi saw, para khalifah dan sahabatnya. Ini juga perkataan para imam seperti Ahmad dan lainnya yang telah sampai sunnah-sunnah dan atsar kepada mereka sedangkan para ulama yang yang memiliki pendapat berbeda adalah mereka yang tidak sampai sunnah-sunnah dan atsar itu kepada mereka.

Jadi permasalahan ini adalah permasalahan yang didalamnya terdapat perbedaan pendapat para ulama akan tetapi pendapat yang menyatakan cukup dengan shalat id saja atas shalat jum’at adalah lebih kuat tanpa membedakan penduduk di kampung atau di kota, seorang imam atau bukan imam karena tujuan dari kedua shalat itu telah tercapai… Berkumpulnya orang-orang untuk melaksanakan shalat berjamaah serta mendengarkan ceramah jadi shalat apa pun dari kedua shalat itu yang dilakukannya maka itu sudah cukup. “Lihat : Nailul Author, asy Syaukani juz III hal 299, al Fatawa al Islamiyah jilid I hal 71, Fatawa Ibnu Taimiyah jilid XXIV hal 212” (Fatawa al Azhar juz VIII hal 479)

Wallahu A’lam

[Eramuslim]


سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا إنه هو السميع البصير

Terjemah :

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaqha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Qs. Al Israa’ : 1)

Masjid Al Aqsha

Makna Yerusalem Bagi Seorang Muslim

Oleh Ibnu Kahfi, Alumni S2 Universitas Oldenburg (Jerman)

Ketika tulisan ini dibuat, sekelompok muslim sedang berdiam diri di dalam Masjidil Aqsha. Yang dilakukan oleh sekelompok muslim ini hanya berdiam diri di dalamnya, layaknya i’tikaf. Tetapi i’tikaf ini bukan dalam rangka hari-hari terakhir Ramadhan, karena momentum maha penting yang diharapkan merubah keadaan Umat Islam itu sudah berlalu, dan sedang bergerak ke momentum maha penting lainnya, yaitu Haji.

Bila seorang muslim melakukan i’tikaf di Bulan Ramadhan karena ingin bersungguh-sungguh sebelum Bulan ALLAH itu berpisah dengan dirinya, maka sekelompok muslim yang saat ini berdiam diri di dalam Masjidil Aqsha sedang bersungguh-sungguh pula menjadi tameng bahkan kalau perlu sebagai martir sebelum mereka benar-benar berpisah dengan Masjid Suci ini.

Masjid Suci hanya berada di tanah suci. Bila Masjidil Haram berada di tanah Makkah, dan Masjid Nabawi berada di tanah Madinah, maka bagaimana mungkin Masjidil Aqsha dipisahkan dari tanah Yerusalem, Al Quds. Tetapi lihatlah kondisi sekarang. Lihatlah bagaimana Umat Islam memperlakukan ketiga masjid ini.

Sebentar lagi kita akan melihat berbondong-bondong Umat Islam bergerak ke Madinah dan Makkah. Mereka akan bersungguh-sungguh mencari keutamaan di kedua tanah ini, shalat di Masjid Nabawi dan Haji di Baitullah. InsyaALLAH tidak ada yang menghambat gerak mereka. Tidak ada yang menghadang kedatangan mereka. Pintu masuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi itu terbuka untuk setiap manusia yang sudah tidak membawa identitas lain selain kalimat tauhid sebagai identitas tunggal mereka.

Tetapi ada yang berbeda dengan Masjid Terjauh itu. Umat Islam dihadang bila ingin memasukinya. Setiap gerak umat yang mengarah ke Masjid Suci ini dihambat dengan barikade rapat penuh ancaman. Sejak radius 200 km dari Masjid Suci ini barikade sudah disiapkan untuk menghalangi setiap muslim yang bergerak bahkan dengan berjalan kaki, hanya untuk berziarah ke masjid ini, ingin melihat bagaimana kabar Al Aqsha saat ini. Yang diperbolehkan memasuki masjid ini hanya mereka yang berusia 50 tahun ke atas, itupun hanya mereka yang sudah ‘terlanjur’ bermukim di Yerusalem. Di sekitar masjid tanah sudah dikeruk untuk mempersiapkan bangunan baru. Di bawah masjid penggalian sudah tak terhitung jari hingga menimbulkan keretakan yang tak terhitung pula. Mereka yang pernah mempelajari fisika tidak akan ragu, bahwa hanya dengan sedikit ’sentuhan’ lagi, maka bangunan yang tegak di atas galian itu akan berubah menjadi puing-puing. Ini hanya persoalan menunggu waktu yang tepat agar kejadian itu kelak menjadi sebuah ‘pertunjukan’.

Bila Umat Islam adalah umat yang tidak membedakan para nabi, maka bagaimana mungkin mereka melupakan bahwa hampir semua nabi yang diceritakan Al Quran pernah bermukim di Yerusalem. Mengetahui bahwa Masjid Suci ini adalah kiblat pertama Umat Islam ternyata belum cukup menyadarkan umat bahwa hendaknya mereka meletakkan pembebasan Al Aqsha pada baris pertama agenda perjuangan mereka. Ternyata pesan Rasulullah SAW bahwa lakukanlah perjalanan pada Tiga Masjid Suci belum cukup menjadi motivasi bagi umat agar suatu saat kaki ini harus menginjak ketiga tanah suci itu dan kening ini harus sujud di ketiga tanah suci itu.

Sungguh aneh bila 15 juta bangsa Yahudi merasa lebih memiliki Yerusalem ketimbang 1,5 milyar Umat Islam yang kebanyakan saat ini hanya menonton saudara-saudara mereka yang berjumlah 7 juta sudah terusir dan harus mengungsi meninggalkan rumah mereka, karena sejak 60 tahun lalu hingga sekarang, separuh populasi Yahudi dunia itu sudah bermigrasi dan merampas tanah itu dari pemiliknya.

Adakah ini konflik tanah belaka ? Adakah ini persengketaan tanah belaka ? Adakah ini persoalan penjajahan semata ? Sadarlah wahai muslim ! Bangunlah wahai muslim yang memiliki akal ! Mereka yang merampas Al Aqsha tidak pernah menyebutnya sebagai Masjid Suci. Mereka memanggilnya dengan The Third Temple. Mereka ingin membangun kembali kuil mereka setelah dua kali dihancurkan oleh Babilonia dan Romawi. Mereka sedang menanti Mesiah mereka, Raja mereka yang menurut mereka adalah Raja yang dijanjikan. Dan bagi kita yang muslim, Raja mereka itu adalah Dajjal, makhluk yang ALLAH ciptakan agar kelak ketika ia sudah dalam dimensi waktu yang sama dengan kita, maka dia inilah yang akan menipu manusia dengan mempersonifikasikan dirinya sebagai Isa as, Al Masih sebenarnya.

Sadarlah wahai muslim ! Bangunlah wahai muslim yang memiliki akal ! Mereka yang merampas Yerusalem itu menyebut kaum muslimin dengan Gog and Magog (Ya’juj dan Ma’juj). Mereka mendefinisikan kaum muslimin sebagai kaum perusak yang akan menyulitkan mereka di akhir zaman. Sungguh sudah banyak studi bahwa justru Ya’juj dan Ma’juj itu adalah orang-orang Zionis yang kita kenal saat ini. Bangsa Yahudi saat ini kebanyakan bukanlah bangsa Bani Israil keturunan Nabi Ya’qub itu. Kebanyakan mereka yang saat ini mengaku Yahudi dan Zionis adalah keturunan Bangsa Khazar dari pegunungan Kaukasus yang dengan misterius kemudian memeluk Yahudi. Ciri khas pada wajah mereka adalah ciri khas bangsa Khazar. Mereka inilah sang perusak. Mereka adalah kaum yang sama tatkala memulai Perang Salib. Mereka adalah kaum yang sama tatkala mencuri Yerusalem dari Khilafah Utsmani. Mereka adalah kaum yang sama yang memantik Perang Dunia.

Mereka adalah kaum yang sama ketika Peristiwa Nakba terjadi. Mereka adalah kaum yang sama yang saat ini menggenggam dunia dalam rangka mempersiapkan kembali masa keemasan. Menguasai dunia dari Yerusalem seperti dahulu Nabi Sulaiman dengan kerajaannya. Simaklah studi Syeikh Imran Hosein mengenai masalah ini. Perhatikanlah peringatan Syeikh Safar Al Hawali yang karena mengungkap belitan zionis di Semenanjung Arabia, maka ia dicopot dari jabatan Pimpinan Fakultas Akidah Universitas Ummul Qura di Makkah.

Lalu masihkah engkau berpikir ini persoalan sebagaimana yang berusaha mereka tampilkan di media-media yang sudah mereka kuasai ? Masihkah ini persoalan sebagaimana ia terlihat ? Ini adalah persoalan akidah ! Ini adalah persoalan kaum yang melempar Taurat dan menggenggam Talmud meyakini apa yang ada di genggaman mereka dan sedang bergerak menggapai tujuan mereka. Lalu bagaimana mungkin seorang muslim tidak pula menjadikan persoalan ini sebagai bentuk keyakinan mereka pada Al Quran dan Al Hadits lalu bergerak pula untuk memenangkan Kalimat ALLAH ini. Bila kita mengaku sebagai pengikut Rasulullah SAW, maka terimalah hadits – hadits darinya, termasuk hadits mengenai keadaan akhir zaman, keadaan Kaum Muslimin dan Yahudi, dan keadaan Bumi Palestina yang saat ini dikenal.

Sudah cukup Umat Islam terbawa aturan main musuhnya sendiri. Sudah cukup Umat Islam berjalan di muka bumi tanpa agenda yang jelas, sibuk mengikuti agenda musuh mereka. Dajjal itu sudah memasuki hampir setiap pelosok dunia ini. Jangan cari wujudnya, lihat bekasnya. Sistem Dajjal sudah mencengkeram dunia, bahkan diadopsi oleh sebagian besar kaum muslimin sendiri. Belum cukupkah ini menunjukkan betapa Saat itu telah dekat ?

Sungguh Ya Muslim, kita adalah count down generation. Akhir Sejarah itu sudah dalam hitungan mundur. InsyaALLAH kita adalah saksi dari episode Akhir Zaman itu. Danau Tiberias itu sudah mencapai level terendah sepanjang sejarah. Tahukah engkau apa episode yang menunggu bila danau itu mengering ? Kapan engkau akan bangun Ya Muslim, Ya Ummatul Wahidah !

Oh Al Aqsha, betapa mulianya dirimu. Bouraq ditambatkan di tembokmu. Rasulmu naik hingga langit ketujuh dari batu yang ada di halamanmu. Baitul Ma’mur tegak lurus berada di atasmu. Seluruh Nabi dan Rasul shalat di hamparanmu dengan Rasul junjunganmu sebagai imamnya. Engkau menjadi saksi perintah shalat diturunkan sebagai tiang agama umat harapanmu. Engkau pula yang kelak akan menjadi saksi betapa Kalimat ALLAH itu akan menang jua.

Bumi Al Quds selalu menjadi bumi ujian. Dan ia juga menjadi ujian bagi Kaum Muslimin, siapa di antara mereka yang termasuk dalam kelompok yang dijanjikan Rasulullah SAW. Kelompok yang selalu ada hingga akhir zaman untuk memerangi mereka yang berusaha memadamkan Cahaya ALLAH. Wahai muslim, ketimbang engkau sibukkan diri dengan rencana membangun rumah duniamu, kenapa tidak dari sekarang engkau rencanakan dan tetapkan kapan kakimu akan menginjak Bumi Al Quds dan menegakkan Bendera Tauhid itu di sana ?

“Kalau hal itu merupakan harta dunia yang mudah dan perjalanan yang dekat, niscaya mereka mengikutimu. Namun tempat yang dituju itu sangat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan nama ALLAH, “Jikalau kami sanggup, niscaya kami berangkat bersama-sama kamu.” Mereka membinasakan diri sendiri. ALLAH mengetahui sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. “ (Q.S. At Taubah 42)

“Maka bersabarlah kamu. Sesungguhnya janji ALLAH adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini itu menggelisahkan kamu. “ (Q.S. Ar Ruum 60)

Sumber : Adioecoep.wordpress.com

Oleh Denny Kusumah

Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas Radhiyallahu’anhu,

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba – tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk..? Sebab kalian akan membutuhkanku. “

Rasulullah bersabda:”Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad,… . salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab: Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

” Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri, beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?”

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

“lalu siapa lagi?”

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

“Lalu siapa lagi?”

“Orang yang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.”

“Apa tanda kesabarannya?”

“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

” Selanjutnya apa?”

“Orang kaya yang bersyukur.”

“Apa tanda kesyukurannya?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar bin Khattab?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

“Usman bin Affan?”

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib?”

“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”

“aku merasa panas dingin dan gemetar.”

“Kenapa?”

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?”

“Aku seperti orang gila.”

“Jika ia membaca al-Quran?”

“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

“Jika ia bersedekah?”

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“Mengapa bisa begitu?”

“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

“Suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

“Taubat orang yang bertaubat.”

“Apa yang dapat membakar hatimu?”

“Istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“Sedekah yang diam – diam.”

“Apa yang dapat menusuk matamu?”

“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu?”

“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?”

“Majelis para ulama.”

“Bagaimana cara makanmu?”

“Dengan tangan kiri dan jariku.”

“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”

“Di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”

“Pemakan riba.”

“Siapa sahabatmu?”

“Pezina.”

“Siapa teman tidurmu?”

“Pemabuk.”

“Siapa tamumu?”

“Pencuri.”

“Siapa utusanmu?”

“Tukang sihir.”

“Apa yang membuatmu gembira?”

“Bersumpah dengan cerai.”

“Siapa kekasihmu?”

“Orang yang meninggalkan shalat jum’at”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”

“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”

Iblis segera menimpali:

“Tidak,tidak… tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir.

Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

“Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

Iblis Dibantu oleh 70.000 anak – anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanita – wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak ynag suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaithan juga berkata,”keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manudanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ‘shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”

10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT

“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam”

“apa saja?”

“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman,

“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, “Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : “wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”

jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.

Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :

“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119) juga membaca,

“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:

“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

Sampaikanlah risalah ini kepada saudara2 kita…agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas2 dari Iblis/Syaithan tsb,sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis/Syaithan… Mudah2an dengan demikian kita dapat setidak2nya membuat hidup ini lebih nyaman…dan membuat tempat serta limgkungan kita lebih aman…..

Sumber : (Milis TentangQatar.Com)

Oleh : Ria Fariana, voa-islam.com

Sebelum final kontes Putri Indonesia digelar tanggal 9 Oktober 2009 lalu, beberapa stasiun TV nasional rajin menayangkan iklan tentang kontes tersebut. Kalimat tesebut adalah “Kontes Putri Indonesia mengangkat harkat perempuan Indonesia”. Sekilas, slogan ini terdengar indah dan memabukkan. Siapa sih yang tak mau harkat dan derajatnya terangkat? Maka berbondong-bondonglah perempuan Indonesia mendaftarkan diri dalam kontes ini.

Ajang seleksi dimulai di masing-masing provinsi untuk kemudian mengirimkan wakilnya yang dipandang paling cantik dan cerdas. Hmm….apa iya cerdas? Tolok ukur cantik juga gak jelas di ajang kontes beginian. Karena pastinya umbar aurat yang ada. Biar cantik kalo gak mau buka-bukaan, gak bakalan bisa menang. Apalagi pemenang dari Putri Indonesia ini bakal dikirim ke kontes Internasional bernama Miss Universe. Modal berani malu harus dipunyai setiap kontestan yang sudah niat ikut ajang umbar aurat ini.

Tidak berhenti disitu, juara Putri Indonesia tahun 2009 pun menjadi kontroversi. Qory Sandioriva asal Aceh yang tidak berkerudung mengeluarkan pernyataan seolah-olah dirinya melepas jilbab demi kontes umbar aurat ini. Namun di bawah panggung, pernyataan tersebut diralatnya karena sehari-hari pun ia tidak menutup aurat dengan sempurna.

Aceh, salah satu provinsi di Indonesia yang gencar menerapkan syariat Islam. Ketika ada salah satu warganya yang melakukan hal-hal sebaliknya, kita patut bertanya, seberapa efektif pelaksanaan ini bisa mengikat warganya agar patuh

Aceh, salah satu provinsi di Indonesia yang gencar menerapkan syariat Islam. Ketika ada salah satu warganya yang melakukan hal-hal sebaliknya, kita patut bertanya, seberapa efektif pelaksanaan ini bisa mengikat warganya agar patuh. Atau jangan-jangan, pemda setempat malah ikut bangga karena putri daerahnya memenangi ajang umbar aurat bergengsi ini. Bahkan tahun depan, Qory Sandioriva asal Aceh akan menjadi salah satu finalis Miss Universe. Aurat yang dipemarkan di ajang Putri Indonesia tak ada apa-apanya dibandingkan dengan yang akan dilakukannya pada perhelatan Miss Universe nanti. Banggakah rakyat Aceh khususnya dan rakyat Indonesia umumnya melihat paha dan dada Qory Sandioriva asal Aceh dijual sedemikian rupa?

Mengangkat harkat perempuan Indonesia dengan ajang kontes Putri Indonesia, itu adalah slogan yang terdengar indah di permukaan. Namun sesungguhnya ada racun mematikan disana yang tidak semua orang menyadarinya. Alya Rohali, sebagai salah satu pemenang Putri Indonesia yang pernah menembus 15 besar finalis Miss Universe mendukung pernyataan di atas. Jelas, karena siapa pun akan mempertahankan argumennya meskipun salah. Apalagi jelas-jelas ia turut serta dalam ajang pamer aurat secara nasional maupun internasional.

Kita butuh pengakuan jujur dari peserta sendiri. Angelina Sondakh adalah salah satu yang pernah memenangi juara Putri Indonesia. Di antara semua perempuan yang pernah menjadi finalis dan pemenang, Angie adalah satu-satunya yang berusaha jujur tentang kondisi Putri Indonesia.

Di bawah ini saya kutipkan beberapa fakta yang diungkap oleh Angelina Sondakh:

“Angie menulis fakta, kegetiran dan ketidakmengertiannya tentang pekerjaan sebagai Putri Indonesia, yang barangkali hanya sebuah status atau simbol saja. Putri Indonesia, ternyata tidak lebih dari kontes putri-putrian lainnya yang modalnya cuma cantik, gaya, make-up, busana, cat walk dan hingar bingar publikasi.

Aktivitasnya sebagai Putri Indonesia kurang lebih seperti ini: mengikuti seleksi, karantina, tes IQ, wawancara, malam final (gegap gempita), terpilih (mengharukan), diberi tongkat dan mahkota, lantas publikasi lewat TV, koran, majalah, radio, dot-com, diberi ucapan selamat, dikenal orang dan mengikuti sederet jadwal acara demo kecantikan. Ia kemudian hanya menjadi simbol iklan semata.

Dengan kata lain representasinya hanyalah sebuah tubuh, wajah, dan senyum. Sama seperti Monalisa, yang hanya terpampang dalam rentang waktu/zaman semenjak diperkenalkan oleh sang maestro Leonardo Da Vinci, dibungkus bingkai, terikat oleh kebekuan hasil kolaborasi warna dan imaji, karena ia hanyalah imajinasi dan kemudian menarik simpati orang.

Brain dan behaviour hanya pemanis dan pelengkap penderita biar tidak terlihat vulgar kontes adu kecantikan fisik saja

Barangkali paralel dengan Angie, yang hanya bisa punya nama, tidak menjadi seorang Putri yang mampu berbicara, mempunyai ruang ‘bernafas’ untuk belajar dan menjadi cerdas dalam melihat dan memberi kontribusi bagi persoalan bangsa. Seorang Putri Indonesia ibaratnya hanya berada dalam sebuah akuarium yang penuh hiasan dan lebih sebagai pajangan di dalam rumah. Sebuah status diam (soliloqui). Angie merasa hampa  karena menjadi ikon dalam sebuah tata aturan yang tidak mendidik.”

Racun itu jelas ada dalam kontes pemilihan yang notabene memilih aurat paling indah, naudzubillah. Brain dan behaviour hanya pemanis dan pelengkap penderita biar tidak terlihat vulgar kontes adu kecantikan fisik saja. Perempuan, inikah jalan yang akan kau tempuh untuk mengangkat harkat dan martabatmu?

Qory Sandioriva, Auratmu Itu

Ajang Puteri Indonesia menuai pro dan kontra sehubungan dengan pemenangnya yang berasal dari Aceh. Daerah yang terkenal dengan serambi Mekkah ini telah meloloskan salah satu puteri daerahnya ke kancah pamer aurat nasional. Hasilnya, dia menang. Kemenangan ini membawa konsekuensi kontes ke tingkat internasional, Miss Universe.

Sekali melangkah, Qory Sandioriva, nama pemenang kontes pamer aurat ini tak akan bisa mundur lagi. Kontes Miss Universe siap menanti. Itu artinya gadis asli Aceh ini harus mau pamer aurat lebih berani lagi dengan hanya memakai baju primitif, bikini. Duh…Aceh yang selama ini terkenal sebagai propinsi yang keislamannya paling kental, harus menerima aib ini. Aib? Hmm….mungkin tidak lagi dianggap aib ketika uang dan material duniawi yang berbicara.

Sebagai perempuan, saya sendiri sering bingung dengan kriteria kontes pamer aurat ini. Bila tidak mau dianggap ajang eksploitasi perempuan

Sebagai perempuan, saya sendiri sering bingung dengan kriteria kontes pamer aurat ini. Bila tidak mau dianggap ajang eksploitasi perempuan, kenapa pula ada kriteria tinggi, penampilan menarik, berat badan ideal, dll. Belum lagi dalam kontes Miss Universe, memakai bikini adalah wajib hukumnya. Yang namanya wajib, tidak boleh tidak harus dilakukan atau didiskualifikasi keikutsertaannya. Bahkan ada panitia yang kelihatannya menutup aurat dengan kerudung pun, tidak keberatan dengan baju bikini ini. Duh…muslimah, ada apa denganmu dan harga dirimu?

Kemenangan finalis dari Aceh bukan tanpa tujuan. Di saat provinsi tersebut gencar-gencarnya menggalakkan penerapan syariah Islam, Qory Sandioriva malah menang. Tamparan telak bagi pemda setempat yang biasanya merazia mereka yang tidak menutup aurat. Tapi ini, siap-siap saja menyaksikan Qory Sandioriva melenggang dengan bikini di bawah tatapan para juri yang mayoritas laki-laki dan jutaan orang di seluruh dunia. Mereka akan menelanjangi tiap lekuk liku tubuh Qory Sandioriva, si gadis Aceh.

Qory Sandioriva mengatakan bahwa keputusannya menanggalkan pakaian muslimah telah mendapat persetujuan dari pemda setempat. Dan ketika menang, itu artinya pemda setempat juga setuju qonun syariah bakal terinjak-injak oleh kemilau bikini. Dunia memang menyilaukan apalagi dibalut dengan kemilau aurat perempuan yang memang indah. Duh… Qory Sandioriva, auratmu itu jadi begitu murah harganya.

Ria Fariana, voice of al islam

« Laman SebelumnyaLaman Berikutnya »