Pengusaha angkutan umum segera menaikkan tarif lebih dari 30% seiring dengan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Ketua Umum Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Murphi Hutagalung menegaskan kenaikan tarif tak terhindarkan karena rencana kenaikan harga BBM hingga 30%. Dia menilai penyesuaian harga BBM ini sangat memberatkan pengusaha angkutan umum.

“Sebenarnya tarif angkutan umum sudah harus naik sejak awal tahun, yaitu sejak kenaikan harga berbagai bahan kebutuhan pokok dan harga suku cadang kendaraan,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Dengan kenaikan harga BBM, lanjutnya, suku cadang kendaraan juga secara otomatis akan turut naik sebagai efek domino yang mengiringinya.

Berdasarkan catatan Organda, komponen BBM memberikan kontribusi pengeluaran operasional sekitar 30%, sementara komponen suku cadang juga 30%.

Murpi menyarankan pemerintah untuk memberi subsidi BBM bagi angkutan umum agar tarifnya tidak naik sehingga tidak membebani masyarakat.

Organda menegaskan kenaikan tarif angkutan umum, seiring dengan dinaikkannya harga BBM subsidi oleh pemerintah merupakan hal wajar. Pengusaha angkutan umum dipastikan akan membebankan 100% atas kenaikan harga BBM tersebut kepada penumpang, mengingat kondisi bisnis angkutan publik yang kian terpuruk.

“Sekarang kami sudah efisien, nggak mungkin efisiensi lagi karena pendapatan turun, jumlah penumpang juga turun,” kata Ketua Departemen Angkutan dan Prasarana Organda Rudy Tehamihardja. (Bisnis Indonesia)

Iklan

Oleh Iman Sugema

Masih ingat polemik mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak pada 2005, di mana sekelompok ekonom menyatakan jika harga BBM dinaikkan, jumlah orang miskin akan turun? Pendapat mereka ternyata salah, karena jumlah orang miskin justru meningkat.

Skenario dan argumentasi yang hampir mirip saat ini dikembangkan oleh tim ekonomi Kabinet Ekonomi Bersatu untuk mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar segera memutuskan kenaikan harga BBM. Mereka tentu tidak menunjukkan lagi bahwa kemiskinan akan berkurang dengan kenaikan harga BBM.

Yang ditunjukkan adalah jika harga BBM tidak dinaikkan, pertumbuhan ekonomi akan jeblok, defisit APBN akan membengkak, inflasi tidak terkendali, suku bunga harus dinaikkan, dan rupiah akan terdepresiasi. Apabila harga BBM dinaikkan, kondisi sebaliknya yang terjadi. Aneh, bukan?

Sebagaimana berita utama Bisnis Indonesia (Rabu, 30 April), skenario tanpa kenaikan harga BBM adalah inflasi menjadi 13,2%, SBI 3 bulan 12%, pertumbuhan ekonomi 5,8%, defisit anggaran 2,5%, dan nilai tukar menjadi Rp9.600 per dolar AS.

Apabila harga BBM dinaikkan, indikator ekonomi diskenariokan akan membaik, yakni inflasi turun menjadi 11,1%, SBI 3 bulan juga turun menjadi 8,5%, pertumbuhan ekonomi me-ningkat ke 6%, defisit turun menjadi 1,9%, dan nilai tukar menguat ke Rp9.000/dolar AS.

Kok bisa ya? Dari mana angka-angka itu diambil?

Beberapa komentar

Ada beberapa komentar mengenai hal ini. Pertama, kenapa angka yang diungkap menjadi begitu jauh dengan angka dalam APBN-P 2008? Padahal, APBN-P 2008 baru saja disetujui beberapa minggu lalu.

Sudah banyak hal tentu yang mengalami perubahan, terutama mengenai inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga berbagai komoditas, khususnya pangan.

Namun, itu juga menunjukkan bahwa APBN tidak pernah dibuat serealistis mungkin. Angka-angka APBN selama tiga tahun terakhir ini cenderung terlalu optimistis.

Kedua, yang paling mengherankan adalah angka inflasi, di mana dalam skenario kenaikan harga BBM akan lebih rendah 2,1% dibandingkan dengan skenario tanpa kenaikan harga. Boleh Anda tanya kepada ekonom mana pun yang bukan ekonom pemerintah mengenai hal ini.

Jawabannya inflasi pasti akan lebih tinggi jika harga BBM dinaikkan. Bahkan, teman saya, yang lulusan IAIN Jurusan Fiqih sekalipun, memandang angka skenario itu tidak masuk akal.

Inflasi dihitung berdasarkan perkembangan harga di tingkat konsumen akhir, yaitu indeks harga konsumen. Tidak masuk akal ketika kenaikan harga minyak mentah dunia tidak dibebankan kepada konsumen secara langsung kemudian akan tercipta inflasi yang lebih tinggi. Lantas dari mana sumber inflasinya?

Dari data yang sama, diskenariokan pula bahwa suku bunga akan dinaikkan menjadi 12%. Ini sama sekali tidak konsisten dengan angka inflasi.

Teorinya, kalau suku bunga dinaikkan, inflasi akan turun, bukan! Setiap kenaikan suku bunga akan memberikan efek kontraksi terhadap perekonomian yang pada gilirannya meredam inflasi.

Namun, itu pun harus dilakukan secara hati-hati. Hal ini karena suku bunga tidak bisa digunakan untuk meredam kenaikan harga yang didorong dari sisi supply.

Kalau minyak tanah langka dan pangan hilang dari pasaran, suku bunga tidak akan mampu mencegah kenaikan harga di tingkat konsumen.

Dalam situasi seperti sekarang, saya cenderung menyarankan agar tidak menggunakan suku bunga sebagai alat untuk meredam inflasi. Kebijakan moneter sama sekali tidak relevan karena inflasi tidak tertangani, sedangkan efek kontraksinya berpotensi memperparah situasi.

Ketiga, tidak masuk akal mengasumsikan depresiasi nilai tukar kalau harga BBM tidak dinaikkan. Keadaan sekarang sudah jauh lebih berbeda dibandingkan dengan pada 2005.

Walaupun akan melambat, ekspor masih akan lebih tinggi dibandingkan dengan impor. Neraca pembayaran dan cadangan devisa masih pada posisi jauh lebih baik dibandingkan dengan pada pertengahan 2005.

Lagi pula, saat ini suku bunga dunia cenderung turun. Kondisi ini berbeda dibandingkan dengan pada 2005, di mana suku bunga dunia sedang mengalami tren kenaikan.

Posisi baik

Singkatnya, kita sedang memiliki posisi yang lebih baik untuk bisa melakukan stabilisasi nilai tukar. Terkecuali ada upaya terkoordinasi antara pelaku pasar dan tim ekonomi untuk menjerembapkan nilai tukar supaya ada justifikasi untuk menaikkan harga BBM.

Gonjang-ganjing nilai tukar dan pasar modal sering dijadikan sebagai alasan untuk melakukan langkah radikal yang merugikan rakyat kecil.

Keempat, mengapa diasumsikan pertumbuhan ekonomi akan lebih baik jika harga BBM dinaikkan? Bukankah kenaikan harga BBM akan mengurangi daya beli masyarakat yang pada gilirannya menggerus permintaan agregat?

Lagi pula, biaya transportasi umum akan meningkat yang secara langsung mengakibatkan harga di tingkat konsumen akhir melonjak. Artinya, ekonomi akan mengalami kontraksi, baik dari sisi permintaan maupun penawaran. Adalah tidak konsisten untuk mengasumsikan bahwa pertumbuhan akan membaik.

Kelima, mungkin yang paling bisa menjelaskan kejanggalan angka-angka dalam skenario itu adalah kenyataan bahwa tim ekonomi ingin memaksakan kenaikan harga BBM kepada Presiden Yudhoyono.

Namun, bagaimana sebuah keputusan yang sangat penting bisa dibuat dengan benar kalau angka-angka yang disodorkan tidak dibuat dengan penuh kejujuran profesi.

Kita masih ingat betul mengenai kejahatan intelektual pada 2005 yang menyatakan bahwa kenaikan harga BBM akan menyebabkan kemiskinan menurun. Akankah hal yang sama terulang kembali?

Iman Sugema, Senior Economist, InterCAFE, Institut Pertanian Bogor (Bisnis Indonesia)

Oleh Gombang Nan Cengka

Bayangkan Anda menggunakan satu kunci yang sama untuk semua pintu di rumah Anda. Tidak tanggung-tanggung, kunci yang sama juga dapat digunakan pada semua lemari dan kendaraan Anda. Kalau ada penjahat yang berhasil mencopet kunci tersebut, dia bisa memasuki semua ruangan rumah, membuka lemari dan mencuri semua kendaraan yang Anda punyai.

Pada praktiknya ini tidak pernah terjadi. Kita biasanya membuat kunci yang berbeda-beda untuk setiap kamar, lemari, pintu depan, dan bela- kang rumah. Mobil dan sepeda motor juga mendapat kunci mereka masing-masing. Namun menurut hasil survei yang dilakukan Accenture, perilaku dalam kehidupan sehari-hari ini tidak terjadi di jaringan web.

Pada survei yang dilakukan di Inggris Raya tersebut, seperti yang dikutip Associated Press, ditemukan hampir setengah responden menggunakan password (kata sandi) tunggal untuk semua akun online mereka. Pada hampir semua situs web, kata sandi merupakan padanan kunci di dunia fisik. Kata sandi merupakan pengaman, yang mencegah akses pada hal-hal yang tidak dibolehkan untuk orang yang tak berhak.

Pada saat yang sama 88% dari 800 orang yang diwawancarai dalam survei tersebut mengatakan bahwa keteledoran merupakan sebab kunci pencurian identitas.

Para peneliti menyebutkan bahwa fakta ini agaknya menunjukkan para pengguna meremehkan ancaman dari organisasi penjahat cyber internasional, yang memperoleh keuntungan? besar dari penjualan identitas curian.

“Banyak orang tidak menyangka bahwa ada masalah,” kata Robert Dyson, eksekutif senior praktek sekurit Accenture. Menurut Dyson, karena menurut pemakai identitas mereka belum dicuri, dan mereka tidak mengenal orang yang mengalaminya, berarti masalah itu tidak ada.

Pengelolaan password

Pengulangan kata sandi, seperti penggunaan kunci tunggal, mempermudah orang-orang yang berniat jahat. Dalam hal kejahatan online, orang yang berhasil membongkar satu akun dapat dengan mudah menebak kata sandi yang digunakan pada semua akun pengguna tersebut.

Alasan pengguna mengulangi kata sandi ini sederhana saja: agar mereka tidak lupa. Survei menunjukkan 70% responden di Inggris Raya menyebutkan mereka tidak mencatat kata sandi mereka.

Di Amerika Serikat angkanya lebih rendah, tetapi masih cukup banyak, yaitu 49%. Semua responden dalam survei tersebut menggunakan komputer di rumah, memiliki akses Internet berkecepatan tinggi, dan online minimal dua kali seminggu, selain memeriksa e-mail. Rata-rata usia pemakai adalah 46 tahun. Mar- gin kesalahan adalah 3,5 persen untuk semua responden.

Masalah mengelola kata sandi ini sebenarnya dapat dipe-cahkan dengan utilitas penge- lola kata sandi (password manager). Dengan utilitas ini biasanya kita cukup mengingat satu kata sandi saja (master password atau kata sandi utama).

Pengelola kata sandi akan secara otomatis memberikan kata sandi pada situs yang di-minta, asalkan kita sudah mengisikan kata sandi utama sebelumnya.

Pengelolaan kata sandi saat ini sudah secara otomatis diintegrasikan dalam sistem operasi milik Apple Inc, Mac OS X. Sistem operasi paling populer di komputer pribadi saat ini, Microsoft Windows, belum memilikinya. Namun, utilitas pengelola kata sandi sudah banyak tersedia dari pihak ketiga. Pengelolaan kata sandi juga tersedia buat browser alternatif Mozilla Firefox.

Saat ini cukup banyak komputer jinjing yang sudah dilengkapi dengan pembaca sidik jari. Metode biometri ini merupakan alternatif lain yang lebih mudah, dan umumnya juga dapat digunakan dengan pengelola kata sandi.

Masalahnya, survei Accenture tersebut menemukan bahwa hanya 7% dari total res- ponden yang menggunakan pengelola kata sandi atau pembaca sidik jari. (redaksi@bisnis. co.id)

Gombang Nan Cengka, Kontributor Bisnis Indonesia. (Bisnis Indonesia)