Oleh Syarifudin

Arnold Kim menjual gosip, rumor, dan fakta tentang Apple—yang terkenal suka menyimpan rahasia—di situsnya, MacRumors.com.

DIA rela meninggalkan profesi dokter demi menjadi blogger. Menulis telah menjadi hobi di tengah kesibukannya merampungkan studi kedokteran.Setelah menyandang gelar dokter, Kim mulai menangani pasien.

Namun hobi untuk mengelola situsnya tidak berhenti hingga MacRumors.com kini mam pu menarik lebih dari 4,4 juta pengunjung per bulan. Ini berarti situs milik Kim itu merupakan salah satu situs teknologi paling populer di dunia, berdasarkan data Quantcast, perusahaan yang meneliti situs-situs dunia. Popularitas Mac- Rumors.commembuat Kim cukup percaya diri untuk ”gantung stetoskop”.

Bulan ini dia mantap meninggalkan profesinya sebagai dokter dan mulai menjadi blogger penuh. ”Dalam beberapa kesempatan, ketika masih menjadi dokter, saya mengabaikan situs itu sangat lama. Kini saya memiliki peluang untuk bekerja sepenuh waktu. Itu merupakan sebuah peluang bagus untuk meningkatkannya,’’ kata Kim seperti dilansir The New York Times.

Kim menjadi simbol peraih kekayaan melalui pemanfaatan teknologi internet. Meski hanya sedikit dari jutaan blog yang bisa membuat pemiliknya kaya, tetap saja banyak insentif uang yang dapat diterima pemilik blog jika situsnya banyak dikunjungi orang. Pertanyaan yang sering didapat Kim dari teman-teman dan rekan seprofesinya sebagai dokter adalah: ”Bagaimana situs atau blog itu bisa menghasilkan uang?” Kim menjawab pertanyaan itu melalui tulisan di blog-nya bulan lalu.

Menurut Kim, seorang blogger bisa menjadi kaya dengan cara sangat mudah. Dia hanya perlu membuat blognya menarik dan ”membangun lalu lintas” pengunjung sebanyak mungkin. ”Hanya itu caranya. Jika Anda memiliki sebuah situs yang menarik banyak pengunjung, Anda akan mampu mendapatkan uang. Di internet, lalu lintas pengunjung sama dengan kekuatan, yang sama juga dengan uang,” papar Kim.

Kecintaan Kim terhadap dunia internet semakin menggila sejak membuat blog tentang Apple pada 2000. Saat itu kata ”blog” belum masuk dalam kosakata yang umum digunakan. Kim pun membuat suatu situs yang membutuhkan keahlian untuk memprogram dan pengetahuan teknologi khusus. Kim pernah mengenyam pendidikan komputer di Columbia University.

Dari sana dia tahu cara membuat situs. Kim juga tahu bahwa banyakorang ingin melihat produk masa depan Apple. Karena itu pria yang tinggal di Richmond, Virginia, itu membayangkan bahwa Mac- Rumors merupakan situs yang mengumpulkan semua rumor, cerita, dan berita yang muncul di berbagai situs lain tentang Apple. ”Melaporkan rumor memiliki kemungkinan lebih benar daripada salah selama bertahun-tahun,” paparnya.

Menurut Kim, rumor itu sesuatu yang nyata dan terlibat di dalamnya memberikan banyak pengalaman lucu. ”Kadang dibutuhkan sedikit keberanian karena sebagian besar gambar tentang produk Apple di masa depan yang beredar di berbagai situs itu bohong belaka,” katanya. Untuk menyiasatinya, terkadang Kim memunculkan perkiraan gambar-gambar produk masa depan Apple disertai pernyataan yang meragukan kebenarannya.

Pada suatu ketika, tutur Kim, Apple secara tidak sengaja menampilkan produk Mac yang baru. Gambar produk itu kemudian muncul di situs MacRumors sepekan sebelum peluncuran resmi. Akibatnya, para pengunjung MacRumors sangat senang. Apple merupakan perusahaan yang penuh rahasia dan menciptakan banyak spekulasi dalam industri teknologi.

Apple sangat suka dengan rumor tentang produk yang akan dikeluarkan. Bagi Apple, rumor merupakan salah satu cara menaikkan antusiasme publik terhadap produk barunya. Dari sanalah Kim melihat celah bisnis. Kim membuat situs khusus yang memuat rumor tentang Apple. Tentu saja, berkat idenya itu Mac- Rumors menjadi satu-satunya situs asli tentang Apple.

MacRumorsmenjadi referensi peminat Apple untuk mengetahui rumor terbaru. Situs Kim juga menjadi sarana Apple untuk memberikan informasi yang jelas tentang rumor yang sedang beredar. Wajar pula bila banyak pihak menilai ”MacRumors tahu lebih banyak tentang Apple daripada pihak manajemen Apple sendiri.” Sebuah blog 24/7 Wall St mendeklarasikan pernyataan itu pada musim semi lalu.

Kini MacRumors berada di urutan ke-2 dalam daftar ”25 blog paling berharga” di dunia. MacRumors berada di bawah Gawker Media,namun di atas The Huffington Post, PerezHilton. com, dan Tech- Crunch. Harga MacRumors tentu sudah mencapai jutaan dolar Amerika Serikat (AS). Sebagai perbandingan, dua blog yang masuk dalam 25 blog paling berharga di dunia, yakni Ars Technica dan PaidContent dijual awal tahun ini seharga USD25 juta (Rp232,5 miliar).

Padahal,Ars Technica hanya memiliki sekitar 3 juta pengunjung per bulan berdasarkan Quantcast. Pada saat yang sama PaidContent dan tiga blog serupa dikunjungi sekitar setengah juta orang. Sejak MacRumors dikunjungi semakin banyak orang, Kim telah menciptakan sebuah situs layaknya sebuah real estat yang nilainya semakin tinggi. Kim memang belum menjadi blogger jutawan dan mendapat iklan onlineyang melimpah.Kim juga masih menghadapi kendala mengembangkan situsnya.

Tetap saja Kim memiliki alasan untuk optimistis. Kim mengakui langkahnya untuk mundur dari profesi dokter menjadi seorang blogger merupakan tindakan yang aneh bagi kebanyakan orang. Padahal, dari pendapatan sebagai dokter, Kim mampu membeli sebuah rumah enam lantai. Kim memperhitungkan, sebagai blogger keuntungan yang didapatnya bisa lebih banyak lagi. Menurut Kim, situsnya telah memberi pendapatan ”enam digit” padanya.

Kim enggan mengungkapkan jumlah pasti pendapatannya dari MacRumors. Yang pasti, sejak tiga tahun silam iklan teks Google, banner,dan komisi penjualan produk mulai memberikan keuntungan kepada Mac- Rumors. Meski Apple tidak memasang iklan di situs itu, perusahaan berorientasi teknologi informasi lain, termasuk Verizon, toko online yang menjual buku dan peralatan audio Audible.com, serta perusahaan produk teknologi CDW telah memasang iklan di situsnya.

Kim membeberkan, saat pertama kali memutuskan untuk berhenti menjadi dokter dia sempat bimbang karena orangtuanya telah mengucurkan USD200.000 (Rp1,9 miliar) untuk pendidikannya. Tapi akhirnya berdasarkan perhitungan di atas kertas, Kim memutuskan mengakhiri profesinya sebagai dokter. Dia juga memiliki alasan praktis agar dapat bekerja dari rumah dan bisa menikmati waktu bersama putrinya, Penelope, yang masih berusia 14 bulan.

Ketika Kim menyatakan kepada ayahnya—yang juga dokter—tentang keinginan bekerja sepenuh waktu sebagai blogger, Kim sangat terkejut dengan dukungan ayahnya. Bagi Kim dukungan ayahnya itu membuat mimpinya terwujud. Kim bekerja di situsnya tanpa menyebutkan nama. Selama bertahun-tahun pembaca hanya mengetahui namanya,” arn”. Dia kadang menambahkan nama lengkap sehingga dapat menerima wawancara dari media massa.

”Jika saya benar-benar ingin bersembunyi, saya dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik,”papar Kim. Selain mengelola Mac- Rumors,Kim juga membantu menjalankan situs Touch Arcade yang berisi games baru yang bisa diinstal untuk iPhone dan iPod Touch. Namun, sebagaimana Apple, Kim masih merahasiakan rencana ekspansi selanjutnya. [Koran Sindo]

Aurora-Alaska

Mempunyai blog di internet dan selalu rutin mengirim tulisan ke sana, diyakini efektif melatih keterampilan menulis dan menganalisis. Keterampilan tersebut sangat berguna, namun juga mesti dikembangkan agar memberi manfaat ke orang lain.

Hal itu dikemukakan Yahya Kurniawan, penulis buku komputer yang juga pembuat blog (blogger) di sela-sela workshop How To Make A Blog, di Jogja Expo Center (JEC), Jumat (30/5).

“Kalau rutin mengisi blog, kita lambat laun terlatih menulis, baik informasi maupun opini-opini. Selain itu, kita bisa mendapat banyak manfaat. Misalnya membuka blog dari seorang pakar yang tulisannya tentang meluruskan sebuah isu,” ujar Yahya. (KOMPAS tekno)

Inilah sisi positif menjadi seorang Blogger. Sangat dianjurkan untuk dipahami oleh mereka yang membenci Blogger atau yang menganggap Blogger = Hacker = Cracker.
Selamat berblogger ria !

Dua kali situs Departemen Komunikasi dan Informatika dijebol oleh ‘hantu’ dunia maya. Selain meninggalkan pesan khusus untuk Depkominfo dan Roy Suryo, sang ‘hantu’ juga sempat menyertakan sebuah alamat email.

Okezone pun berinisiatif untuk mengirimkan beberapa pertanyaan seputar tingkah polahnya yang menjahili situs Depkominfo. Berikut petikan wawancara khusus okezone dengan ‘Hantu’ situs Kominfo yang enggan disebut sebagai hacker atau cracker, melalui email, Rabu (16/4/2008),

Halo Mas/ mba….
Saya Cowo, mba… Jangan panggil Mas, saya masih ABG (anak baru gede).

Saya dari Okezone, kira-kira apa kami bisa tanya-tanya ke anda?
Boleh…. Kalau saya tahu jawabannya!

Apa maksud anda mengacak-ngacak situs depkominfo?
Tidak ada maksud lain. Selain cuma ingin memberi tahu kepada adminnya untuk memperbaiki script. Kemarin sempat memberi tahu tapi adminnya tidak merespons. Sepertinya sudah menjadi kebiasaan bagi admin pemerintah untuk dibuktikan terlebih dahulu (kelemahannya) baru direspons!

Selain itu saya juga mau tunggu respons Om ‘pakar’ Roy Suryo, apa dia tahu siapa yang menyerang situs kominfo? Soalnya yang saya kutip dari debat (dengan blogger) kemarin sepertinya dia tidak punya akses ke server Kominfo. Bukannya untuk melacak hacker (tepatnya cracker) itu harus melihat log di server? Trus atas dasar apa Roy Suryo mengatakan “Saya tahu siapa mereka”. Kok bisa langsung tahu penyerangnya?

Bagaimana cara Anda sampai bisa meng-crack situs tersebut? Secara teknis bagaimana caranya?
Saya menggunakan teknik SQL Injection ke http://www.depkominfo.go.id/e-commerce/index.php?opt=login. Dengan memasukkan kode SQL Inject kita bisa log in sebagai admin situs. Kita bisa melakukan penghapusan atau mengubah isi situs tersebut.

Selain situs Depkominfo, situs apa lagi yang kira-kira akan menjadi incaran Anda?
Hahaha …. Saya orang baik-baik, Mba. Kan sudah saya tulis di pesan. Saya tidak ada niat untuk merusak. Cuma saya pikir itulah cara agar admin Kominfo update security. Kalau tidak masuk berita, Admin Kominfo tidak akan bekerja. Ya, Mudah-mudahan setelah kejadian ini Om Admin kita mulai update Security. Untung saja kelemahan situs tersebut lebih dulu diketahui orang Indonesia. Bagaimana jika yang tahu lebih dulu orang luar dan datanya penting. Gimana coba?
Tapi target berikutnya?? hehehe… Okezone.com mungkin! Ho..ho..ho!!!

Jika situs pemerintah saja rapuh dan bisa dijebol. Kira-kira apa situs-situs perbankan juga memiliki kelemahan yang sama?
Hehehe… Mungkin adminnya khilaf kali, mba. Manusia kan tidak luput dari kesalahan. Server saya sendiri masih banyak kelemahannya, kok. Intinya tidak ada sistem yang dijamin aman. Setiap sistem pasti punya kelemahan.

Situs perbankan lumayan banyak kelemahannya. Terutama di online bankingnya. Saya rasa pihak bank sendiri sudah tahu kelemahan online banking mereka. Namun yang jadi masalah adalah keamanan sistem biasanya berbanding terbalik dengan kenyamanan. Saat ini online banking Indonesia masih mengutamakan kenyamanan. Pelanggan kan tidak mau tahu soal keamanan dan lain-lain. Umumnya mereka mengutamakan kemudahan atau kenyamanan bertransaksi di internet. Nah, kalau sudah begini, siapa yang salah coba?

Gini loh, mba. Kalau bahasa orang kampungnya, Yahoo mail aja masih bisa dikerjain. Apalagi online banking Indonesia, yang gaji adminnya tidak sampai 1/4 dari gaji admin Yahoo. Hahahaha……

Di akhir pesan, dirinya mengaku tidak ingin dianggap hacker atau cracker. Untuk menghindari dirinya terjerat UU ITE, Dia meminta Okezone untuk menyebutnya sebagai netter (orang yang hobi berinternet).

(Tata bahasa dan penulisan dalam isi wawancara sudah diperbaiki terlebih dahulu)

Roy Suryo: Ada Korelasi Hacker, Cracker, dan Blogger

Nama Roy Suryo kembali disebut-sebut saat salah satu cracker mendeface situs Depkominfo, Selasa 15 April kemarin. Roy mengaku tidak terprovokasi oleh aksi tersebut.

“Disadari atau tidak oleh mereka, penggunaan idiom agitatif ‘jangan kutip…’ saat mendeface situs Depkominfo kemarin makin menunjukkan ada relasi hacker, cracker, dan (sebagian) blogger,” kata Roy Suryo dalam pesan singkatnya kepada okezone, Rabu (16/4/2008).

Seperti diketahui, situs Depkominfo kemarin dicrack. Sebagian perwajahannya pada bagian e-commerce berubah. Bahkan salah satu item kontak person, diisi dengan kalimat: “Jangan Kutip Roy Suryo.”

Selanjutnya, Roy Suryo menyatakan, jika blogger tidak mau disebut negatif, ini saatnya bagi mereka untuk membantu pemerintah dengan tidak membiarkan hal tersebut makin merajalela, minimal menunjukkan citra blog yang positif bagi masyarakat, tidak justru malahan tampak ‘menikmati’ kondisi ini.

“Saya Insya Allah tidak terpengaruh dengan provokasi tersebut dan tetap terus berjuang memajukan Indonesia melalui TI, sekaligus mempersilahkan media menilai semuanya,” ujarnya.

Blogger: Bukannya Cari Solusi Malah Bikin Statement Menyesatkan

Tuduhan blogger memiliki korelasi dengan hacker dan cracker yang diungkapkan Roy Suryo ditanggapi dingin oleh salah satu blogger, Riyogarta. Bahkan Riyo berpendapat bahwa Depkominfo juga memiliki andil untuk bertanggung jawab.

“Saya kira Depkominfo dalam hal ini juga turut bertanggung jawab, yakni membuat Roy Suryo berburuk sangka kepada blogger dan hacker akibat ulah oknum jahil yang membawa nama dirinya,” ujar Riyo kepada Okezone, Rabu (16/4/2008).

Menurut Riyo, Depkominfo tidak pernah mau mengupdate keamanan situsnya padahal mereka (para hacker) sudah memberitahukan kelemahan ini kepada Depkominfo. Ini artinya, sang admin yang mengelola situs tersebut memiliki tanggung jawab cukup besar.

Akibatnya, aksi diam Depkominfo ini membuat blogger selalu menjadi korban tuduhan-tuduhan Roy Suryo yang tidak berdasar padahal sudah jelas bahwa blogger memiliki arti yang jauh berbeda dengan hacker apalagi cracker.

“Padahal pak menteri sendiri yang mengatakan bahwa kami adalah bagian dari keluarga ICT. Bahkan Roy Suryo sendiri malah membuat pernyataan yang menyesatkan, bukannya mencari solusi,” tegas Riyo.

Rupanya Diskusi UU ITE di Radio Trijaya dan diskusi terbuka Blogger kemarin, yang mempertemukan Roy dengan beberapa blogger, sepertinya tidak juga mengubah pemahaman Roy Suryo terhadap perbedaan makna blogger, hacker dan cracker.

Bahkan beberapa media menyatakan tidak berani lagi meng-quote statement pria yang disebut-sebut sebagai pakar telematika itu. Pasalnya, Roy Suryo berkali-kali melimpahkan kesalahan kepada wartawan karena dianggap selalu memelintir pernyataan sehingga tidak sesuai dengan apa yang dimaksud.

“Saya khawatir nanti akan muncul lagi hal yang disebut Roy sebagai mispersepsi massal,” ujar salah seorang wartawan yang menyempatkan hadir di acara diskusi tersebut, sambil mengerutkan dahinya.

Hal yang sama juga dilontarkan para blogger dengan menyebarkan button ‘Jangan Kutip Roy Suryo’ sebagai aksi ketidaksetujuan mereka akan statement-statement Roy Suryo. Pria yang disebut sebagai pakar telematika itu menyebut aksi ini sebagai idiom agitatif (idiom yang bersifat menghasut).

Istilah idiom pun dibantah blogger sebagai kata yang kurang tepat karena dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) ‘idiom’ merupakan konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya. Mereka malah menyebut kalimat tersebut sebagai ‘Moto’, yang dalam KBBI berarti frasa, kata atau kalimat yang digunakan sebagai semboyan, pedoman atau prinsip. Menurut mereka kalimat ‘Jangan Kutip Roy Suryo’ tersebut masing-masing katanya memiliki korelasi dan makna yang sama dengan gabungan makna unsurnya.(Okezone)