Volume air di Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, saat ini kritis karena hanya tersisa 14,58 juta meter kubik. Padahal, air dari waduk itu masih dibutuhkan untuk pengairan dan aktivitas pabrik gula hingga berakhirnya musim kemarau, sekitar dua bulan ke depan.

Kepala Koordinator Waduk Darma, Taryono, Senin (28/7), menyebutkan, volume air yang tersisa di waduk itu hingga kemarin 14.580.000 meter kubik. Padahal, lahan sawah di Kabupaten Kuningan dan Cirebon masih membutuhkan air dari waduk hingga September 2008. Air yang disalurkan juga sangat dibutuhkan pabrik gula di Kecamatan Babakan, Cirebon.

Meski air yang tersedia di waduk masih sesuai dengan rencana Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, 14.428.000 meter kubik hingga akhir Juli, jumlah itu sangat terbatas. ”Idealnya, volume air di Waduk Darma pada akhir Juli 24 juta meter kubik,” ujar Taryono.

Selain di Waduk Darma, penyusutan tinggi muka air juga terjadi di Bendung Rentang, salah satu bendung utama pengairan di Indramayu dan Cirebon.

Kekeringan menyebabkan pula tinggi muka air Waduk Ir H Djuanda, Jatiluhur, di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terus menurun. Namun, menurut Direktur Teknik Perum Jasa Tirta (PJT) II, Achmad Godjali, Senin, volume air diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga akhir Desember 2008.

Disebutkan, kebutuhan air untuk irigasi sawah seluas sekitar 240.000 hektar di Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu 2,668 miliar meter kubik. Adapun kebutuhan air baku minum dan industri di Bekasi dan DKI Jakarta 435 juta meter kubik.

Kekeringan saat ini membuat warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, di wilayah barat, terutama di Kecamatan Donorojo, kesulitan air bersih. Warga yang mendapatkan air bersih dari jaringan pipa PDAM Pacitan pun mengeluhkan pasokan sering mati.

Dua kali lipat

Sementara itu, kekeringan yang melanda lahan tanaman padi di Jawa Tengah hingga pertengahan Juli 2008 naik dua kali lipat daripada periode sama tahun 2007. Berdasarkan pantauan Dinas Pertanian Jateng hingga 15 Juli, lahan kekeringan seluas 14.527 hektar untuk masa tanam April-September.

Dinas Pertanian Lampung memastikan bahwa 8.189 hektar areal padi, jagung, dan kedelai di provinsi itu kekeringan. Areal seluas 446 hektar di antaranya puso atau gagal panen. (KOMPAS Cetak)

Iklan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengecam aksi kekerasan dan pelaku kekerasan yang membuat jatuhnya korban di negara yang berlandaskan hukum. Karena itu, Presiden minta hukum ditegakkan dengan memberi sanksi secara tepat. Negara tidak boleh kalah dengan aksi kekerasan.

”Negara tidak boleh kalah dengan perilaku kekerasan. Negara harus menegakkan tatanan yang berlaku untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden dalam jumpa pers, Senin (2/6), di Kantor Presiden.

Untuk menyelesaikan masalah di antara komponen masyarakat, Presiden minta solusi damai sesuai aturan hukum dikedepankan, bukan dengan aksi kekerasan. Presiden juga minta Kepolisian Negara Republik Indonesia meningkatkan kinerja agar lebih siap, cepat dan profesional.

Selain itu, seluruh masyarakat diminta menjaga kehormatan bangsa. ”Tindakan kekerasan yang dilakukan organisasi tertentu dan orang-orang tertentu, mencoreng nama baik negara kita, di negeri sendiri maupun dunia. Jangan mencederai seluruh rakyat Indonesia dengan gerakan-gerakan dan tindakan-tindakan seperti itu,” ujar Yudhoyono.

Disesalkan

Menteri Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan Widodo AS dalam jumpa pers seusai rapat koordinasi yang dipimpin Presiden, mengatakan, pemerintah menyesalkan aksi kekerasan massa beratribut Front Pembela Islam (FPI) terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Minggu lalu.

Untuk itu, pemerintah akan mengambil langkah tegas pada siapa pun dan organisasi kemasyarakatan mana pun, yang dinilai terlibat dan bertanggung jawab atas kejadian itu.

Terkait kemungkinan pembubaran ormas, pemerintah beranggapan, langkah pembubaran hanya bisa dilakukan lewat proses pengkajian secara hukum.

”Saya kira terkait konteks pembubaran ormas seperti itu akan terlebih dahulu dilakukan dengan melakukan pengkajian oleh Departemen Dalam Negeri, terutama sesuai UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang Ormas. Namun dipastikan tetap akan ada langkah hukum tegas bagi siapa pun pelakunya,” ujar Widodo.

Pemerintah akan mengkaji apakah ormas yang bersangkutan saat ini masih sesuai dengan ketika pertama kali didirikan. Jika tidak sesuai, langkah sanksi bisa diambil.

Saat ditanya bahwa bentrokan terjadi antara lain karena pemerintah tidak kunjung tegas, terutama terkait kejelasan Surat Keputusan Bersama tiga menteri terkait keberadaan ajaran dan jemaah Ahmadiyah, Widodo membantahnya.

Komando Laskar Islam

Panglima Komando Laskar Islam Munarman mengoreksi pemberitaan media yang mengatakan bahwa penyerangan terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan dilakukan Front Pembela Islam. menurut dia, itu dilakukan Komando Laskar Islam.

”Saya katakan bahwa yang kemarin mendatangi Monas adalah Komando Laskar Islam yang merupakan gabungan dari laskar-laskar seluruh Indonesia,” ujarnya di Markas Front Pembela Islam di Jakarta, Senin.

Menurut Munarman, Aliansi Kebangsaan itu merupakan aksi kelompok pendukung Ahmadiyah dan bukan untuk peringatan hari Pancasila. Bahkan, ada spanduk yang berisi tulisan menolak SKB Ahmadiyah.

”Kita tidak bisa dibohongi, karena sudah menyusupkan dua orang di tengah-tengah mereka, dan terbukti mereka melakukan provokasi,” ujar Munarman yang antara lain didampingi Habib Rieziq dari FPI, Ketua Umum Hizbuth Tahrir KH Muhammad Al Khaththath, Ahmad Michdan dari Tim Pembela Muslim, dan Ketua Forum Umat Islam Mashadi.

”Kami juga mengklarifikasi pernyataan yang menyatakan bahwa kami menganiaya wanita, anak-anak, dan orang cacat. Itu sama sekali tidak benar, fitnah belaka!” ujar Munarman.

Michdan mengatakan, TPM dengan tegas meminta presiden untuk segera membubarkan Ahmadiyah. Jika dalam waktu tiga hari tidak keluar keputusan presiden untuk membubarkan Ahmadiyah, TPM akan melakukan gugatan terhadap presiden.

Habib Riziq bahkan mengeluarkan perintah pada seluruh laskar Islam untuk siaga perang terhadap Ahmadiyah. Itu sebabnya, ia kembali meminta pada pemerintah untuk segera membubarkan Ahmadiyah dalam waktu tiga hari.

Sebelumnya, Mashadi memperlihatkan video yang isinya seorang peserta aksi yang diduga kelompok aliansi, akan mengeluarkan senjata. Namun, tak tampak jelas bentuknya.

Kriminalitas

Sampai kemarin kecaman terhadap aksi kekerasan terus mengalir. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang diterima Presiden, menilai aksi kekerasan di Monas adalah kriminalitas nyata di mana negara dituntut lebih berani dan tegas. ”Kita tidak ingin Indonesia terjebak dalam kekerasan yang hanya akan menghancurkan kehidupan bersama kita sebagai bangsa yang majemuk berdasarkan Pancasila,” ujarnya.

Ketua DPR Agung Laksono juga mengutuk kekerasan atas elemen AKKBB, yang dinilainya tidak bermoral dan tidak berjiwa Pancasila.

Ia meminta polisi secepatnya bertindak agar kekerasan semacam itu tidak meluas.

Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Bambang Hendarso Danuri menegaskan, aparat kepolisian tidak takut menangkap anggota FPI yang diduga menyerang anggota AKKBB.

Bambang menyebut polisi sudah mengicar lima orang anggota FPI yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. ”Masak (polisi) takut. Enggak ada takut… Kita kan menegakkan hukum,” ujarnya.

Bambang menambahkan, tidak tertutup kemungkinan para pimpinan organisasi juga akan diciduk oleh polisi untuk dimintai pertanggungjawabannya. ”Siapa yang ada dibelakangnya (di belakang kelima tersangka), tentunya dari hasil pemeriksaan bisa kita kembangkan.”

Senin siang, AKKBB dan sejumlah tokoh masyarakat mendatangi Mabes Polri untuk melaporkan dugaan pidana yang dilakukan anggota FPI. Para tokoh itu di antaranya, Asmara Nababan, Garin Nugroho, Arbi Sanit, Hendardi, MM Billah, dan Effendi Choiri. ”Kami mendesak kepolisian mengambil tindakan tegas atas kejahatan ini. Kami tekankan, pertanggungjawaban yang kami tuntut adalah termasuk pertanggungjawaban organisasi,” kata Asmara.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira membantah bahwa polisi telah melakukan pembiaran. ”Tidak ada pembiaran.Polisi sudah berusaha mengamankan berbagai kegiatan unjuk rasa hari itu,” kata Abubakar.

Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris besar Budi Winarso mengatakan, Senin ini pihaknya masih melakukan pemanggilan. ”Kalau tidak ada tanggapan akan ditindak tegas besok (Selasa),” ujarnya.(Kompas)

Lapisan es Antartika di Kutub Selatan kembali mengalami kondisi kritis. Bagian barat benua beku tersebut pecah sehingga bongkah es seluas tujuh kali Kota Manhattan, AS atau sekitar sepertiga luas Jakarta, lepas ke lautan lepas.
Bagian yang pecah merupakan tepan beting es Wilkins yang telah terbentuk di Antartika bagian barat sejak ratusan tahun hingga 1500 tahun yang lalu. Citra satelit menunjukkan bongkahan tersebut mulai bergerak sejak 28 Februari 2008.“Ini adalah akibat pemanasan global,” ujar David Vaughan, ilmuwan Survei Antartika Inggris (BAS). Pecahan es ini akan melelah di perairan yang lebih hangat, pecah menjadi beberapa bagian, dan habis sama sekali. Namun, peluangnya tetap bertahan juga ada karena saat ini sudah memasuki periode akhir musim panas di Antartika dan suhu mulai mendingin.

Meskipun peristiwa pecahnya bongkah es dari tepian Antartika sering terjadi, kejadian yang menyebabkan pecahan sebesar ini termasuk jarang. Bongkah es yang lebih besar baru terjadi dua kali yakni di tahun 2022 dan 1995. Namun, para ilmuwan khawatir kejadian seperti itu akan semakain sering terjadi akibat peningkatan suhu atmosfer.

Dari : Kompas.com

Kebutuhan Diupayakan dari Produksi Lokal
Mengantisipasi harga beras di pasar dunia yang terus naik, Perum Bulog akan fokus membeli beras dalam negeri untuk mendukung stabilisasi harga dan ketahanan pangan. Dari kebutuhan 2,8 juta-3 juta ton beras tahun 2008, sebanyak 2,4 juta ton diupayakan dari produksi dalam negeri.

Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar, Minggu (23/3) di Jakarta, mengatakan, berkurangnya suplai beras ekspor dunia di tengah permintaan yang cenderung stabil mengakibatkan harga terdorong naik. Meskipun tersedia di pasar dunia, harga beras akan sangat tinggi.

”Karena itu, kami akan fokus membeli beras dalam negeri untuk mendukung stabilisasi harga dan ketahanan pangan sampai 100 persen,” ujar Mustafa.

Ia menjelaskan, kenaikan-kenaikan yang menyebabkan terbentuknya harga baru di pasaran dunia itu belum termasuk biaya pengapalan dan asuransi serta bunga bank yang mencapai 30-40 persen.

Mustafa menambahkan, pemerintah harus bisa memanfaatkan momentum kenaikan harga beras di pasar dunia, caranya dengan memproduksi beras sebanyak-banyaknya. Ketika harga beras internasional sudah melampaui harga beras domestik, peluang ekspor terbuka lebar.

Berdasarkan data Bulog, hingga 19 Maret, realisasi pembelian beras dalam negeri dari petani maupun mitra Bulog, seperti perusahaan penggilingan dan pedagang, baru mencapai 148.000 ton, sedangkan volume beras dalam kontrak 237.000 ton.

Tahun 2008, Bulog menargetkan pembelian beras dari produksi dalam negeri 2,43 juta ton. Beras itu untuk keperluan beras untuk rakyat miskin atau raskin, untuk stabilisasi harga, antisipasi bencana, keperluan stok Bulog, dan cadangan beras pemerintah.

Perubahan kebijakan

Terus membubungnya harga beras di pasaran dunia disebabkan, antara lain, oleh dampak perubahan iklim global. Kenaikan harga juga dipicu oleh berbagai kebijakan sejumlah negara produsen utama beras dunia, yang bertujuan untuk mengendalikan laju inflasi di negara-negara tersebut

Pemerintah Vietnam, misalnya, melalui Perdana Menteri Nguyen Tan Dung, pekan lalu meminta menteri keuangannya untuk menerapkan pajak ekspor beras tahun ini. Volume beras yang akan dikenai pajak mencapai 3,5 juta ton untuk pengapalan 10 bulan pertama, termasuk kontrak dengan Filipina.

Namun, belum ada keputusan berapa besar pajak ekspor yang akan dikenakan. Kebijakan baru ini merupakan salah satu dari serangkaian langkah Pemerintah Vietnam menekan laju inflasi. Vietnam merupakan negara pengekspor beras terbesar kedua setelah Thailand.

Ekspor beras Vietnam tahun ini ditargetkan hanya 3,5 juta ton, atau lebih rendah 1 juta ton dari tahun 2007. Bahkan, impor beras Filipina yang sedianya mencapai 1,5 juta ton kemungkinan hanya bisa dipenuhi oleh Vietnam sekitar 1 juta ton.

Di sisi lain harga gabah di tingkat petani Vietnam saat ini naik 65 persen dibandingkan pada Maret tahun lalu.

Kekhawatiran kenaikan harga beras bakal mengganggu laju inflasi tahunan juga menerpa India. Mulai 20 Maret, Pemerintah India menurunkan pajak impor beras menjadi nol persen.

Meskipun selama 10 tahun terakhir India tidak pernah mengimpor beras, pembebasan pajak yang semula mencapai 70 persen dinilai bukan sebuah kebijakan yang salah. Produksi beras India tiap tahun mencapai 90 juta ton. Pembebasan bea masuk itu mengindikasikan adanya kekhawatiran India terhadap produksi padi mereka.

Antisipasi China

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengatakan, China saat ini juga tengah berusaha keras mengumpulkan beras di gudang untuk cadangan pangan mereka. Stok beras nasional China dinaikkan dari 32 juta ton menjadi 40 juta ton. Bea masuk impor pupuk juga ditiadakan karena China masih kekurangan pupuk.

”Semua itu dilakukan menghadapi perubahan iklim global. Sayangnya, Pemerintah Indonesia santai-santai saja meski terbukti produksi beras tahun ini kualitasnya turun,” ujarnya.

Harga beras dengan kadar patahan maksimal 25 persen tahun lalu masih 330 dollar AS per ton. Pada Maret ini harganya di atas 500 dollar AS. Harga beras Vietnam patahan 5 persen pekan lalu 550 dollar AS per ton, sedangkan patahan 10 persen mencapai 540 dollar AS. Di India harga beras patahan 5 persen bahkan mencapai 650 dollar AS.

Kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di pasar Asia. Di Argentina, harga beras patahan 10 persen mencapai 625 dollar AS, sedangkan di Uruguay mencapai 630 dollar AS. Kenaikan harga beras kualitas medium di pasar Asia lebih dari 52 persen.

Isu lima tahun lalu

Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudo Husodo menyatakan, isu soal pangan, termasuk beras, tidak lagi murah sudah muncul sejak lima tahun lalu.

Pemicunya adalah terjadinya peningkatan konsumsi daging dan susu dunia yang membuat kebutuhan pakan berbahan baku jagung dan kedelai naik. Yang paling telak menghantam pangan adalah kebijakan pengembangan energi dari bahan bakar nabati, seperti biofuel dan biodiesel.

”Sebagai contoh, Amerika Serikat tahun 2007 menggunakan jagung sebagai bahan baku etanol sampai 48 juta ton dan tahun ini naik menjadi 68 juta ton. Sekadar catatan, produksi jagung Indonesia hanya 15 ton,” katanya.

Fenomena tersebut mengakibatkan terjadinya perebutan lahan pertanian. Akibatnya, harga pangan melonjak. Harga beras tahun 2002 hanya 165 dollar AS per ton, tahun 2007 naik menjadi 330 dollar AS, dan tahun 2008 harga pembelian beras Vietnam oleh Filipina pada kontrak terakhir mencapai 680 dollar AS.

Siswono menegaskan, Indonesia jangan mengandalkan kebutuhan pangan bangsanya pada produk pangan impor. Oleh karena itu, Indonesia harus mengoptimalkan potensi produk pangan lokal yang ada, yang selama ini terabaikan. (MAS)

Sumber : Kompas

SURABAYA, SABTU–Antrean panjang untuk mendapatkan minyak tanah (mitan) telah memicu kekhawatiran baru warga Jawa Timur (Jatim), termasuk Surabaya, akhir-akhir ini. Apalagi, harga bahan bakar itu terus bergerak naik di tingkat eceran, meski harga yang dipatok pemerintah tidak berubah.

Karena itulah, ketika ada kesempatan untuk mendapatkan mitan meski harus antre panjang, warga pun rela melakukannya. Sayangnya, antre berlama-lama itu bisa mendatangkan petaka.  Karyawan PT Mepoli Industri di Jl Margomulyo 44, Thofilus Itta, 42, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Karangpoh III/20, Kecamatan Tandes, Surabaya, Jumat (7/3). Kematian ayah dua orang anak itu diduga kuat karena kecapekan setelah antre mitan di toko dekat rumah kosnya.

Informasi yang diperoleh Surya di lapangan, Kamis (6/3), korban antre mitan sejak pukul 17.00 WIB hingga 20.00 WIB. Hal itu dilakukan korban sepulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB. Itta yang asal Flores (Nusa Tenggara Timur) itu antre mengular bersama warga lainnya demi mendapatkan jatah 5 liter mitan per orang, yang telah diatur penjual di pangkalan minyak. (Surya)

Dari : Kompas

Oleh I NYOMAN ADE

Pada hari Jumat, 22 Februari 2008 sekitar pukul 20.00, saya dan teman wanita bermaksud pulang dari kantor di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, menuju daerah Kalimalang dan menghentikan taksi Express (nomor pintu: MC 2555) dikemudikan oleh ”J” yang berusia sekitar 35 tahun. Selang beberapa lama berjalan, kami baru menyadari bahwa pengemudi tidak menutup kaca jendelanya dan saya minta dengan sopan agar menutup jendela.

Pengemudi menolak dengan alasan sirkulasi udara. Namun, jalan yang dilalui berdebu karena ada lumpur yang mengering ditambah tanah bekas galian yang juga mengering sehingga saya terpaksa mengingatkan kembali agar ia menutup jendela. Namun, pengemudi kembali menolak dengan alasan teman wanita saya batuk dan dia takut tertular. Akan tetapi, karena debu semakin banyak masuk ke mobil, kami berdua memberi tahu jika dia takut tertular batuk, kami akan turun. Saat itu taksi masih di kawasan Kuningan.

Namun, pengemudi tidak memenuhi permintaan kami untuk turun dan terus berjalan sehingga terjadi perdebatan. Setelah berjalan melewati kawasan Kuningan, pengemudi taksi itu malah bermaksud menurunkan kami saat itu juga di daerah bukan jalan utama yang dilalui kendaraan umum dan keadaannya cukup gelap. Saya menolak dan meminta diturunkan di tempat yang saya kehendaki.

Kejadian selanjutnya membuat kami terkejut dan sangat marah karena dia akhirnya mengusir keluar. Bahkan, pengemudi dengan arogan turun dari kendaraan dan menantang saya berkelahi di pinggir jalan. Merasa tindakan dia sudah sangat keterlaluan, saya marah dan terlibat percekcokan di tengah jalan. Apalagi saat itu dia mencaci maki teman wanita saya dengan kata-kata kasar. Saya masih bisa mengontrol emosi sehingga tidak terpancing dan berlanjut dengan perkelahian fisik dan kejadian itu membuat warga di sekitar berdatangan melerai.

Saat warga berdatangan, sopir taksi itu tetap berteriak- teriak, bahkan dia beberapa kali berteriak bahwa saya hendak merampoknya. Bayangkan, bila warga sekitar tersebut terpancing dan percaya saya akan merampoknya? Saya sungguh shock, prihatin, dan takjub bahwa perusahaan taksi sekelas Express mempekerjakan sopir preman bernyali pengecut.

I NYOMAN ADE Jalan Dr Semeru RT 1 RW XI, Bogor

Sumber : Kompas.com

28 Shafar 1429 H

 

Konsep artistik menunjukkan bagaimana permata tersebar di ruang antarbintang.
JAKARTA – Siapa menyangka jika nun jauh di ruang angkasa mungkin tersimpan tambang permata yang sangat banyak. Teleskop ruang angkasa Spitzer milik badan antriksa AS, NASA, cocok untuk menangkap jejak batu mulia tersebut di sekitar bintang yang sangat panas.

Namun, jangan berikir batu permata yang ada di ruang angkasa berupa bongkahan batu yang dapat dibentuk. Para astronom tidak berburu harta karun, namun mencari jejak kehidupan dengan mencari permata meski hanya seukuran beberapa nanometer (sepermiliar meter) sekalipun.Dengan mempelajari partikel-partikel permata, mereka berharap dapat mepelajari lebih dalam bagaimana pembentukan molekul-molekul karbon yang kompleks sebagai pembentuk kehidupan di Bumi mulai berkembang di ruang angkasa.

Perburuan permata di ruang angkasa telah dilakukan sejak tahun 1980-an saat para astronom menemukan partikel-partike permata dari meteorit yang jatuh ke Bumi. Diyakini, 3 persen kandungan permata dalam meteorit tersebut berasal dari butir-butir permata di ruang angkasa. Jika meteorit merupakan gambaran debu di ruang angkasa, hasil perhitungan menunjukkan bahwa dalam setiap gram debu dan gas di ruang angkasa mungkin mengandung 10.000 triliun partikel permata berukuran nanometer.

“Permata ruang angkasa terbentuk pada kondisi yang sangat berbeda dengan permata yang terbentuk di Bumi,” ujar Louis Allamandola, peneliti lain dari Ames. Jika permata di Bumi terbentuk karena tekanan dan panas tinggi, permata di luar angkasa terbentuk pada lingkungan dengan suhu maupun tekanan rendah.

Charles Bauschlicher dan timnya dari Ames Research Center, milik NASA, telah melakukan simulasi komputer untuk memperkirakan komposisi ruang antarbintang jika mengandung partikel-partikel permata. Hasilnya, arae tersebut akan menyala jika terkena pnacaran sinat inframerah pada panjang gelombang antara 3,4-3,5 mikron dan 6-10 mikron.

Spitzer cocok dipakai untuk mencari permata karena sensitif pada kedua panjang gelombang. Selama ini, permata tak ditemukan di ruang angkasa karena para astronom belum menggunakan alat maupun lokasi pencarian yang tepat.

“Sekarang kami tahu ke mana harus mencari untuk melihat permata-permata kecil menyala, teleskop inframerah Spitzer dapat membantu kami mempelajari lebih banyak menganai keberadaannya di ruang angkasa,” ujar Allamandola. Usulan Bauschlicher, Allamandola, dan tim peneliti lainnya dipublikasikan dalam Astrophysical Journal edisi terbaru.(PHYSORG/WAH)
Sumber : Kompas