Oleh Komarudin Kudiya

Keunggulan Batik Trusmi Cirebon

Pada even pameran batik di Jakarta maupun di kota lain seringkali pengunjung menanyakan kepada saya “Apa sih keunggulan batik Trusmi atau batik Cirebonan dibanding dengan batik-batik yang berasal dari daerah lain?”.

Menurut pendapat saya bahwa pada dasarnya batik-batik yang dihasilkan oleh sentra-sentra kerajinan batik di berbagai daerah pada umumnya bagus-bagus serta memiliki corak motif batik yang beragam. Dengan demikian sifat khas dan keunikan batik-batik daerah tersebut tidak bisa dikatakan batik yang satu lebih baik dari daerah lainnya. Keunikan motif serta corak yang dihasilkan dari batik-batik di berbagai daerah merupakan kekuatan dan kekayaan yang sangat luar biasa, khususnya bagi kebudayaan batik Indonesia.

Belum ada di negara manapun yang memiliki kekayaan desain motif batik seperti yang di miliki oleh bangsa Indonesia. Yang sangat membanggakan kita semua adalah, pada tiap-tiap daerah memiliki desain serta motif-motif yang khas dengan penamaan motif yang menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Misalnya saja motif batik dari Aceh ada Pintu Aceh, Cakra Doenya, Bungong Jeumpa. Dari Riau ada Itik Pulang Petang, Kuntum Bersanding, Awan Larat dan Tabir. Batik dari Jawa diantaranya Jelaprang (Pekalongan), Sida Mukti, Sida Luhur (Solo), Patran Keris, Paksinaga Liman, Sawat Penganten (Cirebon), dll.

Untuk mengetahui tentang bukti banyaknya kekayaan desain motif-motif batik Indonesia contoh yang paling sederhana bisa dilihat di wilayah Jawa Barat, di wilayah ini terdapat puluhan sentra batik diantaranya dari wilyah paling Timur ada Cirebon, wilayah bagian Utara ada Indramayu, kemudian ke arah bagian Barat dan Selatan terdapat Kabupaten Ciamis, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut. Walaupun masih dalam satu propinsi dan kultur budaya yang sama (budaya Sunda), namun bisa kita temui adanya perbedaan motif dan ragam hias batik yang jauh berbeda antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya. Seperti pada daerah Cirebon dengan Indramayu memiliki karakter dan desain motif yang berbeda, terlebih lagi antara daerah Cirebon dan Garut memiliki perbedaan motif, corak serta ragam hias yang sangat signifikan perbedaannya. Perbedaan itu dipengaruhi oleh kultur budaya dan tingkat keahlian dari para pengrajin batiknya. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat batik relatif sama baik dari bentuk canting, bentuk cap maupun jenis lilinnya. Namun ketika proses produksi berjalan ada kalanya kondisi unsur air tanah dengan kualitas PH yang berbeda-beda bisa mempengaruhi hasil pewarnaan akhir. Demikian pula dengan sifat kesabaran dan keuletan pengrajin batik di tiap-tiap daerah, juga akan bisa mempengaruhi kualitas akhir batik yang dihasilkannya.

Daerah sentra produksi batik Cirebon berada di desa Trusmi Plered Cirebon yang konon letaknya di luar Kota Cirebon sejauh 4 km menuju arah barat atau menuju arah Bandung. Di desa Trusmi dan sekitarnya terdapat lebih dari 1000 tenaga kerja atau pengrajin batik. Tenaga kerja batik tersebut berasal dari beberapa daerah yang ada di sekitar desa Trusmi, seperti dari desa Gamel, Kaliwulu, Wotgali dan Kalitengah.

Secara umum batik Cirebon termasuk kedalam kelompok batik Pesisiran, namun juga sebagian batik Cirebon termasuk dalam kelompok batik keraton. Hal ini dikarenakan Cirebon memiliki dua buah keraton yaitu Keratonan Kasepuhan dan Keraton Kanoman, yang konon berdasarkan sejarah dari dua keraton ini muncul beberapa desain batik Cirebonan Klasik yang hingga sekarang masih dikerjakan oleh sebagian masyarakat desa Trusmi diantaranya seperti motif Mega Mendung, Paksinaga Liman, Patran Keris, Patran Kangkung, Singa Payung, Singa Barong, Banjar Balong, Ayam Alas, Sawat Penganten, Katewono, Gunung Giwur, Simbar Menjangan, Simbar Kendo dan lain-lain.

Beberapa hal penting yang bisa dijadikan keunggulan atau juga merupakan ciri khas yang dimiliki oleh batik Cirebon adalah sbb:

a. Desain batik Cirebonan yang bernuansa klasik tradisional pada umumnya selalu mengikut sertakan motif wadasan (batu cadas) pada bagian-bagian motif tertentu. Disamping itu terdapat pula unsur ragam hias berbentuk awan (mega) pada bagian-bagian yang disesuaikan dengan motif utamanya.

b. Batik Cirebonan klasik tradisional selalu bercirikan memiliki warna pada bagian latar (dasar kain) lebih muda dibandingkan dengan warna garis pada motif utamanya.

c. Bagian latar atau dasar kain biasanya nampak bersih dari noda hitam atau warna-warna yang tidak dikehendaki pada proses pembuatan. Noda dan warna hitam bisa diakibatkan oleh penggunaan lilin batik yang pecah, sehingga pada proses pewarnaan zat warna yang tidak dikehendaki meresap pada kain.

d. Garis-garis motif pada batik Cirebonan menggunakan garis tunggal dan tipis (kecil) kurang lebih 0,5 mm dengan warna garis yang lebih tua dibandingkan dengan warna latarnya. Hal ini dikarenakan secara proses batik Cirebon unggul dalam penutupan (blocking area) dengan menggunakan canting khusus untuk melakukan proses penutupan, yaitu dengan menggunakan canting tembok dan bleber (terbuat dari batang bambu yang pada bagian ujungnya diberi potongan benang-benang katun yang tebal serta dimasukkan pada salah satu ujung batang bambu).

e. Warna-warna dominan batik Cirebonan klasik tradisional biasanya memiliki warna kuning (sogan gosok), hitam dan warna dasar krem, atau berwarna merah tua, biru tua, hitam dengan dasar warna kain krem atau putih gading.

f. Batik Cirebonan cenderung memilih sebagian latar kainnya dibiarkan kosong tanpa diisi dengan ragam hias berbentuk tanahan atau rentesan (ragam hias berbentuk tanaman ganggeng). Bentuk ragam hias tanahan atau rentesan ini biasanya digunakan oleh batik-batik dari Pekalongan.

Masih dengan batik Cirebonan, namun mempunyai ciri yang berbeda dengan yang sebelumnya yaitu kelompok batik Cirebonan Pesisiran. Batik Cirebonan Pesisiran sangat dipengaruhi oleh karakter masyarakat pesisiran yang pada umumnya memiliki jiwa terbuka dan mudah menerima pengaruh budaya asing. Perkembangan pada masa sekarang, pewarnaan yang dimiliki oleh batik Cirebonan lebih beraneka warna dan menggunakan unsur-unsur warna yang lebih terang dan cerah, serta memiliki bentuk ragam hias yang bebas dengan memadukan unsur binatang dan bentuk-bentuk flora yang beraneka rupa.

Pada daerah sekitar pelabuhan biasanya banyak orang asing yang singgah, berlabuh hingga terjadi perkawinan etnis yang berbeda (asimilasi), maka batik Cirebonan Pesisiran lebih cenderung menerima pengaruh budaya dari luar yang dibawa oleh pendatang. Sehingga batik Cirebon yang satu ini lebih cenderung untuk bisa memenuhi atau mengikuti selera konsumen dari berbagai daerah (lebih kepada pemenuhan komoditas perdagangan dan komersialitas), sehingga warna-warna batik Cirebonan Pesisiran lebih atraktif dengan menggunakan banyak warna. Produksi batik Cirebonan pada masa sekarang terdiri dari batik Tulis, batik Cap dan batik kombinasi tulis cap. Pada tahun 1990 – 2000 ada sebagian masyarakat pengrajin batik Cirebonan yang memproduksi kain bermotif batik Cirebonan dengan teknik sablon tangan (hand printing), namun belakangan ini teknik sablon tangan hampir punah, dikarenakan kalah bersaing dengan teknik sablon mesin yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang lebih besar. Pertumbuhan batik Trusmi nampak bergerak dengan cepat mulai tahun 2000, hal ini bisa dilihat dari bermunculan showroom-showroom batik yang berada di sekitar jalan utama desa Trusmi dan Panembahan. Pemilik showroom batik Trusmi hampir seluruhnya dimiliki oleh masyarakat Trusmi asli walaupun ada satu atau dua saja yang dimiliki oleh pemilik modal dari luar Trusmi.

Contoh Koleksi Batik Cirebonan:

Koleksi Batik Komar Motif Ganggengan

Koleksi Batik Komar Motif Singa Payung

(Netsains.com)

Oleh Gea OF Parikesit

Tokek adalah salah satu satwa yang terampil berakrobat [1]. Kemampuannya yang paling ternama, mungkin, adalah kepiawaiannya berjalan di permukaan dinding atau dedaunan, bahkan yang tegak lurus atau terbalik terhadap permukaan tanah sekalipun. Selama ini, para ilmuwan menyimpulkan bahwa rahasia dari kemampuan ini adalah rambut-rambut super-kecil yang terdapat di permukaan kaki tokek. Ketika sebuah kaki tokek dipijakkan ke sebuah permukaan, rambut-rambut yang berukuran sepersejuta meter itu dapat diaktifkan untuk menambah gesekan antara kaki dan permukaan. Tapi ternyata tokek masih menyimpan trik lain yang bisa dipelajari, yaitu gerakan

ekornya! [2]

Kaki Kelima

Dengan perangkat video berkecepatan tinggi, sekelompok ilmuwan dari Amerika merekam gerakan ekor dari beberapa tokek [3]. Beberapa kejutan muncul ketika mereka menyimak dan menganalisa hasil rekaman itu. Kejutan pertama adalah ketika seekor tokek sedikit terpeleset saat tengah memanjat sebuah dinding. Ternyata, untuk mencegah agar dirinya benar-benar terjatuh, tokek ini dengan sangat cepat menekankan ekornya ke permukaan dinding. Teknik ini membantu dirinya untuk menunda proses jatuh, sedemikian sehingga keempat kakinya memiliki cukup waktu untuk bergeser dan merapat kembali ke dinding.  menggunakan ekornya sebagai kaki kelima, setidaknya sebagai penunjang keempat kaki aslinya.

Cambuk Pembalik Badan

Kejutan kedua diperoleh ketika seekor tokek lain benar-benar terjatuh dari sebuah permukaan daun yang terbalik. Sebelum proses jatuh ini dimulai, posisi tokek benar-benar tidaklah menguntungkan. Punggungnya menghadap bawah, dan jika ia tidak berbuat sesuatu maka tumbukan dengan tanah di bawahnya bisa berakibat fatal. Di sinilah jurus kedua tokek dilancarkan. Di tengah proses jatuh yang dialami, tepatnya saat tokek ini berada di tengah udara, ia mencambukkan ekornya cepat sekali. Gerakan ini membuat seluruh badannya turut terputar. Kini postur tokek benar-benar menyerupai postur seorang sky-diver ketika beraksi, dan keempat kakinya telah dapat menghadap tanah.

Pengendali Saat Mendarat

Walau begitu, tokek ini belum benar-benar aman. Jika ia mendarat di tempat yang keras, bisa jadi kaki-kakinya tetap tidak mampu menahan tumbukan

yang dihasilkan. Karenanya ia perlu memilih tempat mendarat yang pas. Maka jurus ketiga pun diperagakan: ekornya kini digerakkan ke kiri atau kanan. Dengan begitu, seluruh tubuhnya kini dapat meluncur sambil berbelok ke tempat yang diinginkan. Akhirnya, tokek yang jatuh ini dapat juga mendarat dengan selamat.

Inspirasi bagi Manusia

Menyimak hasil rekaman video di atas tidak saja hanya mengasyikkan karena mengandung ilmu baru dan sejumlah kejutan. Jurus-jurus ala tokek tadi lantas bisa diterapkan dalam banyak hal. Misalnya, sebuah robot dapat dirancang agar mampu memanjat, dan kemudian meluncur di udara saat melepaskan diri dari dinding yang dipanjat.  Artikel ilmiah yang memuat hasil penelitian ini dapat diakses bebas oleh umum, karena para penulis artikel itu memilih opsi “akses terbuka” saat menerbitkannya. Siapa tahu, dengan membacanya sendiri dari artikel aslinya [4], kejutan-kejutan lain akan membuka mata anda.

*Bacaan lanjutan*

[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Tokek

[2]http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/7300879.stm

[3]http://ciber.berkeley.edu/twiki/bin/view/CIBER/WebHome

[4] http://www.pnas.org/cgi/reprint/105/11/4215

Sumber : Netsains.com

Oleh Lya Santoso

Website adalah salah satu cara yang mudah dan murah untuk memperkenalkan dan meluncurkan bisnis, tapi persaingan bisnis di internet juga sangat keras. Dengan persaingan yang keras ini, kita sebagai online marketer harus berlomba lomba untuk menarik perhatian calon calon pelanggan kita, dan terlebih lagi membuat mereka nyaman dengan (online) service yang kita berikan, dari situlah Interaction Design berkembang. Di artikel ini saya akan mencoba menjelaskan tentang apa itu interaction design dan bagaimana untuk mempraktekkannya.

Apa itu Interaction Design?

Definisi Interaction Design alias desain interkasi sendiri agak tidak jelas batasnya. Ada user experience design, information architecture, usability specialist, social design, design technologist dan segudang job lain yang namanya lain, tapi prakteknya mirip. Artikel ini menganggap semua job di atas sebagai “interaction design practitioners”.

Desain interaksi bukan mempelajari bagaimana menjual lebih banyak, atau bagaimana buat gambar bling bling sehingga banyak orang yang tertarik dengan produk kita. Desain interaksi mempelajari tentang user atau calon customer, apa tujuan mereka memakai produk, bagaimana caranya mereka berinteraksi dengan produk. Dengan data data yang kita peroleh, kita bisa memembuat produk menjadi lebih baik, lebih intuitif dan lebih mudah dipakai sehingga pelanggan kita lebih produktif, lebih nyaman.

Apa gunanya Desain Interaksi di Dunia Bisnis?

Dengan desain interaksi yang baik, kita bisa memotong pengeluaran dan menambah penghasilan. Kok bisa? Misalnya, perusahaan A membuat produk software akutansi, tapi karena software-nya tidak cukup jelas untuk pelanggan mereka, perusahaan terpaksa harus sering mengirimkan tenaga kerja ahli untuk melatih pelanggannya. Dengan interaksi yang cukup intuitif, pelanggan akan lebih jarang membutuhkan bantuan, baik lewat telepon ataupun tatap muka, dengan begitu perusahaan pun menghemat.

Studi tentang (calon) pelanggan kita bukan hanya bisa menghemat uang, tapi juga bisa menghemat waktu. Contoh lagi, development team dari website KlikBCA bingung, banyak orang yang menelpon minta penerangan tentang KlikBCA, customer support-nya tidak cukup untuk menangani semua. Lalu mereka berniat membuat video yang menjelaskan step by step cara mendaftar jadi klien KlikBCA. Tapi setelah ada desain interkasi yang mempelajari user dari website KlikBCA, ditemukan bahwa website KlikBCA terlalu lambat untuk diakses. Setelah itu tim pengembang memutuskan untuk membuat 1 halaman dengan screenshot dan text, sebagai pengganti video. Lebih cepat di-mplementasi dan lebih berguna bagi customer.

Tertarik?

Saya berharap sekarang Anda sudah tertarik untuk setidaknya mempelajari sedikit tentang idesain interaksi. Saya percaya bahwa riset desain interaksi harus dilakukan terus-terusan, karena user kita akan berubah dan kita harus tetap bisa support mereka kalau ingin produk kita selalu sukses dan inovatif. Dalam setiap pembuatan atau re-design website, produk atau aplikasi, kita harus memperhatikan apa yang user mau. Apa yang harus kita lakukan untuk memastikan kalau produk kita berguna buat user?

* Belajar tentang user

Ada banyak cara untuk mempelajari user, dari survei,wawancara, focus group atau site visit (datang ke tempat user untuk melihat bagaimana mereka menggunakan product Anda).
Apa yang harus dipelajari?
1. Apa tujuan user menggunakan produk Anda?
2. Task apa yang dilakukan user untuk mencapai tujuannya?
3. Lingkungan kerja
4. Apakah produk kita bisa membantu user untuk mencapai tujuannya

* Mendesign bersama user

1. Structuring Information
2. Prototyping
3. After development test

Tentu saja desain interaksi tidak sesimpel daftar di atas. Ada banyak yang bisa dilakukan untuk membuat website atau produk yang sukses. Di artikellain saya akan membahas tentang metode riset yang bisa digunakan untuk mempelajari user.

Sumber : NetSains.com

Oleh  Andrianto Handojo

Perilaku serangga kecil bisa mengilhami temuan canggih pesawat terbang bahkan antariksa. Bagaimana bisa? Itulah keajaiban sains. Sudah umum dipahami bahwa molekul-molekul sebuah bahan dengan erat tarik menarik sesamanya. Ini yang membuat sebongkah besi begitu tegar dan sukar dibelah. Cairan juga mempunyai sifat yang sama, tetapi kalah kuat dari bahan padat, sehingga orang masih bisa menuang dan menciduk air atau minyak tanah.

Yang jelas, di dalam cairan setiap molekul bertarikan dengan tetangga di sekelilingnya. Tidak demikian stuasinya pada permukaan. Di situ tidak ada tetangga di sebelah atas, tempatnya sudah digantikan oleh udara. Karena itu molekul permukaan hanya ditarik menyamping dan ke bawah, sehingga sebagai efek nettonya, terdapat kekuatan yang berusaha menyusutkan luas permukaan cairan sampai sekecil-kecilnya. Kekuatan inilah yang disebut tegangan permukaan.

Tembakau

Perhatikan air yang jatuh menitik dari sebuah kran yang dibuka kecil. Begitu lepas dari mulut kran, langsung saja air membentuk tetes berupa bola, bundar sekali. Sebab bola adalah bentuk dengan luas permukaan yang paling ringkas. Seandainya volume air yang sama menjadi kubus atau silinder atau balok, pasti luas permukaannya melebihi bola. Hasil luas minimum ini berkat jasa tegangan permukaan.

Oleh karena itu ketika hujan menimpa sebuah mobil, air meninggalkan bulatan tetes bagai manik-manik pada permukaan mobil. Keseluruhannya menjadi hamparan lensa-lensa kecil, yang pada kaca depan tentu menyukarkan pandangan sehingga berbahaya, dan karena itu perlu digusur dengan penghapus kaca.

Kalau penghapus kaca mobil kebetulan rusak seperti yang sering ditemui beberapa puluh tahun yang silam, pada zamannya opelet dan kendaraan tua, pengemudi tidak perlu susah. Cukup menggosok kaca dengan racikan tembakau yang diperoleh dengan mengorbankan satu atau dua batang rokok. Sebagai hasilnya, air tidak mengelompok kecil-kecil tetapi melebar dan menggelincir ke bawah di sepanjang kaca. Ini tidak lain karena tembakau menurunkan tegangan permukaan, sehingga lunturlah kemampuan air untuk menggumpal.

Efek yang sama juga dicapai dengan alkohol dan (air) sabun. Di samping khasiatnya melarutkan kotoran, kedua cairan tersebut mempunyai sifat mengurangi tegangan permukaan, sehingga ketika orang memakainya untuk mencuci gelas, hasilnya tampak lebih bening, tidak menyisakan bekas tetes air seperti jika dicuci dengan air biasa.

Daun Talas

Pernah mengamati serangga kecil dengan kaki amat ramping yang mengapung pada permukaan air kolam? Tidak tenggelam, malah bergerak dengan senangnya di sepanjang permukaan air. Hidup di beberapa bagian dunia, nama setempat di Tanah Air menyebutnya engkang-engkang alias Water Strider, yang masuk dalam famili Gerridae. Rahasia serangga air ini sudah terungkap ketika ditemui bahwa kaki-kakinya diselimuti oleh bulu-bulu yang halus. Udara yang terkurung di antara bulu-bulu tidak memungkinkan masuknya air. Ketika engkang-engkang hinggap, permukaan air yang terpijak melesak cekung, dan kecekungan itu memungkinkan tegangan permukaan menahan berat si serangga mungil. Sama seperti kecekungan permukaan trampolin menahan berat si pesenam.

Sementara itu untuk urusan anti air, bukan hanya engkang-engkang ahlinya. Talas (Colocasia giganteum Hook.) yang umbinya enak itu, mempunyai daun dengan permukaan yang ditumbuhi rambut-rambut halus. Butir air yang jatuh ke situ tidak bakal menempel, tapi berguling ke sana kemari, mengikuti saja kemiringan daun. Benar-benar tidak punya pendirian, sampai orang mengatakan “bagai air di daun talas”.

Ruang Angkasa

Sekarang kalau kita beralih dari air ke minyak, persoalan agak berubah. Soalnya minyak mempunyai tegangan permukaan yang (amat) rendah, sehingga sangat sukarlah membuat permukaan yang menolak minyak. Cairan ini memang dikenal pandai “mblobor” dan secara menjengkelkan menodai berbagai benda, termasuk bisa melumuri komponen-komponen sensitif pada pesawat terbang dan kendaraan ruang angkasa. Kegagalan fatal akan terjadi manakala karet gasket (paking, penyekat dan peredam pada celah antar komponen mesin) menjadi rusak terkena minyak.

Mungkin diilhami ilmu engkang-engkang dan daun talas, para peneliti MIT (Massachusetts Institute of Technology) berhasil membuat material baru yang bersifat anti minyak. Tim tersebut sukses meramunya dari molekul buatan yang disebut fluoroPOSS, dipadu dengan polimer biasa sehingga menghasilkan permukaan yang dipenuhi dengan serat-serat mikro. Udara di antara rimba serat yang amat lembut ternyata mampu menolak kehadiran minyak. Prestasi yang diumumkan pada awal bulan Desember 2007 ini spesifikasinya tergantung pada harga tegangan permukaan minyak dan jarak antar serat.

Berbekal prinsip yang juga terdapat pada kekayaan hayati kita, hasil di atas sungguh bermanfaat, tidak terbatas bagi dunia penerbangan dan ruang angkasa. Hasil besar kerap lahir ketika orang tidak mengabaikan gejala yang mungkin terkesan sepele, semacam tegangan permukaan. ***

Bacaan:

1. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/062007/21/cakrawala/lain03.htm

2. http://id.wikipedia.org/wiki/Talas

3. http://web.mit.edu/newsoffice/2007/surfaces-1206.html


Sumber : Netsains.com