Cape Town – Laura Pistorious adalah seorang wanita muda kulit putih Afrika Selatan yang mengelola sebah pub minuman keras di kota pantai Campsby di Cape Town.

“Aku punya kebiasaan meminum minuman keras yang sangat buruk dan aku pikir saya telah meninggalkan gaya hidup kelas atas,” kata laura kepada islamonline.net

Dia telihat bahagia dari luar, menggunakan baju bermerek, meminum minuman keras dan berpesta setiap waktu.

Tapi di dalam dirinya, Laura selalu merasakan ada sesuatu yang tidak benar dan merasakan sesuatu yang terbakar di dalamnya.

Meskipun di besarkan dalam keluarga katholik yang sangat taat, dia bahkan berhenti memperacayai Tuhan di sebabkan gaya hidup jetset dan kecanduan minuman keras.

“Aku telah  mencapi suatu titik dalam hidupku dimana saya tidak percaya Tuhan lagi.

Hidup Laura mendadak berubah setelah ia bertemu dengan seorang temannya yang telah masuk Islam.

Hidup Laura mendadak berubah setelah ia bertemu dengan seorang temannya yang telah masuk Islam

“Setelah mendengar teman Muslim saya, mlam itu aku menangis dan berdoa.”

Laura berkata setelah doa-doa panjang, sebuah keajaiban terjadi dalam hidupnya.

Dia tiba-tiba mengatasi 4 tahun kecanduan minuman kerasnya dan mulai belajar lebih banyak tentang Islam.

“Sampai titik ini, dia tidak berpikir dia akan berakhir sebagai seorang Muslim.

Tetapi pada September 2001 sebelum mulai bulan suci Ramadhan, Laura mengucapkan syahadat, pernyataan keIslaman bagi seseorang.

“Segala puji bagi Allah, saya masuk Islam melalui seorang teman Muslim dan hidup saya berubah dengan sepenuhnya.”

Setelah perubahan tersebut, Laura keluar dari pekerjaannya di pub minuman keras trendy.

“Setelah menjadi Muslim, saya menemukan lebih banyak tentang Islam dan memberikan pengumuman untuk berhenti bekerja dan bahkan tanpa memiliki tawaran pekerjaan lain,”
kenang Laura dengan jilbab tertutupnya.

“Tetapi saya percaya kepada Allah.”

Laura mengatakan kedua orang tuannya yang Katholik, terutama sang ayah, telah menerima pilihan agamanya dan seringkali bertanya kepadanya tentang Islam.

“Sejak saya masuk Islam dan keluar dari pekerjaan sebagai manejer di pub, saya mulai pulang lebih awal kerumah dan orang tua saya gembira dengan hal ini,” kenangnya.

Saya berharap, suatu hari nanti mereka pun akan masuk Islam

“Saya berharap, suatu hari nanti mereka pun akan masuk Islam.

Sebulan terahkir Laura mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, tetapi ia mengatakan kepada bosnya, seorang Kristen, ia hanya ingin bekerja jika diizinkan untuk memiliki awaktu shalat.

Dia menyetujuinya.

“Ketika anda melakukan hal-hal baik dengan alasan yang tepat, Allah akan meridhoi kamu, percaya Laura yang menjadi host talk show sebuah radio di Cape Town.

“Sekarang, saya punya hubungan yang baik dengan keluarga, teman dan segala puji bagi Allah, saya hidup lebih sehat sebagai hasil dari keIslaman saya.” (aa/IOL/Voa-Islam)

Iklan

Sepanjang sejarah, Allah telah mengutus para rasul-Nya kepada umat manusia. Para rasul Allah menyeru seluruh umat manusia kepada jalan yang benar dan menyampaikan kepada mereka ajaran-ajarannya. Tetapi pada saat ini, ada suatu keyakinan yang berkembang bahwa apa yang diwahyukan melalui para rasul kepada manusia merupakan agama yang berbeda. Hal ini merupakan pendapat yang keliru. Agama yang diwahyukan Allah kepada manusia di masa yang berbeda adalah sama. Misalnya, Isa as (Yesus) telah menghapus beberapa larangan yang dibawa oleh agama sebelumnya. Walaupun demikian, tidak ada perbedaan yang berarti dalam ajaran agama-agama yang diwahyukan Allah. Apa yang telah diwahyukan kepada para rasul sebelumnya, kepada Musa as, Isa as dan kepada rasul terakhir Muhammad saw pada dasarnya sama:

Katakanlah, ” Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il dan Ishaq dan Ya’qub dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka…” (Surat Ali Imran: 84-85)

Sebagaimana tertulis dalam ayat tersebut, agama yang benar yang diturunkan untuk manusia adalah Islam. Apa yang kita pahami dari Al-Qur’an adalah bahwa seluruh rasul menyeru umatnya kepada jalan yang sama. Allah menggambarkan fakta ini dalam ayat-Nya :

“Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat terang bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kapadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali kepada-Nya.” (Surat asy-Syu’araa’: 13)

Allah telah mengutus para rasul-Nya untuk menyampaikan agama ini, satu-satunya agama yang Dia ridhai, kepada seluruh umat manusia dan kemudian memberikan peringatan kepada mereka. Setiap orang, kepada mereka yang Allah utus dan kepada siapa pun yang kemudian diserukan agama ini, mendapatkan beban untuk mengikutinya.

Meskipun demikian, beberapa kelompok masyarakat ada yang menerima ajaran tersebut, namun ada juga yang menolaknya. Sebaliknya, pada beberapa kelompok masyarakat, agama yang benar tersebut diselewengkan menjadi ajaran yang sesat setelah kematian rasul mereka.

Salah satu dari kelompok masyarakat yang tersesat dari agama yang benar adalah Bani Israel. Sebagaimana yang diinformasikan dalam Al-Qur’an, Allah telah mengutus banyak rasul kepada Bani Israel; mereka telah menyampaikan agama yang benar. Akan tetapi, setiap masa mereka menentang seorang rasul atau setelah kematian rasul tersebut, mereka mentransformasikan agama yang benar tersebut menjadi suatu ajaran yang sesat. Selain itu, dari Al-Qur’an, kita mengetahui bahwa bahkan saat Musa as masih hidup pun, Bani Israel menyembah sapi betina yang terbuat dari emas selama masa ketidakhadirannya yang sebentar saja (lihat surat Thaahaa: 83-94). Setelah Nabi Musa as tiada, Allah mengutus beberapa nabi lainnya kepada Bani Israel untuk memberikan peringatan kepada mereka dan yang terakhir dari para nabi yang diutus itu adalah Isa as (Yesus)

Seumur hidupnya, Yesus menyeru umatnya untuk hidup dengan agama yang diturunkan Allah dan mengingatkan mereka untuk menjadi hamba Allah yang benar. Dia memerintahkan mereka dengan ajaran yang ada di dalam Injil – wahyu yang diturunkan kepadanya yang sebagian dari ajaran tersebut masih ada dalam kitab Injil dewasa ini. Kitab tersebut membenarkan ajaran-ajaran Taurat – wahyu yang diturunkan kepada Musa as yang sebagian ajarannya masih ada dalam Taurat atau Perjanjian Lama yang kemudian diselewengkan. Mengkritisi ajaran-ajaran yang tidak benar dari para rabi yang bertanggung jawab atas kemrosotan agama yang benar, Yesus telah menghapus aturan-aturan yang dibuat oleh para rabi itu, yang melaluinya, mereka mendapatkan keuntungan secara personal. Dia menyeru kepada Bani Israel untuk mengesakan Allah, kebenaran yang hakiki, dan berakhlak luhur, sebagaimana firman Allah:

Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
(Surat Ali Imran: 50)

Setelah Yesus, Allah mengutus seorang rasul lain yang berasal dari suatu suku yang berbeda agar melalui rasul-Nya ini, Allah dapat menurunkan wahyu berupa agama yang asli ke dunia dan Dia membekalinya dengan sebuah kitab suci. Rasul itu adalah Nabi Muhammad saw dan kitab tersebut adalah Al-Qur’an, satu-satunya wahyu yang tidak diubah.

Al-Qur’an diperuntukkan bagi seluruh umat manusia di dunia. Seluruh umat manusia di semua masa akan mendapatkan kewajiban beriman terhadap kitab ini karena mereka diperintahkan untuk mengikuti ajaran Islam. Mereka akan diadili berdasarkan Al-Qur’an pada hari perhitungan. Pada masa kita khususnya, seluruh bangsa di dunia secara esensi disatukan dan hampir menjadi seperti suatu suku yang satu; terima kasih kepada penerobosan di bidang teknologi.

Seorang akademisi menunjukkan bahwa dunia dewasa ini sebagai global village. Karena itu, hanya ada sebagian kecil manusia di dunia ini yang tidak menyadari keberadaan Al-Qur’an dan yang oleh karenanya pula belum mendapatkan informasi tentang Islam. Walaupun demikian, ada suatu bagian tertentu dari umat manusia yang mempunyai keyakinan pada Al-Qur’an. Di antara mereka ada yang telah beriman, namun kebanyakan dari mereka tidak hidup berdasarkan ajaran-ajaran yang disebutkan dalam Al Qur’an.

(facebook Note : Selly Sety, Dari berbagai sumber)

Sumber : Voa-Islam

Di kalangan Kristen, Pendeta Samuel Hermawan dikenal sebagai ahli islamologi mantan Muslim. Namanya mulai naik daun ketika Samuel menuliskan pengalaman rohaninya mengapa ia beralih meninggalkan Islam dan kini menjadi pendeta. Dalam testimoni berjudul “Yesus adalah Tuhan dan Raja,” Samuel menuliskan sbb:

“Saya dulunya dari muslim tamatan sebuah pesantren dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bandung. Saya ingin memberikan kekuatan untuk para sahabat sekalian orang-orang Kristen bahwa apa yang kalian sembah itu adalah benar-benar Tuhan dan Juruselamat. Yesus adalah Tuhan dan Raja sesuai yang tercantum dalam Al Quran, Hadist dan Injil.”

Dalam sebuah dialog Islam dan Kristen, dusta Pendeta Samuel terbongkar. Ternyata dia bukan mantan muslim, terbukti karena ia tidak bisa baca-tulis Al-Qur’an. Pengakuannya sebagai ahli islamologi lulusan pesantren dan Sarjana Islam lulusan STAIN Bandung, adalah kebohongan besar untuk memuluskan Kristenisasi.

Pendeta Samuel mengaku tamatan sebuah pesantren dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bandung…

Bermula ketika Indarwati, bukan nama sebenarnya, yang mempengaruhi kakak kandung, orang tua dan pamannya untuk masuk Kristen.

Empat tahun yang lalu, Indarwati menikah secara Islam dengan seorang pemuda. Seluruh keluarga Indar merestui pernikahan itu, karena beranggapan, sang mempelai pria itu adalah seorang Muslim yang taat beragama.

Belakangan, setelah Indar dikaruniai seorang anak, keluarganya baru tahu kalau suami Indar adalah seorang pendeta. Namun ia tidak mengaku pura-pura Muslim ketika menikah. Kilahnya, kekristenan itu ia terima setelah pernikahan. Kini, Indar sudah berganti iman menjadi aktivis gereja, mengikuti jejak suaminya. Bahkan seorang adiknya berhasil ditarik menjadi seorang Kristen.

Ketika Indar mempengaruhi Eddy, pamannya, untuk masuk Kristen,  terjadilah percekcokan ringan. Eddy paman adalah mantan aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia).

“Kamu ini, kok bisa-bisanya masuk Kristen dan ngajak-ngajak keluarga untuk masuk Kristen?” tanya sang paman.

“Ya.. karena sekarang saya tahu kalau Kristen itu jauh lebih baik dari Islam, paman,” jawab Indra santai.

“Siapa sebenarnya yang mempengaruhimu kok sekarang jadi seperti ini?” tanya sang paman lagi.

“Saya tidak dipengaruhi siapa-siapa, paman. Tuhan Yesus sendiri yang memanggil saya. Sekarang saya tahu bahwa Kristen itu kasih dan menyelamatkan,” terang Indra.

“Apa buktinya kalau Kristen itu menyelamatkan dan lebih baik dari Islam?” selidik sang paman.

“Saya tidak bisa menjelaskan secara detil, paman. Kalau Paman ingin tahu jawabannya, nanti saya panggil pendeta saya. Pendeta Samuel Hermawan adalah ahli islamologi, lulusan pesantren dan STAIN Bandung. Paman bisa bertanya sepuasnya tentang kekristenan kepada pak pendeta,” jawab Indra. Maka disepakatilah pertemuan dialog agama di rumah sang paman.

Ahad malam, 15 November 2009, di Bintaro diadakan pertemuan sederhana. Tapi sang paman tidak mau menghadapi sendiri. Karena penasaran, kok ada lulusan pesantren dan sarjana Islam yang bisa pindah iman, maka ia mengundang sanak saudara dan para tetangga. Tidak lupa, ia mengundang Insan Mokoginta Wenceslaus, ustadz yang mantan Kristen.

Pendeta Samuel Hermawan datang tidak sendirian. Ia itemani beberapa pendeta, pekerja gereja dan beberapa jemaat setianya. Dengan dandanan yang klemis dengan baju  batik coklat yang dikenakannya, ia tampil sangat percaya diri. Seluruh materi islamologi yang akan dipresentasikan sudah disiapkan dalam laptop dan infocus, lengkap dengan seorang wanita operatornya.

Dialog dimulai pukul 8 malam, disaksikan lima puluhan pendengar dari kalangan Islam dan Kristen.

Setelah memperkenalkan diri, Samuel mulai menerangkan ketuhanan Yesus berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Puluhan ayat Al-Qur’an ditampilkan di layar infocus. Insan yang sudah tidak asing dengan makalah itu menyela, “Maaf Pak Pendeta, paparan yang anda tampilkan itu sebenarnya bukan pemikiran anda. Anda hanya mengutip brosur Kristen “Rahasia Jalan ke Surga” yang memakai nama penerbit palsu Dakwah Ukhuwah. Saya sudah menjawabnya dalam buku “Muallaf Membimbing Pendeta ke Surga” tahun 1999.

Meski tak bisa membantah bahwa presentasi makalahnya sama persis dengan brosur Dakwah Ukhuwah, Samuel kekeuh menyangkalnya, dan terus melanjutkan ceramah.

“Yesus alias Nabi Isa adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Al-Qur’an sendiri mengakui bahwa Yesus bisa menyembuhkan orang buta sejak lahir. Bahkan Yesus bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Mari kita renungkan. Selain Tuhan, siapa yang bisa memberi nyawa kepada orang mati. Karena Yesus bisa menghidupkan orang mati, maka dia adalah Tuhan,” jelasnya.

Insan membantah, “Saya tahu, ayat Al-Qur’an yang anda maksudkan adalah surat Ali Imran 49 dan Al-Ma’idah 110. Tapi ayat ini jangan dibaca sepotong saja. Bila dibaca secara utuh, seluruh mukjizat Nabi Isa itu selalu diiringi dengan kalimat ‘bi-idznillah’ yang artinya dengan seizin Allah. Jadi, seluruh mukjizat itu bukan karena kehebatan Nabi Isa, tapi karena izin dan pemberian Allah. Karenanya, yang menyembuhkan dan menghidupkan itu bukan Nabi Isa, melainkan Allah SWT,” katanya.

Samuel tak dapat membantah argumen ini, lalu beralih ke pembicaraan lain. Ia menyatakan bahwa menurut Injil Lukas, tidak semua perbuatan Yesus ditulis dalam Injil. Karena tidak ada kitab yang bisa memuat seluruh ajaran Yesus.

“Tolong Pak Pendeta baca, Injil Lukas yang anda maksud tersebut!” tanya Insan menimpali. “Wah, saya tidak hafal ayatnya, Pak,” jawabnya singkat.

“Tolong pendeta yang lain atau jemaat membaca Injil Lukas yang dimaksud,” tanya Insan kepada jemaat Kristen. Karena tak mendapat jawaban apapun dari pihak Kristen, maka Insan menjawab pertanyaannya sendiri.

“Sebetulnya, ayat yang dimaksudkan Pendeta Samuel itu bukan Injil Lukas, tapi Injil Yohanes 25:21. Kalau tidak percaya silakan baca ayat tersebut,” Insan mempersilakan. Jemaat pun membaca ayat yang dimaksud, ternyata betul. Mereka semakin gusar.

Ternyata Sarjana Islam Gadungan

Ketika ingin membuktikan ketuhanan Yesus sebagai orang yang tahu hari kiamat, Samuel mengutip terjemahan Al-Qur’an surat Luqman ayat 34: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.”

Penasaran dengan banyaknya kutipan ayat yang hanya dibaca terjemahannya saja, Insan minta Samuel untuk membaca nas Arabnya.

Nyalinya runtuh ketika dites membaca nas Arab Al-Qur’an. Ternyata Pendeta itu bukan lulusan pesantren karena tidak tahu baca-tulis huruf Arab…

“Pak Pendeta, dari tadi anda hanya membaca terjemahan ayat tanpa membaca nas Arabnya. Anda kan ngaku lulusan pesantren dan sarjana Islam, tolong baca nas Arabnya!” pintanya.

Tak disangka, permintaan Insan ini meruntuhkan nyali sang pendeta. Beberapa menit ia hanya memandangi presentasi di layar in focus. Mulutnya terkatup, sesekali ia memandangi jemaatnya, dan sesekali menundukkan wajahnya yang mulai memucat.

Jemaat dan para pendeta yang hadir pun nampak gusar, malu dan salah tingkah di hadapan puluhan hadirin Muslim. Pendeta Samuel Hermawan yang selama ini mereka elu-elukan sebagai ahli islamologi, lulusan pesantren dan sarjana Muslim, ternyata tak lebih pintar dari siswa TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Sementara hadirin dari pihak Islam sebagian tertawa, sebagian geleng-geleng dan sebagian bertepuk tangan. Mereka terheran-heran terhadap Samuel Hermawan yang ditokohkan dan dihormati di gereja, padahal mereka selama ini dicekoki dengan kesaksian dusta.

“Pak Samuel ini aneh sekali. Bagaimana bisa jadi pendeta dan mengaku ahli islamomogi? Padahal anda tidak menguasai Bibel dan tidak paham Al-Qur’an? Mana mungkin anda bisa memahami dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an untuk kepentingan kristenisasi, padahal anda tidak mengerti baca-tulis Al-Qur’an? Tolong anda beragama yang jujur saja, jangan menipu jemaat” kata Insan menasihati.

Situasi dialog jadi tidak imbang, Insan yang jauh di atas angin, seperti dosen menceramahi anak SD. Tepat pukul 10 malam acara diakhiri, tuan rumah mempersilakan seluruh hadirin untuk menikmati makan malam yang sudah disediakan secara mewah. Terlanjur malu, Pendeta Samuel dan seorang pendeta lainnya buru-buru pamitan pulang meninggalkan para jemaatnya yang sudah membaur bersama hadirin lainnya di meja hidangan.

Seorang peserta yang sangat kecewa terhadap Pendeta Samuel berkomentar, “Katanya lulusan pesantren dan sarjana Islam, gak tahunya seperti ayam sayur,” kata pria berusia 60 tahun yang datang jauh-jauh dari Depok, Jawa Barat. Ternyata Pendeta Samuel adalah “Drs” alias durung rampung sekolah, toh. [taz/voa-islam]

Oleh : Ria Fariana, voa-islam.com

Sebelum final kontes Putri Indonesia digelar tanggal 9 Oktober 2009 lalu, beberapa stasiun TV nasional rajin menayangkan iklan tentang kontes tersebut. Kalimat tesebut adalah “Kontes Putri Indonesia mengangkat harkat perempuan Indonesia”. Sekilas, slogan ini terdengar indah dan memabukkan. Siapa sih yang tak mau harkat dan derajatnya terangkat? Maka berbondong-bondonglah perempuan Indonesia mendaftarkan diri dalam kontes ini.

Ajang seleksi dimulai di masing-masing provinsi untuk kemudian mengirimkan wakilnya yang dipandang paling cantik dan cerdas. Hmm….apa iya cerdas? Tolok ukur cantik juga gak jelas di ajang kontes beginian. Karena pastinya umbar aurat yang ada. Biar cantik kalo gak mau buka-bukaan, gak bakalan bisa menang. Apalagi pemenang dari Putri Indonesia ini bakal dikirim ke kontes Internasional bernama Miss Universe. Modal berani malu harus dipunyai setiap kontestan yang sudah niat ikut ajang umbar aurat ini.

Tidak berhenti disitu, juara Putri Indonesia tahun 2009 pun menjadi kontroversi. Qory Sandioriva asal Aceh yang tidak berkerudung mengeluarkan pernyataan seolah-olah dirinya melepas jilbab demi kontes umbar aurat ini. Namun di bawah panggung, pernyataan tersebut diralatnya karena sehari-hari pun ia tidak menutup aurat dengan sempurna.

Aceh, salah satu provinsi di Indonesia yang gencar menerapkan syariat Islam. Ketika ada salah satu warganya yang melakukan hal-hal sebaliknya, kita patut bertanya, seberapa efektif pelaksanaan ini bisa mengikat warganya agar patuh

Aceh, salah satu provinsi di Indonesia yang gencar menerapkan syariat Islam. Ketika ada salah satu warganya yang melakukan hal-hal sebaliknya, kita patut bertanya, seberapa efektif pelaksanaan ini bisa mengikat warganya agar patuh. Atau jangan-jangan, pemda setempat malah ikut bangga karena putri daerahnya memenangi ajang umbar aurat bergengsi ini. Bahkan tahun depan, Qory Sandioriva asal Aceh akan menjadi salah satu finalis Miss Universe. Aurat yang dipemarkan di ajang Putri Indonesia tak ada apa-apanya dibandingkan dengan yang akan dilakukannya pada perhelatan Miss Universe nanti. Banggakah rakyat Aceh khususnya dan rakyat Indonesia umumnya melihat paha dan dada Qory Sandioriva asal Aceh dijual sedemikian rupa?

Mengangkat harkat perempuan Indonesia dengan ajang kontes Putri Indonesia, itu adalah slogan yang terdengar indah di permukaan. Namun sesungguhnya ada racun mematikan disana yang tidak semua orang menyadarinya. Alya Rohali, sebagai salah satu pemenang Putri Indonesia yang pernah menembus 15 besar finalis Miss Universe mendukung pernyataan di atas. Jelas, karena siapa pun akan mempertahankan argumennya meskipun salah. Apalagi jelas-jelas ia turut serta dalam ajang pamer aurat secara nasional maupun internasional.

Kita butuh pengakuan jujur dari peserta sendiri. Angelina Sondakh adalah salah satu yang pernah memenangi juara Putri Indonesia. Di antara semua perempuan yang pernah menjadi finalis dan pemenang, Angie adalah satu-satunya yang berusaha jujur tentang kondisi Putri Indonesia.

Di bawah ini saya kutipkan beberapa fakta yang diungkap oleh Angelina Sondakh:

“Angie menulis fakta, kegetiran dan ketidakmengertiannya tentang pekerjaan sebagai Putri Indonesia, yang barangkali hanya sebuah status atau simbol saja. Putri Indonesia, ternyata tidak lebih dari kontes putri-putrian lainnya yang modalnya cuma cantik, gaya, make-up, busana, cat walk dan hingar bingar publikasi.

Aktivitasnya sebagai Putri Indonesia kurang lebih seperti ini: mengikuti seleksi, karantina, tes IQ, wawancara, malam final (gegap gempita), terpilih (mengharukan), diberi tongkat dan mahkota, lantas publikasi lewat TV, koran, majalah, radio, dot-com, diberi ucapan selamat, dikenal orang dan mengikuti sederet jadwal acara demo kecantikan. Ia kemudian hanya menjadi simbol iklan semata.

Dengan kata lain representasinya hanyalah sebuah tubuh, wajah, dan senyum. Sama seperti Monalisa, yang hanya terpampang dalam rentang waktu/zaman semenjak diperkenalkan oleh sang maestro Leonardo Da Vinci, dibungkus bingkai, terikat oleh kebekuan hasil kolaborasi warna dan imaji, karena ia hanyalah imajinasi dan kemudian menarik simpati orang.

Brain dan behaviour hanya pemanis dan pelengkap penderita biar tidak terlihat vulgar kontes adu kecantikan fisik saja

Barangkali paralel dengan Angie, yang hanya bisa punya nama, tidak menjadi seorang Putri yang mampu berbicara, mempunyai ruang ‘bernafas’ untuk belajar dan menjadi cerdas dalam melihat dan memberi kontribusi bagi persoalan bangsa. Seorang Putri Indonesia ibaratnya hanya berada dalam sebuah akuarium yang penuh hiasan dan lebih sebagai pajangan di dalam rumah. Sebuah status diam (soliloqui). Angie merasa hampa  karena menjadi ikon dalam sebuah tata aturan yang tidak mendidik.”

Racun itu jelas ada dalam kontes pemilihan yang notabene memilih aurat paling indah, naudzubillah. Brain dan behaviour hanya pemanis dan pelengkap penderita biar tidak terlihat vulgar kontes adu kecantikan fisik saja. Perempuan, inikah jalan yang akan kau tempuh untuk mengangkat harkat dan martabatmu?

Qory Sandioriva, Auratmu Itu

Ajang Puteri Indonesia menuai pro dan kontra sehubungan dengan pemenangnya yang berasal dari Aceh. Daerah yang terkenal dengan serambi Mekkah ini telah meloloskan salah satu puteri daerahnya ke kancah pamer aurat nasional. Hasilnya, dia menang. Kemenangan ini membawa konsekuensi kontes ke tingkat internasional, Miss Universe.

Sekali melangkah, Qory Sandioriva, nama pemenang kontes pamer aurat ini tak akan bisa mundur lagi. Kontes Miss Universe siap menanti. Itu artinya gadis asli Aceh ini harus mau pamer aurat lebih berani lagi dengan hanya memakai baju primitif, bikini. Duh…Aceh yang selama ini terkenal sebagai propinsi yang keislamannya paling kental, harus menerima aib ini. Aib? Hmm….mungkin tidak lagi dianggap aib ketika uang dan material duniawi yang berbicara.

Sebagai perempuan, saya sendiri sering bingung dengan kriteria kontes pamer aurat ini. Bila tidak mau dianggap ajang eksploitasi perempuan

Sebagai perempuan, saya sendiri sering bingung dengan kriteria kontes pamer aurat ini. Bila tidak mau dianggap ajang eksploitasi perempuan, kenapa pula ada kriteria tinggi, penampilan menarik, berat badan ideal, dll. Belum lagi dalam kontes Miss Universe, memakai bikini adalah wajib hukumnya. Yang namanya wajib, tidak boleh tidak harus dilakukan atau didiskualifikasi keikutsertaannya. Bahkan ada panitia yang kelihatannya menutup aurat dengan kerudung pun, tidak keberatan dengan baju bikini ini. Duh…muslimah, ada apa denganmu dan harga dirimu?

Kemenangan finalis dari Aceh bukan tanpa tujuan. Di saat provinsi tersebut gencar-gencarnya menggalakkan penerapan syariah Islam, Qory Sandioriva malah menang. Tamparan telak bagi pemda setempat yang biasanya merazia mereka yang tidak menutup aurat. Tapi ini, siap-siap saja menyaksikan Qory Sandioriva melenggang dengan bikini di bawah tatapan para juri yang mayoritas laki-laki dan jutaan orang di seluruh dunia. Mereka akan menelanjangi tiap lekuk liku tubuh Qory Sandioriva, si gadis Aceh.

Qory Sandioriva mengatakan bahwa keputusannya menanggalkan pakaian muslimah telah mendapat persetujuan dari pemda setempat. Dan ketika menang, itu artinya pemda setempat juga setuju qonun syariah bakal terinjak-injak oleh kemilau bikini. Dunia memang menyilaukan apalagi dibalut dengan kemilau aurat perempuan yang memang indah. Duh… Qory Sandioriva, auratmu itu jadi begitu murah harganya.

Ria Fariana, voice of al islam

Sungguh merupakan kebahagiaan seorang muslim jika ia meninggal dunia dalam keadaan husnul khotimah ( akhir hayat yang baik ). Dan hal ini yang selalu didambakan oleh seorang muslim, baik yang taat maupun yang tidak taat sekalipun. Karena kesemuanya menginginkan nikmat yang tiada tara, yaitu Surga.

Penyebutan angka 18 bukanlah berarti sebagai pembatasan, karena kriteria dan tanda-tanda husnul khotimah itu lebih dari 18 tanda. Sebagaimana yang dikatakan al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani,  “Dan telah terkumpul pada kami dari jalan-jalan yang baik lebih dari 20 kriteria (husnul khotimah, khususnya mati syahid,).”

Sesungguhnya Pembuat Syari’at Yang Maha Bijaksana telah memberikan tanda-tanda yang jelas sekaligus menunjukan kepada husnul khotimah ( akhir kehidupan yang baik ) mudah-mudahan Alloh menetapkannya  bagi kita dengan karunia-Nya, maka siapa saja yang meninggal dengan salah dari satu tanda-tanda tersebut, maka baginyalah berita yang menggembirakan. Di antara tanda-tanda yang menggembirakan itu adalah sebagai berikut :

1.    Mengucapkan Syahadat Ketika Hendak Meninggal.
2.    Meninggal Dengan Mengeluarkan Keringat di Dahi.
3.    Meninggal Dunia Malam Jum’at atau Pada Siang Harinya.
4.    Syahid Di Medan Perang.

5.    Meninggal Dunia Dalam Keadaan Perang Di Jalan Alloh.

6.    Meninggal Dunia Karena Penyakit Tho’un.
7.    Meninggal Karena Penyakit Perut.
8.    Meninggal Karena Tenggelam

9.    Meninggal Karena Tertimpa Reruntuhan

10.  Wanita Yang Meninggal Ketika Mengalami Masa NIfasnya Disebabkan (Melahirkan)
11.    Meninggal Karena Terbakar.
12.    Meninggal Karena Tumor di Rusuk.
13.    Meninggal Dunia Karena Penyakit TBC.
14.    Meninggal Dunia Karena Mempertahankan Harta yang hendak Dirampas.
15.    Meninggal Dunia Dalam Mempertahankan Agama.
16.    Meninggal Dunia Dalam Mempertahankan Jiwa.
17.    Meninggal Karena Berperang di Jalan Alloh.
18.    Meninggal Dalam Beramal Sholih.

Sumber : Syaikh Nasirudin Al-Albani, “18 Tanda Hunul Khotimah” Pustaka Ulil Abab

(Voa-Islam)

Brussel (voa-islam) Dalam laporan terbaru International Crisis Group (ICG) yang baru saja diluncurkan menyebutkan bahwa http://www.muslimdaily.net adalah website radikal. Lembaga yang berkantor di Brussel ini “menuduh“ http://www.muslimdaily.net dipegang oleh kelompok garis keras.

Dalam laporan ICG, tertanggal 27 Agustus 2009 itu menjelaskan secara detail dan gamblang jaringan “teroris” kelompok Nordin M. Top.

Laporan yang berjudul Indonesia: Noordin Top’s Support Base ini menyebutkan bahwa setelah ledakan bom jaringan Nordin justru semakin lebih besar, luas, dan rumit dari sebelumnya. ICG menyebut, pola gerakan pengembangan jaringan Nordin lebih mudah dan sederhana.

ICG juga banyak menyebut nama Urwah alias Bagus Budi Pranoto, yang dianggap sebagai anggota lingkaran dalam Noordin. Urwah disebutkan sebagai produk didikan sekolah JI, memiliki ikatan dengan industri media JI, dan memiliki hubungan yang baik dengan kelompok-kelompok muslim “radikal” di kawasan Jawa Tengah.

Dalam laporan tersebut, ICG banyak menyebut jaringan-jaringan “teroris” mulai dari jaringan Cilacap, Kuningan, Jaringan Laweyan, KOMPAK, Laskar Jundullah, Temanggung, Bogor, dan Banten.

ICG juga menuduh beberapa sekolah dan pondok pesantren sebagai jaringan JI. Pesantren-pesantren itu antara lain Al Muttaqien (Jepara), Al Muttaqien Beber (Cirebon), Darusy Syahadah (Boyolali), Darul Manar (Kediri), Ma’had Aly An Nuur (Solo), dan Darul Fitrah (Sukoharjo).

Tak hanya itu, ICG juga menyebut bahwa beberapa perusahaan Tibbunnabawi (Obat Penyembuhan Cara Nabi SAW) sebagai bagian dari jaringan “teroris” pula. ICG menyebut setidaknya 2 merek, Habbatussauda produksi Basmalla Food dan Naturaid.

Terkait penyentilan http://www.muslimdaily.net yang disebut sebagai website radikal hanya karena alasan memuat foto-foto jenazah trio bom bali dan duo Bekasi ini, ICG belum pernah sama sekali mengadakan korespondensi dengan Muslimdaily.

“Penyebutan muslimdaily sebagai website radikal ditanggapi santai oleh pimred muslimdaily.net. “ICG itu khan lembaga LSM yang anti Islam. Minimal mereka bukan lembaga Islam. Saya rasa penyebutan itu mengada-ada dan lebih kepada fitnah.” ujar pimred muslimdaily, 29/08/09.

“Apa dasar ICG menyebut suatu website sebagai website radikal? Sangat subjektif kan?” tambahnya.

Pimred Muslimdaily menyebutkan bahwa Muslimdaily merupakan situs berita islami biasa yang menyajikan berita-berita seputar dunia Islam seperti halnya misalnya eramuslim, atau sabili.

“Silakan, lihat konten berita kita, ada berita internasional, lokal, ekonomi, kesehatan, sampai artikel-artikel ringan lainnya. Jadi, menurut saya tuduhan ICG tersebut mengada-ada.”

DOWNLOAD LAPORAN ICG (muslimdaily.net)

Sumber : Voa-Islam

Assalamualaikum warohmatullahi wabarookatuhu.

Akhi fillah, bulan Rojab telah berlalu, dan sekarang kita berada di bulan Sya’ban, telah berjaya mereka yang bertaqarrub dan bersiap-siap dibulan Rojab untuk menemui Ramadhon,  Sya’ban telah datang sedangkan kebanyakan manusia melalaikannya.
Bersama bulan yang penuh berkah ini kita akan melihat keadaan Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam dan para salafus sholih, yang mana kita diperintahkan untuk mengikuti mereka serta kita akan menyebutkan beberapa keutamaan dan hukum-hukumnya.

Dari Usamah bin Zaid radhiallahu anhu berkata : Ya Rasulullah : aku tidak melihat anda berpuasa pada bulan tertentu seperti anda berpuasa pada bulan Sya’ban ? Beliau berkata : “Itulah bulan yang dilalaikan manusia, antara Rojab dan Ramadhan, dibulan itulah diangkat amalan-amalan ke Robb semesta alam, dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan berpuasa “ [ HR Nasaie].

Dari Anas bin malik radhiallahu anhu berkata :  Rasulullah terus-menerus berpuasa dan tidak berbuka sampai kami berkata: Rasulullah tidak berniat berbuka tahun ini, lalu beliau berbuka dan tidak puasa sampai kami berkata: Beliau tidak berniat berpuasa tahun ini. Puasa yang paling beliau cintai dibulan Sya’ban “ [HR Ahmad].

Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam sangat menjaga puasa di bulan Sya’ban, terbukti bahwa istri-istri beliau berkata  Beliau berpuasa terus-menerus sepanjang bulan Sya’ban, meskipun sebanarnya beliau shallawahu ‘alaihi wasallam tidak pernah menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali Ramadhan. Inilah yang di riwayatkan oleh Aisyah radhiallahu anhu : “ Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam terus-menerus berpuasa sampai kami berkata beliau tidak berbuka, dan beliau berbuka sampai kami berkata beliau tidak berpuasa, dan aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa kecuali bulan Sya’ban”[HR Bukhari dan muslim].

Didalam riwayat Imam Nasaie dan Tirmidzie beliau berkata:” aku tidak pernah melihat Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam mempeerbanyak berpuasa kecuali bulan Sya’ban, beliau berpuasa sepanjang bulan Sya’ban kecuali sedikit, bahkan beliau berpuasa seluruh Sya’ban, kemudian menyambungnya dengan Ramadhan”.

Dan Ummu Salamah radhiallahu anhu berkata :”aku tidak pernah melihat Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali bulan Sya’ban dan Ramadhan “

Oleh karena Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam sangat menjaga puasa di bulan Sya’ban, maka sebagian ulama berkata; sesungguhnya puasa bulan Sya’ban lebih utama dari bulan-bulan yang lainnya., meskipun ada nas yang menunjukkan bahwa bulan Allah Muharram adalah bulan puasa yang paling utama setelah Ramadhan, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata : Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam bersabda : “puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan sholat yang paling utama sesudah sholat fardhu adalah sholat malam”.[HR muslim].

Diriwayatkan oleh Imam Nasaie dengan sanad yang shahih dari Jundab bin Sufyan radhiallahu anhu berkata : Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda : “ sesungguhnya sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat dipertengahan malam, dan puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa bulan yang kalian namakan Muharram”.

Para ulama menyebutkan hikmah diutamakannya puasa bulan sya’ban :

1- Puasa sunah yang paling utama adalah yang dekat dengan Ramadhan sebelum atau sesudahnya, dan itu mendapatkan keutamaan bulan Ramadhan karena berdekatan dengannya, dan kedudukan puasa dibulan itu seperti sholat sunah rawatib dengan sholat fardu sebelum atau sesudahnya, maka keutamaannya mengikut keutamaan amalan yang fardhu, yaitu untuk menyempurnakan kekurangan amalan fardhu, demikian pula puasa sebelum atau sesudah Ramadhan.

Sebagaimana sunah rawatib lebih  utama dari pada sunah mutlak, begitu juga puasa sebelum atau sesudah Ramadhan lebih utama dari pada puasa di waktu yang lain.oleh karena itu kita mendapati bahwa Ramadhan didahului dengan puasa dibulan Sya’ban dan disunahkan  memperbanyaknya kemudian setelah selesai Ramadhan disunahkan puasa enam hari bulan Syawwal, maka seperti iulah sunah rawatib serbelum dan sesudah sholat fardhu.

2-Termasuk juga hikmah memperbanyak puasa Sya’ban : apa yang terkandung dalam hadits Usamah bin Zaid yang telah dikemukakan sebelumnya yang didalamnya beliau berkata : ya Rasulullah aku tidak melihat anda berpuasa pada bulan yang lain seperti anda berpuasa dibulan Sya’ban ? lalu Beliau shallawahu ‘alaihi wasallam menjelaskan sebabnya dengan berkata : (( itulah bulan yang dilalaikan manusia, yaitu antara Rojab dan Ramadhan)) dan apa lagi ? Beliau bersabda : (( dialah bulan yang didalamnya diangkat amalan-amalan kepada Robb semesta alam dan akau ingin amalku diangkat dalam keadaan berpuasa)).
Sesungguhnya hadits ini mengandung dua makna yang penting :

Yang pertama: bahwa dialah  bulan yang dilalaikan manusia yang ada diantara Rojab dan Ramadhan.

Yang kedua: bahwa amalan diangkat dan dipaparkan kepada Robb semesta alam.

Adapun Sya’ban bulan yang dilalaikan manusia karena berada diantara dua bulan yang agung, yaitu bulan haram Rojab dan bulan puasa Ramadhan, dimana manusia sibuk dengan keduanya, dan melupakan bulan Sya’ban, bahkan kebanyakan manusia mengira bahwa puasa bulan Rojab lebih utama dari Sya’ban karena Rojab adalah bulan haram, dan ini tidak benar, karena puasa sya’ban lebih utama dari Rojab berdasarkan hadits-hadits yang dikemukakan sebelumnya.

Dalam sabda beliau : (( bulan yang dilalaikan manusia, antara Rojab dan Ramadhan)) ada isyarat bahwa sebagian waktu, tempat maupun orang yang telah masyhur keutamaannya bisa jadi yang lain lebih utama darinya secara mutlak atau khusus, yang tidak dipahami kebanyakan manusia, sehingga mereka menyibukkan dengan yang mereka kenal, dan mereka tidak mendapatkan keutamaan yang tidak mereka kenal. Dan ketika manusia menyibukkan dengan selain Sya’ban dan melalaikan Sya’ban maka Nabi shallawahu ‘alaihi wasallam memakmurkannya dengan ketaatan dan berpuasa, dan Beliau berkata kepada Usamah ketika menyakan sebab beliau memperbanyak puasa Sya’ban, yaitu karena itu bulan yang dilalaikan manusia antara Rojab dan Ramadhan.

Dalam hal ini para ulama mengatakan : didalamnya ada dalil disunahkannya memakmurkan waktu-waktu yang dilalaikan manusia dengan ketaatan, karena yang demikian  itu dicintai Allah, oleh karenanya sebagian para salaf suka menghidupkan antara dua isya’ dengan sholat dengan mengatakan : itulah waktu yang dilalaikan, demikian juga Nabi shallawahu ‘alaihi wasallam lebih suka sholat dipertengahan malam karena kebanyakan manusia telah diliputi kelalaian sehingga meninggalkan  berdzikir kepada Allah sebagaimana sabda beliau: (( sesungguhnya sholat yang paling utama sesudah sholat fardhu sholat dipertengahan malam))
Karena makna ini juga Rasulullah pernah mengakhirkan sholat isya’ sampai tengah malam, dan beliau meninggalkannya karena kuatir memberatkan manusia, dari Ibnu Umar radhiallahu anhu berkata : pada suatu malam kami menunggu Rasullullah shallawahu ‘alaihi wasallam untuk sholat isya’, lalu beliau keluar ketika sudah lewat sepertiga malam atau lebih, kami tidak tahu apakah karena beliau sibuk dengan keluarga atau yang lain ? lalu ketika keluar Beliau berkata : “sesungguhnya kalian menunggu sholat yang tidak ditunggu oleh pemeluk agama ini selain kalian, kalau bukan karena memberatkan umatku, niscaya akau akan sholat bersama mereka diwaktu ini)).[HR Muslim].

Dalam riwayat lain : (( tidak ditunggu oleh seorangpun penduduk bumi selain kalian)) memberi isyarat keutamaan berdzikir dengan sendirian diwaktu yang tidak ada seorangpun yang berdzikir.

Sebagaiman Sya’ban merupakan muqoddimah bagi Ramadhan maka disyariatkan didalamnya seperti yang disyariatkan dalam bulan Ramadhan seperti puasa dan membaca Al-Quran sebagai persiapan menemui Ramadhan, karena hikmah-hikmah inilah maka Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam mempeerbanyak puasa dibulan yang berkah ini, dan memanfaatkan waktu disaat manusia lalai, padahal siapa beliau ? beliau adalah Rasulullah  shallawahu ‘alaihi wasallam yang telah diampuni dosanya yang lalu maupun yang akan datang, oleh karena itulah para salaf bersungguh-sungguh dalam bulan Sya’ban sebagai persiapan untuk menyongsong Ramadhan.

Berkata Salamah bin Kuhail : dahulu bulan Sya’ban disebut bulan Para pembaca Al-Quran.
Dan ‘Amru bin Qois ketika telah memasuki bulan Sya’ban beliau menutup tokonya dan menghabiskan waktu membaca Al-Quran.

Berkata Abu Bakar Al-Balkhi : bulan Rojab adalan bulan menanam, dan bulan Sya’ban bulan menyirami tanaman, dan bulan Ramadhan bulan menuai hasil tanaman, dan beliau juga berkata: perumpamaan bulan Rojab seperti angin, dan bulan Sya’ban seperti awan, dan bulan Ramadhan seperti hujan, dan barangsiapa yang tidak menanam dibulan Rojab, dan tidak menyiraminya dibulan Sya’ban maka bagaimana dia ingin menuainya dibulan Ramadhan ?

Bulan Rojab telah berlalu dan apa yang telah kita lakukan dibulan Sya’ban jika kita mengharapkan Ramadhan, beginilah keadaan Nabi kita dan para salaful umat dalam bulan yang berkah ini, maka dimana posisi kita dibandingkan mereka?

“Allah melihat kepada semua makhluqnya pada malam nisfu Sya’ban , lalu Dia Mengampuni seluruh makhluqnya kecuali orang musyrik dan atau pembenci”

Dari Muadz bin Jabal radhiallahu anhu dari Nabi shallawahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Allah melihat kepada semua makhluqnya pada malam nisfu Sya’ban , lalu Dia Mengampuni seluruh makhluqnya kecuali orang musyrik dan atau pembenci” [Diriwayatkan oleh Thabrani dan Ibnu Hibban dan Haditsnya shahih].

Akhi fillah, ada empat pelajaran penting yang berkaitan dengan hadits keutamaan sya’ban :

1- Bahwa Allah mengampuni seluruh hambanya kecuali musyrik, maka periksalah diri kita masing-masing, barangkali masih ada kesyirikan walaupun sekecil apapun dia, jangan kita terlena danmengira kita bersih dan suci dari syirik, dan tidak mungkin terjerumus kedalamnya, sehingga kita merasa aman darinya, padahal Nabi Ibrahim yang merupakan Imam bagi orang-orang yang luruspun khuatir terjatuh dalam kesyirikan dirinya dan keturunannya, ketika beliau berdoa :” jauhkanlah diriku dan anak-anakku dari beribadah kepada berhala “  dan tidak ada yang merasa aman dari kesyirikan kecuali orang jahil, oleh karena itu Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam bersabda :” yang paling aku takuti dari kalian adalah syirik yang terkecil .beliau ditanya ? apa itu? Beliau berkata : riya’”

2-Bahaya kebencian dan permusuhan diantara manusia,dan  Allah tidak mengampuni orang-orang yang saling bermusuhan,kebencian adalah:seorang muslim dengki kepada saudaranya karena benci kepadanya        disebabkan hawa nafsunya, bukan karena sebab yang syarie, maka ini dalam kebanyakan waktu dapat menghalangi ampunan Allah dan rahmatNya, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dengan sanad yang marfu’ : (( pada hari senin dan kamis dibuka pintu-pintu surge, lalu Allah mengampuni setiap hambanya yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun kecuali seseorang yang memiliki kebencian terhadap saudaranya, lalu Allah Berkata : lihatlah dua orang ini sampai berbaikan)).

Allah telah mensifati orang-orang yang beriman secara umum bahwa mereka selalu mengucapkan :
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”[ Al-Hasyr:10].

Berkata sebagaian salaf : amalan yang paling utama adalah lapang dada dan kedermawanan hati dan nasihat untuk umat dengan akhlaq inilah sebagian telah mencapai kedudukannya, dan tuan dari kaum adalah orang yang member maaf.
.
3- Sebagian orang menghidupkan malam nisfu Sya’ban, sebagian lagi dengan sholat berjamaah dan merayakannya dengan bermacam cara, barangkali sampai menghias rumah-rumah mereka, dan ini semua termasuk perkara-perkara yang baru yang tidak ada tuntunannya, tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam maupun para sahabat dan tabi’in, merekalah hujah bagi siapa yang menghendaki jalan yang lurus.

Dan riwayat yang shahih berkaitan dengan malam ini adalah sepeerti yang telah disampaikan bahwa kita hendaknya membersihkan tauhid kita dari perbuatan syirik, dan member maaf kepada orang yang kita benci dan musuhi. Adapun menghidupkannya dengan perkara yang tidak ada syariatnya maka merekalah yang jauh dari rahmat Allah dan sepantasnya mereka bertaubat kepada Allah.

4- Tidak boleh berpuasa setelah pertengahan Sya’ban dengan niat menyambut Ramadhan atau untuk kehati-hatian karena ini termasuk sikap ghuluw dalam agama sebagaimana sabda Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam : (( apabila telah masuk pertengahan Sya’ban maka janganlah kalian berpuasa sampai Ramadhan)). Kecuali orang yang terbiasa puasa senin dan kamis.

Wallahu a’lam bishowaf. (Voa-Islam)