Obat-obatan impor berpelindung luar (kapsul) yang diuji mengandung zat babi, kemungkinan tak hanya ada di Medan, melainkan juga ada di Jakarta dan di berbagai wilayah di tanah air.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ekonomi dan ZIS Amidhan kepada okezone melalui telepon, Selasa (21/10/2008).

Hal ini karena pemerintah membebaskan obat impor beredar tanpa adanya sertifikat halal, “Jadi produk yang masuk ke Indonesia bebas saja walaupun itu tidak ada pencantuman sertifikat halal,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lembaga Penelitian Pengawasan Obat dan Makanan (LPPOM) MUI di Medan menemukan 80 persen sampel obat-obatan impor berpelindung luar (kapsul) yang mengandung zat babi.

MUI Berharap Produk Berbahan Zat Babi Diumumkan

MUI (Majelis Ulama Indonesia) mengharapkan pemerintah segera mengumumkan produk yang teridentifikasi mengandung zat babi.

“Jika pembahasan undang-undang mengenai pembebasan hal ini tetap memperbolehkan obat-obatan impor masuk tanpa label halal,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ekonomi dan ZIS Amidhan kepada okezone melalui telepon, Selasa (21/10/2008).

Amidhan menambahkan, saat ini UU sedang digarap di DPR. “Kalau hasilnya tidak berubah ya minimal pemerintah mengumumkan obat mana saja yang mengandung bahan babi.

Kini, menurutnya, sudah semestinya pemerintah bisa melindungi negara yang sebagian besar memeluk agama Islam dari produk- produk yang haram. “Negara harus melindungi umat Islam,” pungkasnya.

MUI: 80% Obat Impor Diduga Mengandung Bahan Babi

Lembaga Penelitian Pengawasan Obat dan Makanan (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan menemukan 80 persen sampel obat-obatan impor berpelindung luar (kapsul) yang diuji mengandung zat babi.

Karena itu, MUI Medan mengimbau umat islam untuk tidak mengonsumsi obat-obatan impor yang ditengarai mengandung zat dari babi itu.

“Hanya 20 persen obat yang halal karena (cangkangnya) dibuat dari sapi atau berbahan nabati seperti tumbuhan. Selebihnya ditengarai bercampur bahan yang diharamkan,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan, Mohammad Hatta di Medan, Selasa (21/10/2008).

Hatta menegaskan imbauan ini berdasarkan atas hasil penelitian Direktur LPPOM MUI Dr Aznan Lelo yang juga merupakan Farmakolog Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FKUSU).

“Kapsul yang digunakan untuk mengemas obat-obat berbentuk serbuk yang berasal dari luar negeri diduga mengadung lemak babi,” terangnya.

Lebih lanjut, Hatta juga mengimbau umat islam untuk berhati-hati dalam menggunakan obat-obatan, termasuk obat cair.

“Ketika akan disuntik, umat islam kami sarankan untuk menanyakan kepada dokter yang bersangkutan, apakah zat yang disuntikan tersebut mengandung babi atau tidak,” ujarnya. [Okezone]

Iklan

Komisi Nasional (Komnas) Anak mendesak agar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur sembilan stasiun televisi yang telah terbukti menyiarkan tayangan bermasalah untuk anak.

“Pengumuman itu (soal tayangan bermasalah, red) harus ditindaklanjuti dengan memberikan teguran secara tertulis kepada stasiun televisi bersangkutan, agar menghentikan penyiaran tayangan yang bermasalah,” ungkap Sekretasis Jenderal Komnas Anak Arist Merdeka Sirait kepada okezone di Jakarta, Rabu (20/8/2008).

Langkah ini, kata dia, sangat taktis. Pasalnya, hal tersebut sudah menjadi kewenangan KPI. “Itu sudah layak untuk ditegur. Jadi jangan hanya diumumkan saja,” tegasnya.

Selain itu, Komnas Anak juga akan mengambil langkah sendiri dengan mengirimkan surat peringatan kepada sembilan stasiun televisi tersebut. “Kami juga akan mengirimkan surat untuk menghentikan tayangan bermasalah,” ujarnya.

Jika teguran tersebut tidak digubris stasiun televisi bersangkutan, Arist mengancam akan melakukan perlawanan secara sistematis. “Kami akan bekerjasama dengan para mitra untuk terus menekan penyelesaian persoalan ini,” tandasnya.

Langkah serupa juga akan terus dilakukan dengan melakukan kampanye kepada masyarakat. Komnas Anak menargetkan mengubah paradigma masyarakat untuk tidak hanya menuntut stasiun televisi menyediakan panduan tayangan. Tapi juga bisa bersikap kritis dengan meminta stasiun televisi menghentikan tayangan yang bermasalah.

“Ini menjadi target jangka panjang kita,” pungkasnya. (Okezone)

BOYOLALI – Kebakaran sempat melanda Taman Nasional Gunung Merbabu dan Gunung Merapi di wilayah Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah.

Kebakaran di dua gunung tersebut diketahui pagi tadi namun hingga saat ini api masih terlihat membara.

Menurut Kepala Desa Tlogolele Budi Suharsono kebakaran di lereng Gunung Merapi terjadi di hutan Kejen, yang masuk wilayah Desa Telogolele.

Dia menduga api berasal dari pembakaran rumput kering di sekitar lokasi oleh warga. Namun siapa yang membakar belum diketahui.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (8/8/2008) kepulan asap masih terlihat membumbung sebuah punggung bukit di lereng Gunung Merapi dekat aliran lahar Kali Apu. Lahan semak yang terbakar diperkirakan lebih dari lima hektare. Wilayah hutan di atas gunung Merapi memang terlihat kering.

Sementara itu kebakaran juga terjadi di Taman Hutan Gunung Merbabu. Kebakaran terjadi di sekitar sumber air Tuk Babon wilayah Desa Selo, Kecamatan Selo.

Menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Untung Suprapto, kebakaran di sekitar Tuk Babon ini sekarang berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar sekira 2 hektare.

Namun di balik bukit lainnya, tak jauh dari Tuk Babon, kini muncul titik api baru. Kepulan asap tebal cukup tebal terlihat, sehingga warga dan Masyarkat Peduli Api yang sudah turun usai memadamkan api di Tuk Babon akhirnya kembali naik ke lereng gunung untuk menjangkau titik api. (Okezone)

Danau Baikal

Rusia berhasil menjadi negara pertama di dunia yang melakukan eksplorasi air tawar di kedalaman 1.680 meter di bawah permukaan laut.

Rekor ini dicetak setelah sejumlah ilmuwan yang diketuai Artur Chilingarov sukses mengarungi dasar Danau Baikal di Siberia yang merupakan danau terdalam di dunia. Para ilmuwan yang menumpang kapal selam Mir-1 dan Mir-2 itu berada di kedalaman 1.680 meter di bawah permukaan laut tepat pada pukul 10.15 waktu setempat.

Berbeda dengan kebanyakan kapal selam lain, kapal selam Mir-1 dan Mir-2 berukuran lebih kecil. Bentuknya pun dibuat menyerupai kapsul yang dapat mengangkut dua ilmuwan. Guna memudahkan eksplorasi, Mir-1 dan Mir-2 dihubungkan dengan pusat pengendali di permukaan laut.

“Ini rekor dunia untuk penyelaman kapal selam di air tawar.Kendati demikian, kami masih menunggu pengukuhan resmi dari pihakpihak terkait. Rusia juga berhasil menancapkan benderanya di sana,” tulis kantor berita Interfax dan Itar-Tass mengutip sejumlah ilmuwan yang terlibat dalam eksplorasi. Misi yang hanya berlangsung selama dua jam untuk mengumpulkan data tentang kondisi di dasar danau, salah satunya mengambil contoh minyak bumi tersebut tidak berjalan mulus.

“Ada beberapa kendala teknis, di antaranya keadaan cuaca yang tidak menentu.Tapi, kami berhasil melewatinya,” ujar Chilingarov yang juga ketua ekspedisi di Kutub Utara pada Agustus silam.

Kapal selam Mir-1 dan Mir- 2 sebelumnya telah mengarungi dasar laut Kutub Utara. Namun, untuk kepentingan eksplorasi di Danau Baikal, para ilmuwan memodifikasi kapal selam mini itu, termasuk mengurangi bebannya hingga hanya 18 ton. Ini dilakukan supaya kapal dapat tetap mengambang saat berada di dasar danau.Pada percobaan sebelumnya, Mir-1 dan Mir-2 sukses menjelajahi Danau Baikal di kedalaman 420 meter.

Selain memiliki ukuran paling dalam sedunia, pada 1996 silam, Danau Baikal juga dinobatkan oleh UNESCO – Badan di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi pendidikan dan budaya – sebagai salah satu warisan budaya yang harus dilindungi. Ini tidak berlebihan. Sebab, volume air bersih yang ada di danau ini cukup besar, yakni mencapai seperlima dari total persediaan air bersih di dunia.

Tidak hanya itu, danau yang juga dikenal dengan sebutan Blue Eye of Siberia tersebut menjadi rumah bagi sekitar 1.700 spesies tanaman dan hewan. Dalam konferensi pers sebelum eksplorasi dilakukan, Chilingarov menyatakan,apa yang dilakukan ilmuwan Rusia adalah untuk mengintai dampak negatif pemanasan global terhadap biota dasar laut Danau Baikal. Selain itu, misi tersebut untuk menggugah pemerintah Rusia agar lebih peduli dengan nasib warisan dunia tersebut.

“Kami mengumpulkan data-data penting tentang dampak pemanasan global pada ekosistem danau.Kami berharap pemerintah dapat lebih peduli terhadap danau itu,” jelas Chilingarov. [Okezone]

Sebuah rekaman percakapan terakhir antara awak pesawat AdamAir PK-KKW bernomor penerbangan DHI 574 yang beredar di internet. Dalam rekaman yang berasal dari kotak hitam (Black Box) pesawat, terdengar pesawat mengalami kerusakan sistem navigasi pesawat.

Isi rekaman percakapan di dalam kabin, diselingi percakapan antara petugas lalu lintas udara atau Air Traffic Controller (ATC) dengan awak pesawat Trigana Air. Berikut ini teks percakapan kedua awak kabin AdamAir, berdasarkan rekaman yang diperoleh okezone dari jaringan dunia maya, Sabtu (2/8/2008).

Suara latar di kabin DHI 574: Ini___

ATC: Trigana 161, the surface conditions, wind 290 degrees 07 knots, current visibility about 2 until 3 kilo mike, request descent?

Suara latar di kabin DHI 574
Pilot AdamAir bicara: _____ headingnya……ini posisinya dia, di sono…. iya 21 mile.

TGN 161: Say again sir?
ATC: Trigana 161, visibility 2 until 3 kilo mike, surface wind 290 degrees 07 knots, runway in use runway 13, confirm ready for approach or make holding waiting for weather improvement?
TGN 161: Affirmative, we are make holding
ATC: Roger, trigana 161, now fly heading… ee… two six zero expect holding on 15 miles mike kilo sierra, radial 310 mike kilo sierra…

Suara latar di kabin AdamAir
Refri:_____, Ujung Pandang…. bos…. Ujung Pandang jelas.
Suara di kabin DHI 574: Aiyyah…. cuaca di mike kilo sierra.

TGN 161 : _____heading 260, 15 miles holding, trigana 161

Suara di kabin DHI 574
Lho, ini DMEnya nih yah…
Iya makanya juga ngaconya di situ.
Nah, ini mike kilo sierra
Yah…

ATC: Adam 574 confirm maintain heading 070 or tracking to DIOLA?
DHI 574: Affirm match 74 maintaining 070…
Voice on DHI 574 cockpit : Bearing 074
Anginnya dah mulai normal lagi
Iyah….

ATC: Syahrizal confirm? (ATC asking for pilot’s name)
Selamat tahun baru mas….
DHI 574 : Gatu
Ok dikopi, disampaikan nanti, Insyaallah….

Suara latar di kabin : _____ kok DME mu beda sama DME gambarnya ini
Iya…
Ngaco dia tuh berarti
Dah ngaco dah emang …dah ngaco
Udah mulai gambar bambu ini
Udah, kita percaya sama ini aja deh…
Hehehe… iyalah….
_____ cewe-cewe
Makanya, terlalu jauh banget

Salah lagi ini dia….
Iya nih
Coba.. tolong confirm posisi aja, confirm on radial sekian.. 124 DME gitu
(on the background, FO calling ATC)

ATC : Go ahead __:___
DHI 574: Roger… Adam 574 position is 125 miles mike kilo sierra, crossing radial 307 mike kilo sierra
Suara latar di kabin : Ok… that’s confirm… that’s confirm
Affirm

Iya kan.. ngaco
Ngaco FIDSnya udah _____, FMSnya?
FMS telah mengacaukan dirinya sendiri… Uedann opo…
Oi terbangnya melalangbuana eh….

TGN 161: trigana 161, maintain visibility now
ATC: standby one

Suara latar di kabin : ini aja Capt yah
Coba ini.. apa.. ee.. gw pake ini aja deh untuk navnya, pake _____ audio altitude
Yes
Yah ini aja

TGN 161: Trigana 161 request visibility now?
ATC : Standby one
TGN 161 : Standby

Suara latar di kabin : Masuk ke?.
Fail aja
Fail?
Yah, fault aja nih
Entar attitude (or) altitude aja nih
Ada semua _____ cable? (probably AM/Air Mechanic try to repair something on cockpit)
Attitude (or) altitude? nggak..
Yang laen…

ATC: Trigana 161 the visibility 2 until 3 kilo mike and runway change, 290 degrees 08 knots

Suara latar di kabin :
Kalo angin dan headingnya saja, masukin ini …

TGN 161 : copied, Trigana 161

Suara latar di kabin : ____ SELCAL dan altitude
Masukin ini
Heading berapa nih Capt? (FO asking)
0… 074 yah (captain)
Iya
Masukin ini ke atas

TGN 161 : Trigana 161, request ILS… visual at runway 13
ATC : Trigana 161, ee.. roger make left turn now heading on zero zero one descent two thousand feet, clear ILS approach runway 13

Suara latar di kabin : Ini capt?
Taro NAV lagi….

TGN 161: Trigana 161, ….descent to two thousand confirm?
ATC: Affirm

Suara latar di kabin : Taro NAV lagi, taro NAV lagi….

TGN 161 : descent to two thousand, trigana 161

Suara latar di kabin : Yes?
Taro NAV lagi (ada suara peringatan atau alarm dari dalam kabin)
Taro NAV lagi
NAV!…… ok Capt?
Jangan dibelokin nih… kita _____

Captain, captain, captain…
(Suara peringatan kembali berbunyi dan keras)
Aduh Capt. Capt, Capt …. (suara Yoga panik)
Yah, yah… (suara Yoga terdengar pasrah)
Allahuakbar……. Allahuakbar……… Allahuakbar??.. Allahuakbar……..

DHI 574: Mayday…..
Voice on DHI 574 cockpit: Argh…
Allahuakbar….

DHI 574: Mayday? mayday?!!!
Voice on DHI 574 cockpit: Allahuakbar….
Allahuakbar….
(Suara keras seperti memasuki perairan)
Argh…
Allahuakbar….

Setelah itu suara komunikasi terputus.

Beberapa istilah yang digunakan dalam rekaman percakapan,
DHI: Kode untuk Adam Air,
TGN: Kode untuk Trigana Air
Mike kilo sierra (MKS): Alat bantu navigasi (VOR) di Ujung Pandang
ATC: Air Traffic Controller. Dalam percakapan ini adalah suara dari Ujung Pandang Approach (UPG APP).
DME: Distance Measuring Equipmen. Yakni berupa alat bantu penentu jarak ke stasiun tertentu.
DIOLA: Koordinat pada titik tertentu di bumi (used for navigation).
FO: First Officer atau Copilot.
FMS: Flight Management System. Yakni komputer di cockpit yang berfungsi mengatur penerbangan dari pesawat. (Okezone)


MOSKOW – Ilmuwan Rusia kini bergabung di Danau Baikal untuk mencari tahu ekosistem sekaligus ukuran kedalaman yang dimiliki oleh danau terdalam di dunia ini.

Eksplorasi dikabarkan telah dimulai akhir pekan ini dengan melibatkan dua buah kapal selam kecil buatan Rusia, Mir-1 dan Mir-2. Pada hari pertama, kedua kapal selam tersebut hampir berada di kedalaman 420 meter. Pada hari kedua, kapal selam tersebut akan menjangkau kedalaman danau yang lebih jauh lagi.

Dilansir melalui AFP, Jumat (25/7/2008), diharapkan kedua kapal selam tersebut mampu mencapai kedalaman 1,637 meter, tepat berada di dasar danau. Kabarnya dasar danau Baikal memiliki ekosistem yang cukup unik dan masih ‘perawan’. Menurut para ilmuwan Rusia, belum pernah ada satupun penelitian yang menjamah dan mengeksplor ekosistem Baikal.

Dalam misi sebelumnya, para ilmuwan hanya bisa menjangkau kedalaman danau beberapa ratus meter saja.

Ekspedisi danau Baikal ini dipimpin oleh Artur Chilingarov. Chilingarov merupakan anggota parlemen Kremlin yang juga dikenal sebagai penjelajah kutub utara. Bahkan Chilingarov pernah memimpin kelompok ilmuwan yang berhasil menancapkan bendera Rusia di kutub Utara.

Ekspedisi Baikal ini akan dijadikan alat oleh para ilmuwan untuk mendapatkan data efek global warming terhadap danau tersebut. Tidak hanya itu, data tersebut juga akan diberikan kepada pemerintah Rusia agar mereka mau lebih memperhatikan dan melindungi ekosistem dan lingkungan yang ada di Rusia.

Selain memiliki ukuran paling dalam sedunia, danau Baikal juga dinobatkan PBB sebagai salah satu warisan budaya yang harus dilindungi. Pasalnya volume air bersih yang berada di danau ini cukup besar. Bahkan mencapai 20 persen dari total persediaan air bersih di dunia. Danau yang terletak di sebelah selatan Siberia ini juga dikenal dengan sebutan Blue Eye of Siberia. (Okezone)

Masyarakat Bandung terutama kaum hawa, diminta agar lebih waspada jika mengendarai sepeda motor sendirian. Pasalnya, saat ini jambret spesialis telepon genggam kerap beraksi di Bandung.

Polresta Bandung Tengah hari ini baru saja menangkap tiga orang tersangka pelaku kejahatan tersebut. Ketiganya adalah, Mulyana (20), Rian Budi (20), dan Martin (16). Mereka adalah warga Kiaracondong, Bandung.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Bandung Tengah AKP Dasmin Ginting, ketiganya adalah komplotan spesialis jambret telepon genggam dengan modus memepet korban dengan dua sepeda motor.

“Para tersangka biasa beroperasi di atas pukul 19.00 WIB. Target operasi mereka adalah karyawati dan mahasiswi yang mengendarai motor sendirian di jalanan yang relatif sepi,” tegas Dasmin kepada wartawan, Jumat (25/7/2008).

Jalan sepi yang dimaksud Dasmin di antaranya Jalan Ciliwung, Jalan Antapani Dalam, Jalan Banda, dan sekitarnya. Ketiga tersangka saat ini ditahan di Mapolres Bandung Tengah, Jalan Ahmad Yani, Bandung.

“Kami mengamankan barang bukti kejahatan berupa dua unit sepeda motor, Yamaha Jupiter MX D 4561 DF, dan Suzuki Smash D 4410 FW. Mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tukas Dasmin. (Okezone)